"Ada apa dengan pipi mu?" tanya Arsen, Rose menggeleng pelan, Arsen terkejut saat pulang kantor melihat pipi Rose yang sedikit merah, pagi tadi ia tak sempat menemui Rose karena mertua nya.
"Mungkin ini karena aku terlalu menekan nya, semalam gigi ku sakit." jelas Rose.
Rose terpaksa berbohong, ia masih mengingat kekejaman mertua kekasih nya ini.
"Apa perlu kita periksa?" ucap Arsen. "Apa baby baik-baik saja?"
"Dia baik-baik saja, tenang saja. Dia anak baik." ucap Rose.
"Ada apa, apa ada sesuatu yang mengganggu mu?" tanya Arsen.
Rose lagi-lagi menggeleng, ia memeluk Arsen, ia tak berani mengadukan nya. Ia takut dengan ancaman Gresyia.
Abyan yang melihat keduanya, hanya terkekeh kecil, semalam ia merasakan kehangatan pelukan itu.
Bahkan tadi selama di kantor Abyan tak fokus, mengingat bagaimana Arsen memeluk nya sampai pagi.
Abyan memerhatikan keduanya dari lantai atas, dua insan yang saling mencintai tengah berbagi kehangatan.
Apa Abyan terlalu kejam karena menjadi penghambat hubungan keduanya?
Tapi dia sama sekali tak tahu bahwa Arsen memiliki kekasih, bukankah ini salah orang tua Arsen yang memaksa nya?
Abyan mendengus, ia tak terima menjadi antagonis di mata Arsen, yang sudah jelas bukan Abyan lah pelaku kejahatan dalam hidup nya.
"Maaf Tuan mengganggu anda, namun saya ingin melaporkan sesuatu." Lalisa membungkuk hormat.
"Apa?" tanya Abyan.
"Semalam saya tak sengaja melewati kamar Nyonya Rose, dan saya mendengar suara Nyonya besar tengah memberi peringatan pada Nyonya Rose." tutur Lalisa, ia sangat jelas mendengar suara tamparan malam tadi.
"Apa menurut mu perbuatan ibu ku keterlaluan apalagi Rose tengah mengandung?" tanya Abyan.
Lalisa menggeleng. "Saya menyukai perbuatan Nyonya besar, ia sangat menyayangi anda sehingga berani berbuat yang akan menjatuhkan harga diri nya, sebagai orang terhormat." jelas Lalisa.
Abyan mengangguk, ibu nya memang sangat berani, ia takut Rose melaporkan Mama nya.
"Lalu apa tadi saat Mama pulang, ia menyakiti Rose lagi?" tanya Abyan
Lalisa menggeleng. "Tidak Tuan, Nyonya besar langsung pulang bahkan tak menghiraukan kehadiran Nyonya Rose." tutur Lalisa.
"Baiklah, terima kasih." ucap Abyan.
Ia melangkah turun menghampiri Rose dan Arsen.
"Aku ingin bicara pada mu, Rose." ucap Abyan.
"Bicara saja." sahut Arsen.
"Aku hanya ingin bicara dengan Rose, tanpa kau." ucap Abyan.
"Jangan macam-macam, atau..."
"Aku tak berminat melakukan hal aneh pada ibu hamil." potong Abyan.
Arsen menghela napas nya, lalu pergi membiarkan Abyan bicara dengan Rose.
Abyan melihat luka di sudut bibir Rose, ia tahu itu luka dari Gresyia.
"Apa tamparan ibu ku masih terasa?" tanya Abyan.
"Jadi kau yang menyuruh nya?" tuduh Rose.
Abyan terkekeh. "Kenapa aku harus menyuruh ibu ku yang sudah tua, sedangkan aku sendiri bisa menyingkirkan mu." desis Abyan.
"Dengar, ikuti larangan ku. Jaga batasan mu, dan sadar posisi lah sebelum terlambat." tutur Abyan tegas.
Rose terkekeh geli dengan ucapan Abyan.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA [Lengkap]
Romanceaku menyerah, aku tak bisa lagi bertahan. _Abyan Alanzo_ aku percaya menyesal, adalah hal terburuk di dunia. _Arsen Alejandro_ Start_09 desember 2022 END _24 desember 2022
![LUKA [Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/328502240-64-k429058.jpg)