Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Bang, kenalin, ini Kai.”
Soobin yang sedang sibuk di dapur berbalik saat mendengar suara adiknya. “Oh, lo udah balik, Gyu. Halo, Kai, gue Soobin, kakaknya Beomgyu.”
Beomgyu menoleh pada temannya yang tetap berdiri mematung, menyikutnya sedikit keras. “Woy, kenapa lo?”
“H-hah?” Kai tersadar. “Gue kenapa memangnya? Gak apa-apa. Ah, h-halo, Bang Soobin.”
Soobin tersenyum, membuat lesung pipinya terlihat jelas.
“Kita ada tugas kelompok, Bang. Mau ngerjain di kamar,” ujar Beomgyu sebelum mengajak Kai untuk mengikutinya.
“Oke.” Soobin melambai pada keduanya lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.
Saat Beomgyu dan Kai tengah sibuk dengan tugas mereka, tiba-tiba pintu terbuka dan Yeonjun muncul dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang serta showercap yang menutupi rambutnya. “Gyu, gue mau pin—”
“Baaang! Ada temen gue lho ini!” protes Beomgyu.
Yeonjun mengalihkan pandangannya pada Kai, memperhatikannya beberapa saat sebelum bertanya, “Lo pacarnya Beomgyu?”
Mata Beomgyu terbelalak. “Bang Yeonjun!”
“Bukan, Bang, gue temennya,” jawab Kai santai.
“Gyu, dia pacar lo?” kali ini Yeonjun bertanya pada Beomgyu.
“Bukan, dia temen sekelas gue!”
“Lo yakin? Mungkin dia pacar lo tapi lo lupa?”
“Bang Yeonjun gak usah aneh-aneh! Udah sana pake baju.”
“Gyu, ini gue bawa—” Soobin menghentikan langkahnya di depan pintu. “Bang Yeonjun, lo ngapain cuma handukan doang? Di depan temennya Beomgyu pula.”
“Soob, Soob, lo kenal anak itu? Dia pacarnya Beomgyu ya?”
Beomgyu hanya bisa menghela napas.
“Pacarnya Beomgyu kan Taehyun, Bang. Ngapain dia punya pacar lagi, satu aja gak habis-habis.”
“Oh, iya ya.” Yeonjun mengangguk.
“Giliran dikasih tau Bang Soobin, baru ngerti,” Beomgyu bersungut-sungut.
“Pake baju sana, Bang, nanti masuk angin.” Soobin menyimpan baki berisi minuman dan kue kering yang sedari tadi dibawanya.
“Tapi gue belum selesai mandi, gue ke sini soalnya mau pinjem bebek karet punya Beomgyu, kasian bebek karet gue kesepian di bak mandi.” Yeonjun mengambil mainan yang diinginkannya dari atas lemari kemudian beranjak pergi tanpa berkata apa-apa lagi.
“Maaf ya, Kai, kakak kita yang satu itu memang agak unik,” ucap Soobin.
“E-eh, g-gak apa-apa kok, Bang.”
Beomgyu mengernyit. Jelas ada yang salah. Kai hanya tersenyum seperti tidak peduli melihat Yeonjun yang setengah telanjang, tapi langsung tergagap dan tersipu ketika melihat Soobin?
“Itu ada minuman sama kue bikinan gue, diicipin ya.”
“M-makasih, Bang.”
“Kalo perlu apa-apa, gue ada di ruang tengah. Silakan terusin kerjaannya.” Soobin pun melangkah ke luar setelah menyempatkan diri mencubit pipi Beomgyu.
“Ih, abang!” Beomgyu mengusap-usap pipinya. Sadar dengan suasana yang mendadak hening, ia menatap pemuda di sampingnya. “Kai!”
Yang dipanggil terlonjak kaget. “Apa?”
“Lo yang apa, aneh banget dari tadi.”
“Beomgyu,” Kai memanggil sembari tersenyum.
“Gak usah senyum-senyum kayak gitu, nyeremin.”
“Bang Soobin.”
Beomgyu kembali mengernyit. “Kenapa sama Bang Soobin?”
“Udah punya pacar belum?”
“Hah? Suka lo sama abang gue?”
Kai mengangguk. “Gue mau nyobain,” ujarnya, yang langsung dihadiahi lemparan buku oleh Beomgyu. “Aduh! Maksud gue, gue mau coba deketin, jangan kemana-mana mikirnya.”
“Gak ada ya. Gak rela gue, abang gue yang polos, lucu, menggemaskan, baik hati, dideketin sama bule jadi-jadian kayak lo. No way!” Beomgyu menggeleng keras.
“Emang kenapa sih? Kan kalo sukses, nanti gue bakal jadi abang ipar lo.” Kai terkekeh, sementara Beomgyu menatapnya horor.
Bungsu keluarga Choi itu segera bangkit dan melompat ke pintu. Tak lama ia berteriak, “Bang Soobiiin! Jangan masuk kamar gue dulu! Pokoknya jangan nampakin diri sampe Kai pulang!”
“Berisik, Gyu! Soobin lagi nemenin gue mandi!”
***
a/n: Ini lebih ke Choi bersaudara gak sih dibanding SooKai? Gak apa-apa lah ya. 😁 TMI, ngetiknya di pojokan pas lagi ada kumpul keluarga, jadi maaf kalo berantakan hahaha ....