Happy Reading
Malam minggu, seperti biasanya keluarga bapak Bara berkumpul di meja makan untuk melangsungkan makan malam bersama seperti malam-malam biasanya.
Namun kali ini toddler nya bapak Bara dan ibu Fira itu tengah ngambek akibat di tinggal seharian di rumah.
Pagi tadi Fira dan Bara memang pergi menghadiri acara kantor dan Fira sudah mengajak El untuk ikut bersamanya namun, si bayi singa itu menolak dengan alasan ingin menonton film di rumah.
Fira sudah menjelaskan jika nanti ia dan Papa nya itu akan pulang sore begitupun dengan si Abang yang akan pergi ke kampus lalu lanjut ke kantor.
El tetep pada pendirian nya yaitu ingin di rumah sambil menonton Film.
Akhirnya Fira, Bara, dan Ernest pergi meninggalkan bayi singa di rumah dengan para penjaga dan maid.
Fira juga sudah menyiapkan semua keperluan El dan makanan nya agar nanti maid yang menjaganya tidak pusing dan repot.
Pukul 6 Sore mereka baru sampai rumah, mereka langsung bersih-bersih dan tidak sempat melihat si bungsu terlebih dahulu.
Setelah bersih-bersih Fira turun ke lantai satu untuk mengecek keadaan si bungsu yang sudah ia tinggal seharian.
Ia melihat El yang tengah duduk sendirian di depan TV. Entah kenapa wajah manisnya seperti tengah menahan kesal.
Fira duduk di samping El, mengusap kepala anak itu lalu mencium nya.
"Wangi banget anaknya Bunda, udah sholat magrib?" Tanya Fira.
El hanya mengangguk tidak menjawab pertanyaan Fira itu ataupun melihat ke arahnya.
Tubuhnya ia geser agar menjauh dari Bundanya, mengambil bantal lalu ia taru di atas pahanya.
Fira yang melihat tingkah El merasa aneh, tidak biasanya si bungsu menghindar seperti itu, biasanya jika sudah ada Fira anak itu langsung lengket seperti lem.
"Adek kenapa? Ko jauhan duduknya sama Bunda?" Masih belum ada jawaban.
El pura-pura fokus terhadap tontonan kartun di hadapannya, dadanya sudah naik turun menahan kesal.
Tidak lama, Bara dan juga Ernest datang ikut bergabung bersama keduanya.
Bara mencium kedua pipi El begitupun dengan Ernest yang sama. Mereka berdua duduk di sofa memperhatikan El yang sama sekali tidak ada respon setelah di cium.
"Ada apa, baby?" Tanya Bara
El masih terus diam, tidak menjawab maupun melirik Papa nya itu.
Bara bingung, ia melirik istrinya dan hanya gelengan kepala yang di berikan Fira, tanda tidak tahu.
"Dek, itu Papa tanya loh masa ga di jawab?" Ujar Fira lembut dan juga belum ada respon.
Bara ikut tersulut emosi melihat tingkah El yang menurutnya tidak sopan. Tahu sendiri Bara ini seperti tisu yang di belah lalu terkena air, mudah hancur. Begitupun Bara yang mudah sekali emosi.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBARACK
AcakALANGKAH BAIKNYA SEBELUM BACA FOLLOW AKUN INI TERLEBIH DAHULU DAN JANGAN LUPA VOTE Cover by pinterest
