Tak kunjung ditemukan, gadis bernama Lee Soodam hilang begitu saja. Semua orang menjadi tak bisa menikmati makanan dengan santuy karena sudah ditunggu selama 40 menit, Soodam belum juga kembali.
Dita sudah menelfon ponsel Soodam, tetapi rupanya ponselnya ada di tas Rosé. Mereka panik. Belum lagi Jennie yang sulit dihubungi.
"Sumpah, tu anak di mana sii?" cerca Jinny sambil menyisir rambutnya ke belakang.
Dita duduk sebentar di kursi panjang dengan mengetikkan beberapa kata. Rupanya dia sedang melihat gmaps guna menebak di mana tempat yang sekiranya Soodam hinggapi.
Rose memisahkan diri. Jelas dia menjadi orang yang paling pusing. Dia membawa kaki jenjangnya ke sana ke mari untk memastikan bahwa Soodam masih di area yang sama dengan mereka.
Namun ada satu yang menyita perhatian, yakni perilaku Jinny.
Lea memperhatikan sikap Jinny yang berubah menjadi serius. Dia menyisir semua tempat dengan matanya yang tajam.
"Jin, kita mau nyari ke sebelah sana aja gak? Kayaknya di toilet lebih memungkinkan daripada kita nunggu gak jelas di depan gudang ini." Lea nampak menyampaikan idenya.
Jinny mengangguk. "Ayo ke sana," jawabnya menyetujui. Dengan langkah pelan mereka berdua mulai menyusul langkah Jisoo dan Dita yang mulai menjauh.
"ONNIE!"
Seketika, Dita, Jinny dan Jisoo menoleh ke sumber suara. Jinny mengerut alis, dahinya bergaris dan tangannya otomatis berada di pinggang. "DARI MANAAAAA?!"
"Eum" 🥺 Soodam berhenti berlari tepat di hadapan Jinny, ia takut-takut menatap mata perempuan yang tatapannya tajam ini.
"Kita semua, bahkan Jennie sekalipun gatau daerah sini. Lo kenapa jalan-jalan sendirian? HP juga malah ditinggal."
"Maaf."
"Udah udah, yang penting udah ketemu," gumam Jisoo yang langsung menghampiri.
"Iya, ayo kita ke tempat tadi, kayaknya yang lain juga masih sibuk mencar." Dita membuka ponselnya untuk memberi kabar.
"Emang kamu dari mana?"
"Eung ... Aku ..."
Jisoo masih menunggu jawaban, membuat Soodam kikuk. "Nanti aku ceritain di kosan ya, Onnie."
"Hng, OK."
"Oh iya, Zuu di mana?" Soodam celingukan.
"Kayaknya sama Minji Denise, kan kita mencar."
"Hm ... Maaf ya aku bikin kalian khawatir."
"Lain kali jangan diulangin. Oh ya, itu tadi Jinny serem juga, ya? Hahaha."
"Hm, iya." Soodam mencuri pandang ke Jinny yang berjalan di ujung. Karena posisi mereka dimulai dari Jinny, Dita, Jisoo barulah Soodam di sisi kanan.
"Tapi dari tadi dia keliatan khawatir banget, sih."
"Uh, beneran, Jisoo Onnie?"
"Hm"
*
"Bang, itu temen-temen saya yang kemarin saya bilang mau dateng."
"Hm, coba bawa ke sini."
Jennie menghampiri teman-temannya yang sudah siap sedia menyambut para idol. "Ikut ke dalem sebentar, yuk?"
"Ngapain???" sahut Minji. "Ada Oppa nggak di dalem?"
"Oppa mulu otakmu, Nak. Gue aduin Pak Sung tau rasa."
"Ih jangan dong, Onnie ...." ☹️
Akhirnya semua berjalan masuk dan berhenti di sebuah tenda yang terdapat monitor beserta perlengkapannya. Ada pria berkaca mata yang di lehernya melekat bantal.
KAMU SEDANG MEMBACA
BlackNumber Indekos
FanfictionMengisahkan sebelas gadis cantik yang tinggal di sebuah rumah yang mereka sebut kosan. Ada yang berawal dari ketersesatan, keretakan keluarga dan alasan ingin hidup mandiri. Berbagai karakter bersatu, dari mulai yang keras kepala, kocak, lemot dan t...
