Tok tok tok..
"Masuk"
"Apa yang kau lakukan pagi-pagi disini" ucap Mino dengan kopi ditangannya. Dan ya dia sedang di ruangan Lisa
"Hmmmm hanya ingin"
"Oh iya kau pindah? tidak mengabari ku?. Kemarin aku lewat apartemen mu dan ingin mampir tapi tidak ada orang. Apakah kau berencana untuk kabur setelah putus dari Sehun?"
Hah rasanya makin pusing mendengarkan ocehan Mino padahal pagi ini saja dia sudah pusing dengan keadaan yang di alami. Entahlah apa yang terjadi kedepannya Lisa tidak ingin ambil pusing
Drrttt Drtttt.... "Oh Sehun menelpon" ucap Mino sambil menunjukan notif di handponenya
"Apa.. Bilang aku sibuk. Dan kita ada pekerjaan dadakan. Hmm Pokoknya bilang kita tidak bisa di ganggu seharian ini. Oppa pleaseeeeee... aku akan mentraktirmu makan siang" ucap Lisa dengan nada memohon
"Waeee apa-apaan ini kau kembali dengan Sehun. Kau tidak memberi tau ku. Yakkk kau berhutang cerita kepada ku. Setelah ini kau harus memberi tau ku. SEMUANYA. Apa yang terjadi diantara kalian" ucap Mino yang merasa aneh dengan tingkah Lisa
Hubungan Lisa dan Sehun bukan lagi rahasia kalo mereka sudah berpisah tapi apa ini, apa yang terjadi Mino merasa ada yang di sembunyikan darinya. Yah walaupun Sehun adalah teman Mino tapi Lisa sudah seperti adik kalo terjadi sesuatu otomatis dia tidak akan membela Sehun
"Hm" Lisa tau dia tidak ada alasan untuk membantah
"Ya Sehun ada apa" ucap Mino pergi sambil menjawab panggilannya
===
Sebelumnya di rumah Sehun
"MOM" ucap Lani, Lea dan Si An bersamaan karena kaget melihat ada kotak bekal dan perlengkapan kemah
"Morning guys.."
"Sejeong apa ini? Kau ingin pergi camping? apa tubuhmu baik-baik saja?" Sehun merasa khawatir dengan keadaan Sejeong yang sering terlihat lemas tiba-tiba saja ingin pergi berkemah
"Hm aku sedikit membaik dan ingin menghabiskan waktu dengan kalian bisakah?"
"Tentu saja Mom" ucap Lani sambil memeluk ibunya diikuti Si An dan Lea
"Baiklah, aku akan membangunkan Lisa tumben sekali dia belum bangun" saat Sehun ingin pergi menuju kamar Lisa panggilan Sejeong membuatnya bingung
"Lisa sudah pergi pagi-pagi sekali katanya ada urusan mendadak di kantor. Dia tadi sudah berpesan untuk tidak ikut"
"Oh setau ku belum ada event dan edisi terbaru. Tumben sekali" Sehun merasa aneh dengan kepergian Lisa yang tiba-tiba
"Kau.. kau mau ikutkan Sehun?" tanya Sejeong dengan hati-hati
"Tentu saja Dad akan pergi dengan kita Mom" ucap Lea dengan nada imutnya
Ya Lea kau benar tentu saja Sehun akan ikut tapi hanya raganya tidak dengan hatinya yang merasa khawatir terhadap Lisa
===
"APAAAAA.... KAU GILA" Mino tidak habis pikir dengan jalan pikir Lisa bagaimana dia bisa mensetujui keputusan Sejeong
"Hmm aku tau tapi aku sangat menyayangi mereka. Entahlah rasa hangat dalam satu keluarga yang aku rindukan"
Lisa juga bingung dengan hatinya setelah apa yang dikatakan Sejeong hari ini. Dia merasa sangat takut menyakiti hati Sejeong dan memperburuk keadaannya
"Oppa"
"Yak berhenti memanggil ku Oppa, merinding tau gak" Lisa sudah dianggap adik oleh Mino tapi tetap saja panggilan itu terkesan merinding di Mino dan biasanya Lisa memanggil seperti itu karena ada maunya
"Apa yang harus aku lakukan.. hiks hiks..."
Mino hanya bisa menarik Lisa dalam pelukannya dan berusaha mencerna kondisi si adik. Entah kenapa dia jadi benci dirinya sendiri yang ikut andil dalam menemukan Sehun dan Lisa
Tuhan kalo memang mereka tidak berjodoh maka jauhkan lah mereka dengan cara yang terbaik - Ucap Mino dalam hati
===
"Yakk awas kau Si An"
"Ha ha ha ha"
"Ah... jangan kejar aku. ha ha ha.. Mom tolong"
Entahlah pemandangan ini Sehun seharusnya bahagia tapi juga khawatir
"Ada apa Sehun? kau banyak diam. Apa kau ada pekerjaan?"
