Welcome deobi deobi.. Double up buat pemanasan PDKT kita nih ceritanyaa!!
(Atau mungkin kamu yang mulfand yah, hhehe)
Udah masukin ke daftar baca beluum?? Jangan lupa komen sama vote nya juga yaaakk😙
HAPPY READING LOVEEE❤❤
.
.
.
.
.
Changmin meniti pantulan wajahnya di cermin. Wajah tampannya kini babak belur dengan noda ungu kebiruan yang tersebar hampir di setiap inci wajahnya. Ia mendapatkan luka lebam di sekitar bibir, sebuah cakaran cukup dalam melintang panjang di sudut dahi. Belum termasuk pelipisnya yang robek dan tulang pipinya yang menghitam.
Ia menghela napasnya berat. Entah dosa apa yang dilakukannya di masa lalu hingga ia dikutuk dengan deret kesialan tanpa ujung.
Satu minggu sejak penemuan jasad gadis kecil di lapangan Aiyest atau lebih tepatnya kemarin, Changmin dikeluarkan dari tim satuan penyelidikan khusus. Padahal dirinya adalah detektif handal yang dapat sepenuhnya memegang kendali.
"Aku bersumpah akan membunuh Hyunjae suatu saat! "
Sebenarnya Sangyeon tidak serta merta mengeluarkan Changmin. Komandan itu tentu punya segudang alasan kuat yang digunakan untuk mengusir pria pemarah itu dari tim.
2 hari setelah pembunuhan terjadi, Changmin terlibat adu fisik dengan seorang pemuda yang menggambar pemandangan di sebuah gang sempit. Ia menuduh pemuda itu sebagai pembunuh saat bahkan tidak dapat menunjukkan satupun bukti sebagai penguat tuduhan.
"Kau boleh pergi" Ucap Hyunjae kepada pemuda hoodie besar babak belur yang duduk di balik meja interogasi.
Pemuda itu tak banyak memberikan reaksi. Hanya memandang Hyunjae datar sebelum akhirnya membungkuk dan pergi.
Changmin tentu naik darah. Bagaimana bisa kepolisian membebaskan psikopat yang sudah menggambar TKP pembunuhan di tembok tempat umum.
"Kalian sudah gila? Bagaimana kalau pemuda itu kembali melakukan pembunuhan? "
Hyunjae dan Sangyeon bertukar tatap. Salah satunya memberikan dokumen berisi pernyataan resmi yang disampaikan pemuda itu selama interogasi.
"Kalau begitu carilah bukti untuk memberatkan alibinya. "
Changmin membaca tulisan pada dokumen yang tidak terlalu tebal itu. "Hanya hobi? Ia menggambar sebuah TKP pembunuhan hanya karena sebuah hobi? "
Apa itu masuk akal? Terlebih si tua bangka Sangyeon bahkan mempercayai alasan yang terasa sangat murahan itu. Changmin tidak akan terkejut jika besok matahari telah terbit di barat. Dunia ini sudah tak dapat diandalkan! Keadilan hanyalah isu yang sekarang sudah punah.
"Baiklah! Aku sendiri yang akan membuktikannya. "
_
_
_
"Makanlah selagi hangat! " Titah Kevin pada atasan yang penampilannya kini terlihat sangat kacau. Rambut lurusnya entah sejak kapan dibiarkan kusut tak tersisir. Ia juga bisa melihat barisan kumis tipis yang mulai muncul di atas bibirnya, padahal pria itu terkenal sangat modis dan menjaga penampilan.
Changmin mengambil sendok dan makan dengan lahap. Ia sudah lupa kapan terakhir kali ia memasukkan makanan ke lambungnya, sepertinya sebuah roti dan susu pisang tepat sebelum panggilan penemuan mayat di lapangan, itupun jika ia tak salah mengingat.
KAMU SEDANG MEMBACA
CURSED | The Boyz
FanfictionSunwoo terlempar cukup jauh, punggungnya terhentak keras hingga terbatuk. Keadaannya cukup kacau dengan beberapa luka lebam yang hampir menghiasi seluruh wajah. Pria itu bahkan bisa merasakan karat dari darah di bibirnya yang sobek. Tangannya merab...
