Bab 44

8.7K 541 44
                                        

Happy Reading












Memasuki musim penghujan membuat suasana kota Bandung begitu sejuk dan teduh. Jalanan sekitar Braga menjadi begitu sangat cantik, tidak hanya di Braga di jalan-jalan lain pun sama begitu cantiknya.

Bandung merupakan kota yang sangat indah, hampir sebagian orang ingin tinggal di kota ini. Kota yang begitu teduh dan memiliki banyak sejarah.

Pagi ini di kediaman keluarga Bara tengah ada adegan dewasa, dimana Fira yang yang tengah mengamuk akibat si sulung yang membuat onar.

Ernest, remaja itu sudah tidak pulang ke rumah selama 3 hari. Hasil dari laporan anak buah Bara Ernest tengah ada proyek besar di kantor nya yang mengharuskan untuk tetap stay di kantor, jika ingin istirahat Ernest lebih memilih pulang ke apartemen ketimbang ke rumah.

Jarak dari kantor Ernest ke rumah cukup jauh dan untuk menghemat tenaga karena harus berkuliah dan juga bekerja maka Ernest memutuskan untuk pulang ke apartemen sementara.

Dan siapa sangka, tiga hari tidak pulang ke rumah pagi ini Ernest pulang dengan keadaan basah kuyup yang masuk begitu saja ke dalam rumah.

Fira yang melihat tingkah laku si sulung langsung tersulut emosinya. Sudah tau badan basah namun tetap nekat masuk ke dalam rumah, kenapa tidak panggil bibi untuk di bawakan handuk.

"ABANGGG!!!" Kesal Fira, Bara dan El yang tengah duduk di sofa ikut kaget mendengar teriakan membahana Fira.

"Ya Allah bang, badan basah kuyup kaya gitu malah masuk ke dalam rumah, emang kamu ga bisa gitu panggil bunda atau siapa untuk bawain kamu handuk?" Ucap Fira kesal.

"Sorry bund, abang lupaa" Balas Ernest tidak merasa bersalah, anak itu malah saling ledek dengan adiknya.

"Lupa? Bang, emang kamu ga ngerasain basa apa di tubuh kamu? Abang bunda lagi bicara ih" Kesal Fira, si sulung benar-benar ya, dirinya tengah marah ia malah asik meledek adiknya.

"Heheee iya bunda iyaaa, abang denger koo" Balas Ernest cengengesan, dengan tampang yang tengil yang sama sekali tidak pernah di perlihatkan oleh siapapun kecuali keluarganya.

"Bund, biarin abangnya mandi dulu kasihan nanti masuk angin" Bara mengeluarkan suaranya, tidak baik pagi-pagi sudah mengomel apalagi itu omelan istrinya.

"Sanah mandi habis itu turun untuk makan" Ucap Fira.

"Otayyy bundaa" Ernest buru-buru masuk ke dalam lift, tidak peduli badan nya basah toh Fira sudah mengomeli nya ini tadi.

Melihat kepergian abangnya, El jadi merasa ingin mandi hujan juga. Mumpung hari ini libur dan tengah hujan deras.

"Lagi mikirin apa?" Tanya Bara, memindahkan posisi El agar duduk di atas pangkuannya.

"El boleh mandi hujan ndaa?" Tanya El pelan, walaupun sudah tau jawabannya apa tapi El harus memastikan nya terlebih dahulu.

"Tidak" Jawab Bara tegas, hujan di luar sangat lebat tidak mungkin juga ia mengizinkan El untuk mandi hujan yang ada nanti akan demam.

"Bundaaaaa" El beralih menatap Fira dengan wajah lucunya.

"Boleh" Jawab Fira.

ELBARACKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang