"Lani aku ingin berbicara dengan mu?" ucap Lisa berusaha mengejar tangan Lani sambil menarik tangannya menuju taman dekat rumah mereka
"Lepas, lepaskan. jangan keterlaluan walaupun Lea dan Si An menerima mu mereka hanya polos. Sampai aku mati, ibu ku hanya satu. Dasar perempuan sialan"
Lisa berhenti menarik tangan Lani dan mendudukannnya di bangku taman
"Sekarang keluarkan sumpah serapah mu, keluarkan kemarahan mu, keluarkan semua. Aku akan menerima kemarahan mu Lani"
"HAH.... HIks hiks. Aku benci hidup ini. aku benci. kenapa? kenapa Tuhan begitu jahat kepada mom dan aku. pertama appa meninggalkannya dan sekarang. sekarang Tuhan ingin memisahkan kami untuk selamanya. Kenapa? hiks hiks... kenapa?"
Lisa menarik Lani dalam pelukannya, dan berusaha memberikan gerekan yang menenangkan tanpa berbicara apapun. Karena dia tau tidak ada kalimat penghibur yang cocok terhadap keadaan ini
===
15 menit setelah Lani menangis dibangku taman itu dan mereka berdua terdiam
"Aku seorang yatim piatu" kalimat pembuka yang Lisa ucapkan adalah pembuka yang tidak Lani harapkan
"Ibu pergi saat melahirkan ku, dan ayah ku pergi saat berumur 12 tahun. Walaupun aku tidak hidup berkekurangan tapi tetap saja aku menginginkan kasih sayang kedua orang tua. Uang yang aku miliki tidak bisa membeli masakan seorang ibu, dan perhatian seorang ayah"
Lani masih diam, dia tidak tau ke arah mana pembicaraan ini. Lani juga tidak merasa ingin pergi dari tempatnya, entahlah seperti ada magnet yang menempel. Dia tidak ingin melakukan apapun. Selain mendengarkan perkataan Lisa
"Aku mengerti perasaan mu. Aku juga tidak marah kalo kau membenci ku. Tapi aku mencintai Sehun"
Baiklah Lani sudah tau arah pembicaraan ini. Saat dia bersiap untuk bangkit dari duduknya Lisa melanjutkan kalimatnya
"Dan juga kalian. Aku mencintai Lea, Si An, dan kau. Rasanya seperti melihat diriku yang dulu. Dan aku tidak ingin kalian mengalami itu. Sendirian saat ayah kalian bekerja. Tidak ada bekal makan siang buatan ibu. Tidak ada tempat berbagi keluh kesah. Aku ingin berada di posisi itu, Bukan untuk menggantikan Sejeong, tapi melanjutkan posisinya mengawasi masa depan kalian. Aku... aku tau rasanya seperti janji palsu. Tapi bersama dengan kalian selama 1 hari, seperti menemukan rasa penuh dari titik kosong"
"Lani" Lisa ikut berdiri dan mencoba menariknya untuk berhadapan dan memberikan senyum tanpa bebannya
"Can I be you mom?"
===
Pukul 6 pagi di dapur rumah Sehun
"Apa yang harus aku siapkan untuk sarapan?" Lisa terdiam memandangi dapur Sehun. Dia tidak tau letak barang dan persediaan yang Sejeong simpan. Dan tidak berani untuk membangunkan juga karena masih pagi
"Apa yang kau lakukan?"
"Hah Lani kau sudah bangun"
"Kau tidak bisa masak. Cih bukannya kau bilang ingin menjadi ibu". Sudahlah Lisa malas berdebat di pagi hari
"Sini aku bantu". Apa Lani salah makan atau dia sedang demam ada apa ini apa Lisa yang masih bermimpi tapi dia sedang mendengarkannya
"Kau bilang mau menjadi ibu ku kan. Setidaknya kau harus bisa masak. Karena aku sangat pemilih dalam hal makanan. Dan aku akan membantu mu. Kau... bisa menjadi temanku untuk permulaan. Hmmm M.. kau mau kan menjadi temanku"
Tidak ada yang bisa Lisa ucapkan selain membawa Lani dalam pelukannya dan tersenyum bahagia. Rasanya seperti rasa cinta yang terpendam lama akhirnya terbalaskan
Dan tanpa mereka sadari di tengah suasana haru itu ada seseorang yang bimbang dengan keputusannya
===
"Selamat pagi, wah apa ini sarapan, siapa yang membuatnya?" Sejeong baru saja turun dari kamarnya dan melihat sudah ada sarapan yang berjejer rapi di meja makan
"Lani aku hanya membantu"
"Good Morning mom. muach muach" ucap Lani sambil memeluk Sejeong
"Lisa kau tidak membangun anak-anak?"
