Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Dari skala satu sampe sepuluh, seberapa serasi gue dipasangin sama Soobin?” Beomgyu bertanya pada dua sahabatnya sembari mencoret-coret bukunya. Saat ini ketiganya sedang belajar bersama di kafe langganan mereka.
“Lo mau jawaban jujur atau—”
“Minus sepuluh,” celetuk Taehyun tanpa banyak berpikir.
Beomgyu memberinya tatapan mematikan sebelum menoleh pada Kai. “Ya, tolong jawab yang jujur.”
“Tadinya gue mau bilang nol, tapi hari ini gue lagi berbaik hati, jadi gue kasih dua deh.” Kai mengangguk-angguk, terlihat bangga dengan jawabannya.
Beomgyu membenturkan dahinya ke meja. “Kayaknya gue butuh satu set temen baru,” gumamnya.
“Hei, gimana sesi belajarnya?”
Mendengar suara yang sangat dikenalnya membuat Beomgyu mengangkat wajahnya begitu cepat, untung saja lehernya tidak patah. “Soobin!”
Soobin mengerjapkan matanya, terkejut melihat reaksi Beomgyu. Namun sesaat kemudian ia terkekeh. “Halo, Bami. Ah, ini.” Ia memindahkan tiga gelas milkshake dari nampannya ke atas meja, sementara Beomgyu terus menatapnya sambil tersenyum-senyum.
“Eh, tapi kita gak pesen ini, Kak,” ujar Taehyun kebingungan.
“Tenang, ini dari gue, gue pikir kalian butuh istirahat sejenak. Selamat menikmati!” Soobin kembali mengalihkan perhatian pada Beomgyu kemudian mengacak rambutnya. “Jangan terlalu capek, okay.” Ia lalu meninggalkan ketiga laki-laki itu untuk melanjutkan pekerjaannya.
“Kalian ... kalian liat gak tadi?” Beomgyu tercengang, masih belum percaya dengan apa yang baru terjadi. “Astaga, dia megang rambut gue dan ngasih tau gue jangan capek-capek. Dia bahkan manggil gue Bami! Wah, kayaknya kisah cinta gue bakal berjalan mulus.”
“Iya, iya, kita liat semuanya, Beomgyu. Sekarang balik lagi ke buku lo, kita di sini buat belajar, bukan buat diskusi soal crush lo. Dan tolong gak usah tersipu-sipu kayak remaja kasmaran,” omel Taehyun.
“Lo cuma iri, soalnya crush lo yang satu bener-bener gak peka, satunya lagi gak tau kalo lo eksis.”
Beberapa menit berikutnya, Kai berusaha untuk menahan dan menenangkan Taehyun agar tidak melompat menyerang Beomgyu, yang masih saja tersenyum seperti orang bodoh.