-
-
-
-
-
Happy reading -!
"Ini kamarnya" ucap Bright berhenti tepat di sebuah kamar.
"Kunci?" Tanya Win.
Bright memberikan kunci kamar pada Win.
Win menerimanya dan langsung membuka kamar, ia membawa barang bawaannya untuk masuk kedalam kamar.
Win terdiam, ia melihat ada dua ranjang yang bersebrangan disana.
Bright yang peka akan hal itu menjelaskan pada Win.
"Setiap kamar di asrama ini, cukup untuk 2 orang"
"Siapa yang sekamar sama gue?" Tanya Win.
"Saya" jawab Bright.
Win menoleh ke samping, ia menatap Bright yang juga menatapnya.
"Lu?" Tunjuk Win kearah wajah Bright.
"Ya, saya Bright temen sekamarmu. Salam kenal" Bright mengulurkan tangannya kearah Win.
Win menatap uluran tangan itu, ia enggan membalas uluran tangan Bright dan malah memasukkan tangannya kedalam kantong celana.
"Cih!" Win tersenyum miring.
Bright yang merasa uluran tangannya tak di terima segera menurunkan ukuran tangan itu.
"Saya harap bisa bertan baik denganmu, Win" ucap Bright.
"Jangan harap, gue benci pertemanan" balas Win dengan tatapan tajam kearah Bright.
"Why?"
Win tak menjawab, ia berjalan menuju ranjangnya dan membereskan barang-barangnya.
"Tinggalin gue sendiri, gue butuh waktu sendiri" ucap Win.
"Ok, saya masih punya beberapa urusan di luar. Selamat beristirahat" ucap Bright.
"Hm" balas Win.
Bright berjalan keluar dari kamar meninggalkan Win yang tengah merapihkan barang-barangnya.
.
.
.
.
.
"P'Bright, kamu punya temen sekamar baru?"
"Astaga!" Kaget Bright saat tiba-tiba saja seseorang muncul di hadapannya.
Orang itu punya tubuh mungil, senyum manis dan wajah yang lucu.
"Hehe, maaf Phi mengagetkanmu" ucapnya.
"Hfft, it's ok" ucap Bright mengatur nafasnya. "Ngomong-ngomong memang benar, saya punya teman sekamar baru"
"Wahhh, siapa namanya?"
"Win Metawin, anak pindahan dari sekolah biasa" jawab Bright.
"Win? Namanya bagus. Apa Nunu boleh lihat orangnya? Apa dia galak?"
"Galak sih ngga, cuman judes. Dia bilang mau sendiri, lain kali aja Nu liatnya" ucap Bright.
"Yahh" Nunew Chawarin atau akrab di sebut Nunu ini menghela nafas kecewa.
💐💐💐
Win merebahkan dirinya di kasur, beberapa saat yang lalu dia baru saja membereskan barang-barangnya. Sejenak Win memejamkan matanya, hari ini adalah hari yang cukup berat untuknya.
Win kembali membuka matanya, ia melihat kearah jam yang menempel di dinding kamar asrama.
Pukul 19.00.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE BLOSSOMS IN THE ASRAMA (COMPLETED)
Novela JuvenilWarning!!! BXB BL BOYSLOVE Buat yang gasuka gendre nya dan buat yang masih di bawah umur boleh di skip aja, ini bukan lapak penyuka STRAIGHT! Sinopsis : Seorang remaja sekaligus anak tunggal dari pasangan terkaya di Thailand (OFFGUN) Terkena skandal...
