Part 4 - Different Girl

1K 103 0
                                        

"Hei sayang kau tidak apa-apa" disinilah Sehun berusaha menenangkan Lisanya. "Oppa hiks, hiks maafkan aku, karena aku kuenya...". Kata-kata Lisa terputus oleh Sehun yang menaruh jari telunjuknya dibibir Lisa "Suttt tenanglah sayang ini bukan salahmu, kau berusaha menolong anak kecil dan aku berterimakasih. Itu hanya sebuah kue kau mengambil langkah yang tepat. Sudah lah tenang itu hanya sebuah kue." Sehun membawa Lisa kedalam pelukannya tapi mereka belum tersadar bahwa dari tadi kegiatan mereka dilihat seseorang. Lani berdiri disana melihat semua kegiatan yang Appa nya tersayang kepada wanita lain. Oh ayolah dia bukan anak kecil kata Sayang, Pelukan apa-apaan ini membawa wanita lain.

Lani berusaha harus tenang dia akan menyingkirkan Lisa dalam kehidupan keluarganya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lani berusaha harus tenang dia akan menyingkirkan Lisa dalam kehidupan keluarganya. Saat dia mencoba untuk berbalik tidak sengaja tangannya mengenai sebuah figura sehinnga bunyinya menganggu dua pasangan yang sedang saling menenangkan mereka berbalik dan melihat Lani sedang diam mematung dan mencoba untuk tidak berbalik dia tahu sudah ketahuan melihat kedua pasangan itu, dia hanya berlari tanpa menoleh kebelakang saat Sehun memanggilnya. "Lani dengarkan Dad" tapi Lani mencoba berjalan lebih cepat Sejeong yang melihat Lani pergi menghindari Sehun merasa heran Apa yang terjadi? Sejeong merasa tidak tenang. Saat dia ingin memanggil keduanya mereka sudah pergi melewati pagar. Lisa juga ikut mengejar mereka tapi Sejeong mencoba mencegahnya untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, "Apa yang terjadi Lisa?, kenapa Sehun mengejar Lani seperti itu?" Lisa bingung apakah dia harus memberi tahu yang sebenarnya "Lani melihat ku dan Sehun tadi" Ya tuhan rasanya ingin sekali Sejeong meledak sekarang "OH TUHAN PERFECT" Sejeong langsung pergi mencari Lani dan Sehun, dia tidak tau ada apa dengan hari ini bisakah dia merayakan ulang tahun Lea dengan tenang.

===

Disinilah Lani disebuah taman tatapannya kosong bisakah dia memliki keluarga yang lengkap suatu hari nanti, memiliki Appa nya kembali, memikirkan Sehun dan Lisa menjadi kelurga dan memliki anak, mungkin Appa nya akan melupakan dirinya, Si An dan Lea secepatnya.

"Lani, Lani sayang dengarkan Dad".

"Pergilah Dad"

Oh apakah dia harus menjelaskan kepada Lani disaat seperti ini.

Lani berdiri dan mencoba menghindari Sehun dengan berlari sangat cepat. Tidak lagi batin Sehun dia harus berlari lagi. Saat Lani melawati zebra cros dia tidak tau bawa lampu sudah berubah hijau walaupun jalanan yang sepi, sebuah kendaraan bergerak sangat cepat kearahnya.

"Lani" Sehun mencoba menariknya

"Lani/Sehun" ucap Lisa dan Sejeong bersamaan mereka melihat semuanya. Saat sebuah kendaraan menuju kearah Lani dan Sehun.

"Sehun kau tidak apa-apa" Lisa langsung menghampiri Sehun

"Lani kau tidak apa-apa, apa yang kau pikirkan sayang" Sejeong rasanya akan menyalahkan dirinya jika sesuatu terjadi kepada Lani.

"Aku tidak apa-apa Mom"

"Kau tidak apa-apa kan Lani?" Saat ingin menjawab pertanyaan Sehun matanya melihat Lisa dengan tajam.

