haloo!
i'm so sorry karena ngaret up nya huhu, ini aku tamatin aja ya daripada sad ending :')
happy reading and sorry for typo
—————————
“Jadi pacar gue” Jungwon menatap Sunoo penuh arti, nampak harapan di matanya.
Yang ditatap mengerjapkan matanya berkali-kali. “e-eh? Jangan bercanda dulu..”
Jungwon tersenyum tipis, ia menetralkan nafasnya agar kalimat yang ia sampaikan bisa meyakinkan ke lelaki manis di sebelahnya.
“gue ga pernah bercanda soal perasaan Noo, ada banyak alasan gue nyaman sama lo”
“Pertama, lo salah satu orang yang ga anggap gue sebagai perfect person atau apalah, gue juga ngerasa kalau lo lebih tau kekurangan gue daripada Haruto”
“Kedua, lo udah bikin gue ngerasa di sayang. Lo bikin gue ngerasa pantas hidup di dunia ini”
“Dan yang terakhir..” Jungwon mencoba mengatur nafasnya, matanya sedikit berkaca-kaca.
“L-lo.. berhasil bikin gue gagalin segala rencana buat pergi selamanya dari sini..” Setetes air mata berhasil turun membasahi pipi nya. Jungwon sedikit terbawa suasana karena ia mengingat hidupnya yang gelap kemudian tuhan mendatangkan Sunoo kepadanya.
“Won..?”
Jungwon menghapus air matanya lalu tersenyum. “don't leave me” ucapnya lirih.
“setelah ini, beneran janji ya? soal kamu yang sering cerita kalau kamu ingin disayang selalu buat aku ingin lindungin kamu secara langsung. Aku ngga bakal sia-sia in kesempatan ini buat kasih kamu banyak cinta won” Jelas Sunoo dengan lembut.
Jungwon mendekatkan tubuhnya pada Sunoo, ia mendekap erat lelaki itu lalu menangis diam-diam. “Thank you”
“Karena kamu udah disayang, kamu sekarang harus sayang sama diri sendiri, oke?”
Yang ditanya langsung mengangguk tanpa keraguan. “i promise, i will loving myself”
*****
“Hah demi apa?!? Jungwon udah punya pacar?!”
“Cowo itu?!”
“Tapi diliat liat mereka cocok loh!”
“Apaan sih! mending sama aku”
“Katanya Jungwon sedikit berubah ya semenjak pacaran, aura nya lebih positif gitu..”
Kabar jadian mereka berdua tersebar dengan cepat, tapi Jungwon tidak keberatan dengan hal itu. Justru dia semakin menunjukkan jika dirinya 'bucin'
Ada yang beranggapan positif ada pula yang beranggapan negatif. Tapi mereka berdua tidak mempermasalahkan komentar komentar itu.
“knock knock, dimana Cutipie?”
Seperti saat ini, dikelas Sunoo yang masih terbilang ramai, Jungwon terlihat manja saat ingin menjemput sang kekasih di kelasnya.
“kok duluan keluarnya?” Tanya Sunoo ketika sudah keluar dari kelasnya.
“jam kosong, hehe” jawabnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
“hadeh.., yaudah ayo pulang”
“tunggu!" Jungwon menarik tangan Sunoo hingga Sunoo terhuyung ke belakang
“aku mau ajak kamu ke suatu tempat boleh? Aku mau cerita soal masa lalu—”
“boleh, aku mau kenal kamu lebih dalam lagi”
Jawaban yang Sunoo lontarkan membuat telinga Jungwon diam-diam memerah, salah tingkah karena ucapan si manis.
“let's go~”
*****
Motor Jungwon berhenti di sebuah pondok kecil bercat coklat kehitaman dekat bukit. Suasana nya cukup sepi dan sedikit jauh dari jalan raya.
Jungwon membawa Sunoo ke sebuah ayunan di sana. Ayunannya cukup lebar dan terbuat dari besi sehingga cukup untuk mereka berdua.
“dulu, nenek sering bawa aku kesini”
“tempat ini cukup ramai dulu, tapi ntah kenapa tempat ini jadi sepi semenjak aku duduk di bangku sekolah dasar”
“waktu ayah bunda bertengkar, aku sering kabur kesini buat tenangin pikiran. Selain itu, tempat ini juga sering lihat aku nangis”
Jungwon menunjuk sebuah tali panjang dan cukup besar berwarna biru di dekat pondok.
“jangan bilang itu—”
“iya, aku hampir aja bunuh diri kalau saat itu ngga ada chat nyasar dari kamu”
Raut wajah Sunoo menjadi khawatir, dibenaknya sudah ada pertanyaan 'berapa banyak rencana yang hampir kamu lakuin buat pergi dari dunia ini?’
“dipikir-pikir, aku emang pengecut.. aku selalu berusaha buat lari dari masalah, aku mudah nyerah gitu aja karena ngga tahan sama mereka ataupun karena harus jadi nomor satu”
Sunoo menyenderkan kepalanya ke bahu Jungwon. “itu artinya, aku datang tepat waktu?”
“iya, secara ngga langsung kamu yang selamatin aku waktu itu”
Sunoo menangkup kedua pipi Jungwon, membuat yang lebih muda menoleh ke arahnya.
“terimakasih ya? udah bertahan sejauh ini”
cup..
Sunoo mengecup pipi milik kekasihnya “Kim Sunoo sayang banget sama Yang Jungwon”
“Thanks for loving me, Kim Sunoo.. I love u too” Jungwon membawa lelaki manis di hadapannya ke pelukannya, pelukan hangat dan penuh kasih sayang.
“Sampai kapanpun, tolong jangan merasa sendirian ya! Kamu punya aku disini”
-The End-
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Jungwon & Sunoo
Fanfiction[END] book ini alur nya ditentukan oleh readers, jadi kalau mau jawab dipikir dulu biar nda sad end HAHAHA bxb! homophobic go away