"No.. Biarkan mereka libur. Pasti mereka ingin banyak menghabiskan waktu dengan mu kan?"
"Betul mom, ayok kita pergi liburan. M benar aku ingin bersama mu seharian"
"Ya ampun Lisa aku tidak membawa mu kesini untuk memanjakan anak-anak. People come and go, kehidupan harus tetap berjalan. Tidak ada rasa bermalas-malasan. Lani kau pergi mandi, Lisa kau siapkan bekal anak-anak. Aku akan menyiapkan keperluan Lea dan Si An. Go go go girls" ucap Sejeong dengan senyum manisnya dan berlari ke atas
Sementara Lisa menyiapkan bekal untuk Lea, Si An dan Lani.
Dan ya waktu berjalan begitu cepat hubungan semuanya menjadi lebih baik dan sangat baik. Mereka bercanda dan berbagi semua hal. Tidak ada lagi batasan kadang Lea dan Lani bertengkar karena memperebutkan LIsa.
Lalu ada Sehun yang mulai merasa keleurganya kembali hidup. Si An juga merasa dengan penampilannya dari si kutu buku dengan kacamata bulatnya semua berubah ketika M mengajarkannya bagaimana penampilan dan percaya diri.
Saat kita melihat keluarga ini menjadi harmonis, tapi ada seseorang yang mulai gelisah dalam dirinya seperti merasa terasingkan.
===
1 Bulan kemudian setelah Lisa bergabung dengan keluarga Sehun
"Sejeong kau sudah bangun? Biar aku saja yang memasak"
"Hmm tidak usah hari ini aku ingin mengajak anak-anak untuk piknik"
"Wahhh itu sangat menyenangkan, Eh kalo begitu kau tidak boleh kelelahan. Biar aku bangunkan Sehun Oppa, Lea, Si An dan Lani dan membantu mereka bersiap. Oh iya aku akan menyiapkan peralatan untuk piknik kali ini" Saat Lisa ingin pergi tiba-tiba saja Sejeong menahannya
"Lisa aku ingin pergi piknik dengan keluarga ku. Aku, Sehun dan anak-anak" Lisa tidak mengerti apa maksud perkataan Sejeong bukankah dia yang bilang tidak akan mendorong Lisa tapi apa maksud perkataannya barusan
"Aku tidak mengerti apa maksudmu, bukan kah kita sudah dekat? apa ini kau mencoba mendorong ku?"
"Tidak bukan begitu aku merasa. Akhir-akhir ini seperti terasingkan. Bisakah kau memberi ku waktu?"
"Hah entah kenapa aku sudah tau pasti hal ini akan terjadi" rasanya Lisa sudah kecewa dengan perilaku Sejeong
"Maaf hiks maafkan aku Lisa, aku sudah keterlaluan. hiks hiks... maafkan aku"
"Susttt Sejeong tenanglah" Lisa berusaha menenangkan Sejeong dan mengerti posisi yang dia alami. Pasti sangat sulit menjadi Sejeong disaat dia butuh keluarganya tetapi ada orang lain yang harus berbaur diantara mereka
"Baiklah, aku akan pergi ke kantor sekarang. Saat kau mengajak mereka bilang aku ada urusan urgent dan tidak bisa ikut. Sudah tenangkan dirimu. Semoga hari ini menyenangkan unnie"
Deg. deg apaan ini, Sejeong sudah berbuat jahat tapi Lisa masih mengerti dirinya "Maafkan aku Lisa" ucap Sejeong dalam hati
===
Semoga kalian suka sama part ini. Jangan lupa klik bintang biar aku semangat buat bikin ini tamat. Kalo ada yang lupa sama alurnya silahkan baca ulang :)
KAMU SEDANG MEMBACA
HUG
Fiksi PenggemarSiapa yang tidak tau dengan brand korea paling terkemuka Gentle Monster. Brand untuk kalangan fashionista mulai dari idol Kpop sampe artis mancanegara Gigi Hadid sampe Kendall Jener memakai brand ini. Ternyata dibalik kesuksesan brand ini ada inovas...
