3. His Omega

543 79 16
                                    

Kemarin sore ketika diberi tahu bahwa pacarnya sudah menemukan mate, laki-laki mungil nan cantik itu terkejut bukan main. Bermacam skenario buruk telah terbentuk di dalam kepalanya. Dia takut hal ini akan menjadi penyebab berakhirnya kisah cinta mereka berdua yang telah terjalin bertahun-tahun. Padahal mereka baru saja bisa belajar di kampus yang sama.

Omega itu belajar mati-matian demi menyusul Alphanya menuntut ilmu di salah satu universitas paling bergengsi yang sulit dimasuki. Apakah di tahun pertamanya ini alasan perjuangannya akan kandas sia-sia? No, he won't let it happen. Dia dan Jaehyun saling mencintai. Omega itu akan mempertahankan hubungan mereka apapun yang terjadi.

Namun kemudian, laki-laki mungil itu sedikit ditenangkan oleh fakta yang keluar dari mulut sang pacar. Beta dengan Alpha. Si omega awalnya tidak percaya. Memangnya dewi akan memasangkan dua gender yang sulit melengkapi? Mungkinkah ini hanya salah paham?

Omega itu memberi saran pada Jaehyun untuk memastikan kembali, dan dari ekspresi sang Alpha, lelaki itu seperti telah berdamai dengan dilema yang sama dan memilih untuk menerima. Itu artinya semua sudah pasti. Meskipun begitu, dia justru lebih tenang dan kembali percaya diri. Jaehyun tidak mungkin meninggalkannya demi seorang beta, terlebih seorang laki-laki yang tak bisa memberinya keturunan.

"Renjun!" Lamunan lelaki mungil itu buyar.

Omega itu tersenyum hangat kepada seseorang yang baru saja memenuhi pikirannya. Alpha yang dia cintai.

"Langsung berangkat?" Ucap si omega sambil mengalungkan lengannya di pundak sang Alpha, menerima kecupan di pipi sebelah kiri.

Setelahnya, Jaehyun mundur lalu menatap Renjun lamat-lamat. "Iya. Apa mau mampir makan dulu? Did you have lunch?"

Renjun menggelengkan kepala. "I did. Did you?" Dia membuka pintu mobil dan balik bertanya.

Bunyi 'klik' terdengar sesudah sabuk pengaman Renjun dipasangkan oleh Jaehyun.

"Yes. Kalau gitu langsung ke tempat appointment aja ya. Don't be nervous." Jaehyun mencubit pipi Renjun, menggoda yang lebih muda.

"Enggak ih, siapa coba yang nervous. Kamu kali." Sahut Renjun kesal.

Dia cuma penasaran seperti apa mate kekasihnya. Dalam lubuk hatinya yang terdalam sebenarnya dia sedikit merasa cemas jika beta itu lebih dalam hal apapun daripada dirinya.

Jaehyun terkekeh melihat pipi Renjun yang menggembung lucu, kemudian menjalankan mobilnya.

Tidak sampai tiga puluh menit pasangan itu tiba di tempat yang telah disepakati. Renjun menutup mata, mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kembali. Lelaki itu mempersiapkan diri. Ketika ia membuka mata tangan Jaehyun sudah menggenggamnya. Seolah ingin meyakinkan si omega bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Dan memang itu kenyataannya. Jaehyun tidak mengerti mengapa Renjun secemas itu, padahal sudah jelas kemana ini akan berujung. Jaehyun tidak akan memilih orang asing yang baru dia ketahui eksistensinya beberapa hari lalu dibanding Hwang Renjun, orang yang yang sangat berarti baginya.

"Yuk." Ajak Jaehyun disertai senyuman.

Renjun membalasnya seraya beranjak dari mobil. Sang Alpha mengulurkan tangan agar omeganya leluasa menggandeng. Pasangan alpha-omega itu masuk. Keserasian mereka mengundang perhatian pengunjung lain. Tak terkecuali seorang beta yang duduk dipinggir jendela.

'Sialan, mereka beneran dateng. Bisa kabur gak sih ini' kata beta itu dalam hati. Iya, dia Kim Jungwoo. Mate dari alpha yang sedang berjalan berdampingan dengan omega cantik disana.

Seeing how lovely the omega, Junggwo tiba-tiba merasa brengsek tanpa alasan. Meskipun dia tidak melakukan apa-apa, tetap saja rasanya dia berdosa berada diantara pasangan itu. Jika sekarang dia mengaku mate si alpha di depan pengunjung lain, they will definitely call him delusional.

BetaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang