🐶🐰🐷
Mobil Maserati Levante putih milik Jevano memasuki pekarangan rumah, ia langsung memarkirkan mobilnya ke dalam garasi. Meletakkan kedua telapak tangan nya diatas kepala, berniat melindungi kepalanya dari rintikan air hujan.
Jevano melepas sepatunya, lalu meletakkan dirak sepatu yang terdapat di samping pintu utama.
"Papi pulang." Ucapnya setelah membuka pintu utama. Tidak ada sahutan, Jevano melanjutkan langkahnya semakin masuk kedalam. Sampai di ruang keluarga, wajahnya berkerut mendapati putra kecilnya tertidur diatas kasur kecil didepan televisi, bersama boneka-boneka nya yang berjejer mengelilingi.
Jevano mendekat, mengusap kening putranya pelan. "Udah sore masih bobo, dek." Jevano mengecup kening El sekilas, membenarkan selimut berwarna biru muda yang menutupi tubuh kecil itu lalu beranjak ke dapur.
"Mih?"
"Eh-papi udah pulang." Seina menuang tumis brokoli yang ia masak kedalam mangkuk.
"Udah."
Jevano menuju kulkas khusus buat nyimpen buah atau sayuran, memasukkan sekotak stroberi yang tadi sempat ia beli di supermarket.
"Naruh apa?" Tanya Seina mengintip dari balik punggung Jevano.
"Stroberi. Tadi siang dedek bilang stroberi nya habis."
"Iya kah? Hm, aku lupa gak cek stok."
Jevano mengangguk lalu berbalik menghadap Seina.
Cup
"Anaknya kenapa, lagi?" Jevano berjalan ke meja makan mengambil garpu lalu menusuk perkedel di piring.
"Main ke rumah Bima sampai gak mau diajak pulang. Itu tadi kalau gak aku takutin papi bakalan marah, gak mungkin mau pulang anak kamu."
"Gerbang nya suruh kunci aja mih, kalau siang. Biar Bima gak bisa masuk. Bukannya gak boleh main, tapi udah tiga hari ini loh El tidur siangnya telat terus. Main boleh, tapi harus tau waktunya. Masa baru pulang sekolah lagi makan masih capek udah diajakin main." Jevano berucap sambil mengunyah perkedel nya.
"Gak papa, pih?"
"Ya gak papa lah. Demi kebaikan anaknya juga kan. Lagian Bima kenapa coba akhir-akhir ini doyan banget ngajakin El main siang-siang bolong sampai sore sampai waktu tidur siangnya berantakan."
"Semenjak ada Satya deh, pih. Mereka berdua jadi suka main, terus ngajakin El juga."
Satya itu sepupunya Bima. Sudah dua minggu Satya tinggal di rumah Bima, karena orang tua Satya yang sedang ada perjalanan bisnis ke luar negri jadi Satya dititipkan. Awalnya masih biasa, main juga sama-sama tapi setelah tidur siang, tapi makin kesini kok malah lebih suka main. Bahkan El lagi makan siang aja udah disamperin, ditungguin biar bisa diajak main.
"Yaudah, itu aja cari cara aman. Minta pak Tono kunci gerbangnya, dan jangan bolehin Bima masuk kalau cuma mau ngajak main." Ucap Jevano lagi.
Jevano tau anaknya tuh anak rumahan, El gak akan keluar rumah kalau gak ada yang ngajakin. Kalau gak ada yang ngajak main keluar, yaudah dirumah aja, mainan sama boneka-boneka nya, mobilan, robotan miliknya. Diluar rumah sendirian itu mentok dihalaman depan sama halaman belakang, itu juga terkadang masih ditemenin Seina atau gak ditemenin Adrian yang lagi berkebun.
"Habis, yang."
"Sudah ku duga. Dari tadi mulut kamu gak berhenti ngunyah, tangannya nyomot aja terus."
"Hehe abis enak." Jevano menyengir memasukkan potongan terakhir perkedelnya kedalam mulut.
"Mau aku buatin lagi? Mumpung anaknya masih tidur."
KAMU SEDANG MEMBACA
JUST EL [END]
Ficción GeneralBerisi cerita keseharian putra kecil papi Jevan dan mami Seina 📝 22 September, 2022 - ? 🏅High rank #3 Nomin 11, Oktober 2022 #1 Jaemings 12, Oktober 2022 #3 Gs 18, Oktober 2022 #1 Lucu 21, Oktober 2022 #3 family 9, November 2022
![JUST EL [END]](https://img.wattpad.com/cover/322301555-64-k510193.jpg)