"Sejeong aku sangat mencintai Lisa" ucapan Sehun membuat Sejeong membeku di tempatnya tujuan dia membawa Sehun kemari adalah ingin menghabiskan waktu dengannya tapi apa ini kenapa sebuah pembahasan yang tidak ingin Sejeong dengar
"Dan juga mencintai anak-anak. Lisa adalah kekuatan ku dan anak-anak adalah dunia ku. Bagaimana aku bisa menghadapi dunia tanpa kekuatan"
Sejeong hanya tersenyum getir. Sejeong pikir Sehun mungkin mencintainya lagi setelah apa yang terjadi dengan kembali menjadi keluarga
"Sejeong. Aku menyayangi mu seperti keluarga. Di saat seperti ini aku ingin menjaga mu, menjaga anak-anak. Aku merasa kita berdua saja sudah cukup untuk sekarang. Entah apa yang kau pikirkan membawa Lisa dalam kehidupan kita. Sudah cukup Sejeong. Kau pasti juga merasa asingkan dengan apa yang terjadi? Kau merasa Lisa mengambil anak-anak dari mu? Kau merasa Tuhan tidak adil"
"Aku sangat menyedihkan ya?" ucap Sejeong dengan nada yang begitu tipis dan air mata yang begitu saja mengalir mengasihani dirinya
"Hah bukan begitu Sejeong. Aku memang bahagia Lisa menjadi dekat dengan anak-anak tapi tidak ingin kau merasa terasingkan. Sampai kapan pun Lani, Si An, dan Lea adalah anak-anak mu dan aku adalah teman mu Sejeong, aku akan selalu membantu mu untuk tetap sembuh. Sejeong bagaimana aku bisa membuat mu mengerti kalo hal yang kau lakukan bukan hanya menyakiti Lisa tapi dirimu juga"
"Aku.. Aku hanya takut Sehun. Anak-anak akan melupakan ku. Mungkin nanti kalian akan melupakan aku. Aku tau ini salah, awalnya aku ingin anak-anak mendapatkan ibu pengganti yang baik tapi ternyata aku tidak sanggup. Aku... aku menyedihkan. hiks hiks... Sehun kenapa Tuhan menghukumku. Kenapa Tuhan tidak menyayangiku. hiks hiks.."
Tidak ada kata yang bisa Sehun ucapkan selain memeluk Sejeong. Memang keadaan ini tidak adil untuknya dan keluarga
===
Setelah puas menangis tiba-tiba saja Sejeong pingsan. Kejadian itu mengharuskan mereka membatalkan acara liburan dan membawa Sejeong ke rumah sakit
"Mom.. hiks hiks.. Dad apa yang terjadi kepada Mom?"
"Suttt sutt tenang Lea kita doakan Mom ya" Sehun berusaha menenangkan mereka, walaupun hubungan Sehun dan Sejeong sudah berakhir tapi dia tetap peduli kepada Sejeong dan tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi
"Oppa ada apa ini? Apa yang terjadi dengan Sejeong?" Lisa datang tergesa-gesa
"M.. Mom tiba-tiba pingsan. M apakah kami akan kehilangan Mommy secepatnya hiks hiks akuuuu.. tidak terima ini" ucap Lani terputus-putus dan memeluk Lisa bersama dengan Si An. Anak-anak ini begitu rapuh, Lisa juga berharap tidak ada apapun yang terjadi dengan Sejeong. Lisa juga menyayangi Sejeong seperti kakak dan melihat anak-anak ini menangis rasanya sangat tidak adil.
Tuhan jika melepaskan Sehun dan anak-anak ini bisa menyembuhkan Sejeong maka aku siap untuk pergi seperti angin - Lisa
===
Sekian sampai disini teman-teman. Semoga suka ya, jangan lupa klik tanda bintang. Dan cerita ini harusnya bentar lagi tamat, semoga ada mood ya bisa nyelesain secepatnya :)
KAMU SEDANG MEMBACA
HUG
Fiksi PenggemarSiapa yang tidak tau dengan brand korea paling terkemuka Gentle Monster. Brand untuk kalangan fashionista mulai dari idol Kpop sampe artis mancanegara Gigi Hadid sampe Kendall Jener memakai brand ini. Ternyata dibalik kesuksesan brand ini ada inovas...
