Sebelumnya pencetkan 🌟 bintang kecilnya dulu, baru setelah itu kita next!
*****
~Happy Reading~
Seorang gadis baru saja terbangun
dari tidurnya. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 07.15 menit. Tapi, para penghuni markas belum ada satupun yang terjaga. Untung saja hari ini adalah hari Minggu, jadi mereka semua tidak perlu bangun pagi-pagi untuk berangkat ke sekolah.
"Kenapa tiba-tiba gue bisa disini? Bukannya semalam ada di sofa depan? Lah siapa yang ngangkat gue? Gue ga diapain apain kan?" -- Batin Gheisya panik, pagi-pagi sudah seperti orang kebakaran jenggot saja dia.
Tidak ingin menerka-nerka lagi segera saja ia keluar untuk melihat apakah ada orang diluar. Ketika sudah berada di ruang tamu, dirinya terkejut bukan main sambil meneriaki nama Zean, karna hanya nama itu saja yang ia ketahui.
"Huaa.. Zeann, Astaghfirullah.. ucapnya berulang sampai tiga kali dengan mata yang tertutup, sangking paniknya wkwk.
"Mata gue udah ga suci lagi bangke!" Ujarnya dalam hati.
Semua yang berada di luar, terkejut bukan main. Termasuk Gio yang refleks pun, tanpa sadar sudah memeluk Elza, yang juga kebetulan sedang berada di sampingnya.
"Sialan," umpat Naka.
"Lo ngapain teriak-teriak si ha?"
Tanya Elza kaget.
Untung saja dirinya tidak mempunyai riwayat penyakit jantung. Jika tidak, maka sudah dapat dipastikan akan berakhir dirumah sakit dirinya saat ini.
Persetan dengan Naka dan Elza. Sekarang yang sedang dicemaskan gadis ini adalah, bagaimana caranya ia kembali ke kamar tadi tanpa membuka matanya.
Semua yang berada disini bingung saat melihat gelagat gadis ini. Wajahnya yang ditutup dengan telapak tangan, dan juga pandangan nya terus saja tertuju ke bawah.
"Dia kenapa?" Batin Zean. Namun detik berikutnya dirinya langsung paham.
"Cepat, pake baju lo semua!" Titahnya.
*****
Dengan wajah merah bak kepiting rebus, Gheisya berjalan tergesa-gesa untuk segera tiba di kamar. Tak ingin memperlihatkan wajahnya itu pada Zean dan para para komplotannya itu.
"Susulin sana!" Suruh Saga.
"Ngapain gue susul, biarin aja dulu. Pasti dia malu gara-gara tadi." Balas Zean.
"Ya.. justru itu lo harus susul ogeb, minta maaf ke dia!" Ujar Saga lagi.
"Lah kok gue si yang minta maaf? Yang ngebentak dia tadi itu si El sama Naka, bukan gue!" Balasnya masi tak ingin kalah.
"Kan lo yang bawa dia kesini Zen!" Sambar Elza cepat.
"Diam lo!"
"Udah lah Zen, kurangi dikit gengsi lo itu. Cuma minta maaf ke dia apa susahnya si?" -- Suruh Saga untuk kesekian kalinya.
Zean ini, gengsi nya minta ampun dah
"Oh iya bos, tadi pas dia teriak seingat gue dia cuma manggil nama lo doang. Kayanya lo emang bener-bener harus minta maaf ke dia bos!" -- Kini giliran Gio ikut-ikutan menimbrung.
Kalah! Kali ini Zean benar-benar kalah telak! Mau tidak mau, dirinya harus meminta maaf pada gadis itu, berkat paksaan dari para curut-curut nya itu.
Ck.. iya-iya, gue kesana sekarang!" Terdengar kentara sekali suara malasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAZEAN (REVISI)
Teen Fiction[FOLLOW DULU BARU BACA, GA FOLLOW GA ASIK!] semakin dibaca semakin paham! "CEWE YANG MAU DIJODOHIN SAMA GUE ITU LO!" "Kenapa malah kabur?" *** Menceritakan hal pribadi tentang permasalahan yang sedang dihadapi, pada seseorang yang baru dikenal juga...
