14

476 42 0
                                        

-
-
-
-
-

Happy reading -!

Flashback On

"Halo,Win"

"Janhae, kau sudah dalam perjalanan?"

"Belum, orangtuaku sedang mengemasi barang-barang dan menyimpannya di bagasi mobil"

"Ah begitu, sayang sekali saya tak bisa ikut"

"Tak apa Win, Papimu melarangmu bepergian jadi wajar saja"

"Hm, hati-hati ya. Ah ya, apa kakamu juga ikut?"

"Ga, Phi melakukan kunjungan bersama paman ke Asrama yang akan ditinggalinya. Jadi dia tak ikut"

"Baiklah, saya mengerti"

"Win, sudah dulu ya. Aku dan kedua orangtuaku akan pergi"

"Hati-hati sayang, selamat bersenang-senang"

"Bye, teraak. I love you!"

"I love you too, Janhae"

Tuuuttt!

Sambungan telpon terputus.

"Nak, ayo masuk ke mobil. Kita akan menempuh perjalanan panjang" ucap seorang wanita paruh baya cantik.

"Kha Mae" Janhae berlari kearah mobil dan masuk kedalam mobil.

"Kencangkan sabuk pengaman kalian ya" ucap seorang pria paruh baya.

"Kha Pa, sayang sekali P'Bright tak ikut padahal kita akan berlibur sekeluarga" ujar Janhae dengan nada sedih.

"Sayang, setelah liburan kita akan menjenguk Bright di asrama barunya. Lagipula dia juga harus menyamankan dirinya disana bukan?" Ucap mamah Janhae.

"Aku mengerti, P'Bright tunggu Janhae ya!"

.
.
.
.
.

Tok tok tok!

Klikkk....

Bright membuka pintu kamar asramanya. Ia melihat seorang satpam berdiri di depan pintu kamarnya dengan nafas yang terengah seperti baru saja berlari kencang.

"A-ada apa pak?" Tanya Bright penasaran.

"A-anu, P-pak Zee memanggilmu ke kantor" jawab Satpam sambil mengatur nafasnya.

"Paman Zee? Ah baiklah, saya akan segera kesana" ucap Bright.

Satpam itu langsung pergi dari depan kamar Bright, ia kembali berlari kearah gerbang depan Asrama.

.
.
.
.
.

Tok tok tok!

Bright mengetuk lebih dulu ruangan kepala Asrama alias ruangan Zee, pamannya.

Klikkk...

Bright kemudian membuka ruangan itu dan masuk kedalam, disana dia juga bertemu dengan dua anggota polisi yang menatap kedatangannya.

"P-paman, ada apa?" Tanya Bright sesekali melirik dua anggota polisi itu.

Bright juga melihat mata Zee yang memerah, seperti baru saja mengeluarkan air mata.

"Apakah benar anda anak pertam keluarga Chivaaree?" Tanya salah satu polisi disana.

Bright mengangguk. "Kenapa?"

"Maaf mengatakan ini, tapi keluarga anda baru saja meninggal dalam kecelakaan tunggal, mobilnya masuk kedalam jurang" ucap polisi lainnya.

Mata Bright berkaca-kaca, jantungnya berdebar cukup kencang, ia hampir terjatuh lemas, untung saja dengan sigap Zee menahan tubuh Bright dan memeluk pria itu.

LOVE BLOSSOMS IN THE ASRAMA (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang