Happy Reading
Masalah perkuliahan sudah selesai, El malam itu pula langsung bicara dengan Papa, Bunda serta Abangnya dan syukur mereka mau untuk membantu biaya perkuliahan teman-teman El.
Dengan syarat, mereka harus benar-benar serius dalam belajar dan tidak boleh malas-malasan.
Bara membantu membayar uang kuliah teman-teman El sedangkan Ernest membantu uang saku mereka setiap bulan nya.
Segala pendaftaran sudah di urus oleh Bimo asisten Bara dan Riki asisten Ernest sudah membuatkan masing-masing ATM yang sudah berisi saldo untuk mereka.
Jadwal mereka masuk masih 5 hari lagi, El sudah banyak membeli perlengkapan untuk kuliahnya, Fira yang excited karena El akan kuliah ikut membelikan barang-barang keperluan lainnya.
Menuju sore, sekitar pukul 2 keluarga Gixxer tengah berkumpul di ruang TV.
Bara dan Ernest yang pulang ke rumah untuk makan siang memilih tidak kembali ke kantor dan memutuskan untuk bermain bersama si bontot.
El, sejak tadi sibuk menyusun lego miliknya yang di belikan oleh Diego, Om nya yang sampai saat ini belum juga married.
Sedangkan Ernest, anak itu sibuk meng-scroll handphone nya sambil bersandar di bahu sang Papa dengan rambutnya yang terus di elus.
"Papa, ini ko ga bisa ke pasang sih?" Tanya El.
"Try looking again" Ujar Bara.
Lego nya sudah sebagian kepasang itupun akibat bantuan Bara semalam dan jika Bara lihat-lihat anaknya itu sama sekali belum berhasil menyusun sejak tadi.
"Lemah, gitu aja ga bisa" Ledek Ernest, melempar handphone nya sembarangan lalau turun ke bawah, duduk di samping sang adik.
"Dari tadi belum dapet juga susunan kamu?" Tanya Ernest.
"Ihhhh, bukanya belum dapet tapi ini lego nya terlalu sulit abang!" El mencabik kesal, benar apa kata abangnya jika ia belum sama sekali menyusu lego nya sejak tadi.
"Emang aja kamunya yang ga bisa, this is easy to know"
Ernest mengambil potongan balok tersebut lalu mulai menggabungkan dengan potongan-potongan lainnya agar membentuk sesuatu.
"See it's easy, isn't it?"
El mantap Ernest tajam, ia tidak suka melihat Ernest yang terus meledeknya nya dan mengatakan ini mudah padahal kan sulit.
Brakk
El merobohkan susunan Lego yang hampir selesai itu dengan santainya, menatap Abangnya dengan remeh.
Bara dan Fira yang melihat tingkah El hanya menggelengkan kepalanya, sebentar lagi pasti akan ada pertengkaran antara kakak beradik tersebut.
"Why was it torn down?" Kesal Ernest, salahnya di mana coba kan dia hanya membantu sang adik menyusun.
"They say it's easy, try putting it together again!" Dengan tampang songong nya El menyuruh sang kakak.
"Adek!" Panggil Fira, tidak suka melihat tampilan El yang tidak sopan kepada si Abang.
"Abang yang salah, ledek ledek adek terus bilang itu mudah" Kesalnya, wajahnya merah padam, benar-benar sudah tidak enak di pandang oleh Fira dan juga Bara.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBARACK
AléatoireALANGKAH BAIKNYA SEBELUM BACA FOLLOW AKUN INI TERLEBIH DAHULU DAN JANGAN LUPA VOTE Cover by pinterest