"JAUHI APPA KU DASAR KAU GADIS SIALAN" ucapan Lani membuat kedua orang dewasa disana sempat mematung tapi tidak dengan Lisa rasanya dia sudah tidak bisa berdiam diri.

"Apa kau bilang Kau harusnya merasa bersalah apa yang akan terjadi dengan dirimu dan appamu dengan hal yang kau lakukan tadi, apa kau tidak merasa bersalah?, harusnya kau mencoba mendengarkannya terlebih dahulu" oke Lisa kau baru saja membuat suasana menjadi rumit.

"Hei, siapa kau yang berani membentak anakku, Sehun pengacara ku akan menemui mu"

"Sejeong jangan seperti ini ayo kita selesaikan dengan baik-baik"

Lisa yang baru mengerti apa yang baru saja dia lakukan mencoba memegang tangan Sehun untuk menyalurkan rasa bersalahnya "Sehun, maaafkan aku" ucapnya lirih

"Lisa kau pulanglah, aku akan bicara dengan Sejeong"

Bisakah Lisa tertidur untuk waktu yang lama atau seseorang memberi tahu Lisa ini hanya mimpi buruk.

===

Sehun diam melihat Sejeong yang sedari tadi megabaikannya, dengan menyibukan hal lain. Mencuci piring, mengganti pakaian Lea, membenahi sesuatu yang menurit Sehun itu bisa dikerjakan saat urusan keduanya selesai.

"Sejeong kita harus bicara" Sehun sudah lelah dengan hari ini jangan lagi, atau Sehun akan meledak.

"Sejeong kita harus bicara" Sehun sudah lelah dengan hari ini jangan lagi, atau Sehun akan meledak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Pengacara akan datang besok kita akan bertemu di kafeku sebelum makan siang"

"Sejeong apa yang kau pikirkan kita sudah sepakat untuk bercerai dengan cara yang baik. Aku bisa menemui anak ku kapan saja, tidak aku tidak mau datang"

"Oh kau tidak mau datang baiklah, hakim benar kita harus mengatur masalah anak-anak dengan detail agar kau dan aku merasa nyaman. Kau ingin dipanggil ke pengadilan secara langsung?, Kau hanya boleh menemui anak-anak dengan ijin ku, dan kau juga tau hal apa yang terjadi jika kau melanggarnya aku akan membawa anak-anak jauh. Mereka tidak aman Sehun dengan bersama mu, kau lihat sendiri 1 hari mereka bertemu Lisa apa yang terjadi"

 Mereka tidak aman Sehun dengan bersama mu, kau lihat sendiri 1 hari mereka bertemu Lisa apa yang terjadi"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jangan bawa Lisa dalam masalah ini Sejeong dia tidak bersalah"

"Ya ya ya belalah kekasih mu itu. Kalo kau masih ingin bersama anak-anak kau harus melepaskannya Sehun, anak-anak tidak aman bersamanya dan dia selalu bersama dengan mu"

"Aku akan menjelaskan kepada anak-anak siapa Lisa, hari ini hanya kecelakaan"

"Oh ya kau ingin bilang apa Lisa adalah ibu kalian juga"

"Iya" Bagai tersambar petir apa yang baru saja Sehun katakan Sejeong sama sekali tidak mengerti, Sehun sudah gila.

"Kau harus memilih"

"Tidak, aku akan mendapatkan orang-orang yang ku sayang dan ku cintai" Sepertinya Sehun tidak bisa meneruskan pembicaraannya dia pergi meninggalkan Sejeong yang sedang diam, baru saja Sehun ingin pergi tapi pertanyaan Sejeong membuatnya harus menjawab pertanyaan ini.

"Apa yang kau harapakan dengan Lisa, kita saja gagal Sehun?"

"Lisa berbeda, Lisa berbeda"


Sekian untuk chapter ini ^^

Jangan lupa tinggalkan jejak

Bye bye ^^.

HUGTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang