Chapter VIII : Malam Karnaval

13 4 1
                                        

Esok harinya seperti yang ditawarkan Jenderal Baadal. Kedua remaja itu pergi berkeliling Ibu Kota Ragnala untuk melihat karnaval yang diadakan oleh rakyat biasa ditemani Icarus sebagai pemandu. Ketiga orang itu menyamar menggunakan pakaian biasa agar tidak mencolok diantara kerumunan. 

Sesampainya disana mereka disambut oleh khalayak ramai dari kalang tua, dewasa, remaja dan anak-anak hadir untuk menikmati karnaval yang diadakan setiap tahun, stan-stan toko berjejeran sepanjang jalan dengan berbagai aneka ragam jualan dari makanan, potions, aksesoris, permainan dan masih banyak lagi.

"woah, apa ini pedang sungguhan?" tanya Kavin saat mereka memasuki salah satu toko senjata pemuda itu mengambil salah satu pedang yang dipajang ditoko pedang tersebut "baah, apa kau pikir pedang yang kujual palsu?. Semua pedang ini asli terbuat dari bahan berkualitas dan ditempa oleh yang ahlinya!" serunya sambil mengadukan dua pedang yang dipegangnya hingga suara besi yang beradu terdengar nyaring.

Kavin antusias mendengar penjelasan pedagang itu mengenai senjata-senjata yang katanya dirancang dan ditempa oleh kaum dwarf, senjata legenda milik lima ksatria penakluk naga yang Andhira tau itu hanya bualan semata. 

Ohh, ayolah jika benar itu senjata legenda milik ksatria penakluk naga akan lebih masuk akal jika mereka menemukannya di museum bukan di sebuah toko. Pihak kerajaan juga tidak akan mungkin membiarkan benda pusaka itu diperjual belikan. Membiarkan Kavin yang tengah asik memilih pedang yang ingin dibelinya dengan bantuan Icarus. Andhira memilih melihat-lihat isi toko senjata. Icarus bilang toko ini merupakan salah satu toko yang menjual senjata terkomplit dengan kualitas yang bagus di kota Ragnala.

Andhira akui ada banyak jenis senjata disini dimulai dari tombak, pedang dengan berbagai bentuk, kapak, belati, tank dan busur Andhira tersenyum melihat sebuah busur dengan ukiran naga itu. Tangannya tergerak untuk mengambil busur tersebut. Pikirnya hanyut seketika, gadis itu rindu berlatih memanah bersama teman-temannya dan juga Jake kuda yang selalu menjadi partnernya dalam setiap lomba panahan "pilihan yang tepat nona. Busur itu akhirnya menemukan pemilik barunya. Hahah"

Andhira menoleh mendengar seruan itu "beli saja jika kamu ingin toh bukan kita yang bayar" ujar Kavin menaik turunkan alisnya dengan senyum menyebalkan "biar aku lihat" ujar Icarus berjalan mendekati Andhira. Mengambil alih busur yang dipegang gadis itu mengeceknya sebelum mengambil anak panah dan membidiknya ke arah target yang digantung di dinding

Andhira refleks berseru melihat Icarus berhasil mengenai targetnya dengan tepat "berapa ini?" tanya Icarus kepada pemilik toko "20 Gill. Aku beri diskon khusus untuk kalian" sahutnya menyeringai lebar "10 Gill" tawar Icarus "hei, aku sudah memberi diskon tapi kau menawar lagi?" seru pemilik toko tidak terima "7 Gill" tawar Icarus lagi tanpa mempedulikan protesan pria berotot dengan brewok di sekitar dagunya itu "tidak, tidak. Kau tau busur itu dibuat oleh kaum dwarf ratusan tahun lalu—"

"aku kenal pembuat busur ini dan aku ingat dengan jelas dia bukan seorang dwarf--" potong Icarus memberikan busur itu kepada Andhira "--5 Gill atau tidak sama sekali" lanjutnya berjalan mendekat ke arah meja sambil mengeluarkan kantong koin dan menaruhnya di atas meja "baik-baik penawaran awal 10 Gill" putus pemilik toko itu dengan wajah masam.

"terima kasih Ousta" ujar Icarus sambil membuka pintu toko membiarkan kedua remaja itu keluar lebih dulu

"pergilah, jangan pernah kembali lagi ketokoku!"

Andhira meringis tidak enak bisa-bisanya mereka tidak akan diizinkan untuk membeli apapun lagi di toko itu "apa tidak apa-apa menawar seperti itu? Kau bilang toko ini bagus soal kualitas" tanya Andhira setelah mereka pergi dari toko senjata Ousta

"tidak perlu khawatir. Aku mengenalnya dengan baik meski berbicara seperti itu dia tetap akan menerima kita jika kita datang lagi ke tokonya." Sahut Icarus tenang yang diangguki Andhira "apa kau sungguh mengenal orang yang membuat busur ini?, kupikir dia tidak berbohong mengenai dwarf yang membuat busur ini melihat segi kualitasnya" ujar Andhira sambil mengecek kembali busur yang dia beli tadi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Sep 20, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BENTALATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang