Paginya Andhira terbangun karena suara gaduh dari luar kamar. Gadis dengan piyama character cartoon itu mengucek matanya yang agak membengkak karena menangis. Terdiam sebentar untuk mengumpulkan nyawanya sebelum bangkit beranjak mendekati pintu saat mendengar suara gaduh dari luar kamar. Rumah ini terbuat dari kayu dengan ukuran yang tidak begitu besar maka kegaduhan sekecil apapun dapat terdengar walau samar.
Andhira mendekatkan telinganya ke daun pintu menajamkan indra pendengarannya untuk menguping percakapan diluar kamar.
“—dua anak dengan pakaian aneh muncul tiba-tiba saat aku sedang makan malam--”
“—Jenderal, bisa saja mereka mata-mata dari Sabitah—“
“—belum lama ini kerajaan Jenggala juga kalah perang—“
Gadis itu menelan ludah mendengar percakapan samar dari luar kamar dan jelas itu bukan kabar baik ditambah kalau tidak salah Andhira tadi mendengar seseorang menyebut Jenderal. Gawat, kakek tua keras kepala itu tidak melaporkan mereka pada polisi atau semacamnya di zaman ini tapi Jenderal? Apa kakek itu masih bersikeras bahwa mereka merupakan mata-mata?
Dengan cepat gadis itu berjalan mendekati kembarannya yang tertidur di atas tikar samping kasur yang sepertinya semalam pemuda itu gelar dan entah darimana kembaranya itu dapat Andhira tidak mau ambil pusing ada hal yang mendesak dibanding membahas dari mana Kavin mendapatkan tikar tersebut.
“Kavin” ujar Andhira sambil menggoyangkan bahu kembarannya itu yang dibalas gumaman tidak jelas dari Kavin. “Kavin bangun!”
“apa sih Dhir?” tanya Kavin dengan suara serak merasa tidur nyenyaknya terganggu
“bangun Vin. Kita harus kabur sekarang” ujar Andhira masih mencoba membangunkan Kavin “iya-iya cari kuda dulu sana baru bangunin gue lagi” racau Kavin menutup telinganya dengan bantal “Kavin gue serius! Kakek tua itu gak ngelaporin kita ke polisi atau semacamnya tapi ke Jenderal langsung” panik Andhira sambil mencoba merebut bantal yang digunakan Kavin menutup telinganya.
Kavin terdiam sebentar masih dengan mata terpejam mencoba mencerna kalimat yang dikatakan kembaranya setelah otak berhasil mencerna spontan pemuda itu bangun “Jenderal? Jenderal beneran?” tanya Kavin dengan raut wajah terkejut yang dibalas anggukan Andhira.
Tok...tok
Kedua remaja itu menegang masih saling berpandangan kala mendengar ketukan pintu diluar dan dengan kompak menoleh ke arah pintu saat mendengar suara pintu terbuka.
“mati kita”
...
Pagi ini begitu cerah langit yang berwarna biru, burung-burung yang bernyanyi menyambut hari, udara yang sejuk khas pedesaan karena lingkungan yang terjaga tidak tercemar oleh polusi. Tempat yang cocok untuk menjernihkan pikiran dari kepenatan ibu kota. Berbanding terbalik dengan kedamaian diluar sana.
Tepat di ruang makan. Tempat dimana kedua remaja itu muncul setelah berhasil membuka portal menuju dunia lain. Di ruangan yang dipenuhi keheningan yang menegangkan terdapat 2 remaja tanggung yang duduk berhadapan dengan 4 orang dewasa yang menatap mereka dengan berbagai ekspresi.
Di sebelah kanan kakek tua itu duduk seorang pria berambut dirty blonde dengan model undercut yang sepertinya hanya berbeda beberapa tahun dari Kavin dan Andhira matanya berwarna biru menyorot tajam pada kedua remaja yang masih duduk di hadapannya pria itu menggunakan kemeja dan celana katun putih dengan jubah putih panjang tersampir di bahunya pakaiannya mirip dengan lelaki berambut hitam, yang menatap kedua remaja di hadapannya dengan mata hijau yang menyorot tenang.
Di Tengah kedua pemuda itu pria paruh baya yang sepertinya berumur sekitar akhir 30an, pria itu duduk tenang dengan tangan yang bersedekap dada, menggunakan jubah putih sama seperti pemuda yang duduk di kanan dan kirinya yang berbeda hanya atributnya yang lebih lengkap. Keberadaannya yang kuat dan, mengintimidasi lawan bicaranya ditambah mata kanan yang berwarna putih dengan codet vertikal dari area kantung mata hingga kelopak mata menambah kesan menyeramkan. Siapapun pasti langsung dapat menyimpulkan bahwa pria ini merupakan salah satu orang penting yang sangat berpengaruh
KAMU SEDANG MEMBACA
BENTALA
AdventureWahai, bacalah aku. Kan ku ajak kau menjelajahi dunia dengan berbagai hal menakjubkan yang tidak pernah kau jumpai. cerita ini terinspirasi dari beberapa novel, film dan anime
