Melihat...

1.5K 58 0
                                    

Hujan gerimis di malam ini menambah rasa sesak presesi seorang gadis cantik yang tengah menatap nanar foto sepasang anak manusia yang tersenyum satu sama lain.

Air mata yang luruh tanpa bisa dicegah
Terlalu sakit terlalu sesak

Air mata yang luruh tanpa bisa dicegahTerlalu sakit terlalu sesak

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hikss..  Hikss
Oppa kenapa?? Kenapa??
Apa salahku? Apa kurangku oppa hiks hiks...
Mengapa kau tega padaku??

Adunya gadis cantik itu pada sebuah foto yang terpajang di nakas meja kamar...

Flashback

Gadis cantik rambut panjang bergelombang dibiarkan terurai dengan baluttan dress berwarna peach menampilkan bahu seputih susu, mata bulatnya menambah kesan boneka berbie cantik berjalan menyusuri lorong perkantoran.

Jam makan siang membuat suasana sedikit sepi hanya ada beberapa pegawai yang lalu lalang tak lupa membungkuk memberi salam paada sosok yang dikenaaal ssebagai istri dari CEO mereka.

Selamat ssiang bu LALICE??  sapa salah satu pegawai padanya...

Selamat siang juga!!  Balas lalice dengan senyum terindahnya.  Lalu melanjutkan langkah menuju lantai 15 tepatnya di ujung koridor.

Tepatnya di sana ada pintu kokoh dengan tulisan CEO LEE.

kaki jenjangnya sampai di ambang pintu dengan tergesa dan senyum merekah dia segera membuka pintu...

Tapi saat tangan nya akan menyentuh gagang pintu telinga mendengar teriakan seorang wanita didalam ruangan ia yang dikenal ssebagai suaminya.

Ia urungkan untuk masuk dan ia putuskan mendengarkan percakapan apa yang debattkan didalam sana.

Oppa kapan kita akan terus seperti ini? Kapan kau akan berpisah dengan nya?  Kau bilang hanya aku cinta mu !!! Hanya aku di hatimu!!! Teriak sang wanita....

Bersabarlah jenn.. Tunggulah sebentar. Jawab sang lelaki

DEG...
Pikir ku. Jen???? 
Apakah jennie??  Gumam ku lirih

Tanpa pikir panjang aq sedikit membuka pintu itu dengan  SANGAT perlahan. Saat ada celah sedikit netra indah q menemukan dua insan yang tengah berdebat tengah asyik memagut bibir satu sama lain...

Mata ku membulat saat tangan mereka mulai melepas atribut satu persatu yang mereka pakai saat ini...

Dengan degub jantung yang berpacu, mata memanas sesak yang membuat nafas tersengal sengal aq menutup mulutku sendiri berupaya menahan kesakitan air mata luruh tanpa bisa dicegah.

Aku memutuskan pergi dari sana meninggalkan sepasang kekasih yang sedang memadu cinta.

Kulangkahkan kaki secepat mungkin meninggalkan gedung terkutuk ini.  Untung saja suasana kantor saat aku pulang benar-benar sepi. Kugunakan kaca mata hitam uuntuk Menutupi mata merah ku.

Aku tergesa masuk dalam mobil. Dan ku pacu dengan kecepatan tinggi.

'lee taeyong
'jennie
Setelah menggumamkan 2 nama manusia itu aku tersenyum kecut dengan air mata luruh.... Detik kemudian aq tersenyum entah senyuman apa ini!! 

Flashback off

Tersadar dari lamunan kulihat jam menandakan pukul 4 sore. Dilihat hp berdering tanpa pikir panjang langsung lalice angkat.

Hallo unnie ada apa?? jawab lalice

Lalice kau sudah berangkat? Ini unnie dan ochie sudah di cafe tempat kita bertemu?

Haiss...
maaf unnie aku lupa...  Baiklah q akan otw sekarang tunggu ya 15 meni sampai!

Ck.  Kau ini kebiasaan sekali sih. Jawab ochie yang merebut hp jisoo.
Baiklah kami tunggu cepatlah datang...

Baiklah aku berangkat sekarang bye aku matikan..  Jawab cepat lalice

Lalice pun segera membenahi sedikit riasan yg berantakn akibat menangis tadi dan sedikit memoles paras ayu nya supaya terlihat segar.  Dan berangkat ke tempat bertemu sahabatnya.

cinta & dendamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang