Happy Reading
Hari ini entah memang perasaannya atau apa, Ernest merasa semua orang tengah menjauhinya. Dari pagi Bundanya terlihat begitu cuek, saat bangun biasanya ia akan di sambut oleh ucapan selamat pagi dan kecupan di keningnya, tapi pagi ini Ernest tidak mendapatkan nya.
Papa nya pun sama, Bara terlihat begitu sangat cuek, tatapan datarnya yang dulu Ernest lihat sebelum menjadi anaknya kini kembali lagi. Bara menunjukan sifat datarnya.
El, adik tersayang nya tadi pagi hanya menyapa dirinya sebentar lalu ia segera pergi dengan Diego, entah kemana. Diego pun terlihat aneh, biasanya jika ia akan mengajak El jalan-jalan pasti Ernest selalu di tanya juga, apakah ia ingin ikut atau tidak, tapi tadi pagi bahkan Diego sama sekali tidak menyapanya.
Perasaan Ernest gusar, apakah mereka semua sudah tidak menerima Ernest di keluarga Gixxer, atau Ernest melakukan kesalahan.
Tapi jika memang mereka sudah bosan dan tidak ingin menganggap keluarga lagi makan Ernest siap untuk melepas semuanya, walapun Ernest akui Ernest amat sangat begitu senang berada di lingkungan keluarga Gixxer.
Hari ini, asistennya memberi tahu jika nanti setelah makan siang ada Meeting dengan perusahaan Papah nya, Ernest sempat takut untuk bertemu Bara, walau bagaimana pun Ernest sudah tinggal lama dengan Bara dan ia menjadi sangat takut.
Riki, asisten dari Ernest cukup sadar jika bos nya itu sedang tidak baik baik saja. Wajahnya terlihat sedikit pucat dan ada keringat di pelipis nya padahal AC ruangan Ernest selalu full.
"Err, kamu baik-baik aja?" Tanya Riki, umurnya memang jauh diatas Ernest makanya Ernest menyuruhnya untuk memanggil namanya saja tanpa embel embel tuan.
"Gapapa ko om, nanti siapin aja materi meeting buat ketemu Papa" Ucap Ernest.
"Tapi wajah kamu pucat, kamu sakit ya?" Tanya Riki khawatir, dirinya sudah lama tau tentang Ernest jadi Riki sudah menganggap Ernest sebagai adiknya sendiri.
"Err gapapa ko, om balik ke meja om aja" Suruh Ernest.
"Kalo ada apa apa panggil om" Ucap Riki, lalu pergi meninggalkan ruangan Ernest.
Ernest memijat kepalanya yang sedikit pening, perutnya merasa tidak enak, apa mungkin karena Ernest tidak sarapan pagi tadi. Tubuhnya sudah biasa menerima makanan di pagi hari, tapi hari ini ia sama sekali belum makan.
Ernest membuka ponsel nya, wajah sempurna dari kedua orang tuanya dan juga ada El dan Ernest di tengahnya, foto itu diambil saat mereka sedang liburan di Lembang dan Ernest menjadikannya sebagai wallpaper ponselnya nya.
Sudah hampir jam makan siang tetapi ponsel nya masih sepi, biasanya jika sudah jam segini maka ponselnya akan ramai dengan pesan grup. Fira yang selalu mengingatkan El, Ernest dan juga Bara untuk makan siang, atau El yang mengirimkan link video random dari sosial media. Tapi sejak pagi Grup itu masih sepi, bahkan terakhir mengirim pesan kemarin pukul 21.00 itupun pesan dari Bara.
Hatinya semakin gusar, Ernest sebisa mungkin tidak berfikir yang aneh-aneh, ia akan menyibukkan dirinya dengan tumpukan dokumen agar sedikit melupakan keresahan hatinya.
Pukul 12.00, Riki masuk membawakan satu kotak lunch dan jus mangga kesukaan Ernest. Riki menyuruh Ernest untuk makan agar tidak sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBARACK
RandomALANGKAH BAIKNYA SEBELUM BACA FOLLOW AKUN INI TERLEBIH DAHULU DAN JANGAN LUPA VOTE Cover by pinterest
