Arsen manatap Abyan yang tengah sibuk dengan peralatan dapur, ia baru sadar jika Abyan benar-benar pasangan sempurna.
Bekerja, mengurus dirinya tak jarang Abyan membantu dirinya dalam hal perusahaan atau menyiapkan baju nya, itupun jika Rose masih tidur.
"Apa kau akan terus berdiri disitu?" ucap Abyan yang sudah tahu jika diperhatikan oleh Arsen. "Aku tahu aku tampan, tapi berhentilah menatap ku." lanjutnya.
Arsen berdecih, apa-apaan sikap itu, apa Abyan tak marah padanya karena kajadian kemarin? Arsen bingung, seharusnya Abyan marah.
"Duduklah, sarapan akan segera siap." ucap Abyan lagi.
Arsen tak menjawab ia hanya menuruti Abyan untuk duduk, ia masih menatap Abyan yang dengan telaten memasak.
"Apa Rose sudah bangun?" tanya Abyan, Arsen semakin dibuat bingung dengan sikap Abyan.
"Bangunkan dia, sudah seminggu dia telat sarapan jika dibiarkan ia akan sakit." tutur Abyan, lalu membawa makanan keatas meja makan.
"Jika kau tak mau, biar Lalisa yang membangunkan nya."
Lagi-lagi Arsen dibuat terperangah dengan sikap Abyan, yang terlihat santai dan juga lebih perhatian?
Apalagi pada Rose, ada apa dengan Abyan sebenarnya.
"Kau kenapa?" tanya Arsen akhirnya, ia tak tahan dengan sikap aneh Abyan.
"Harusnya aku yang bertanya, kau kenapa?" Abyan duduk dihadapan Arsen. "Harusnya kau membangunkan Rose, dan mengajak nya sarapan, tidak baik membiarkan ibu hamil melawatkan sarapan." tutur Abyan.
Bagai tersambar petir, Arsen tersentak dengan ucapan Abyan.
"Apa maksud mu?!" sentak Arsen, ia seperti orang bodoh saat ini.
"Kau belum tahu?" Abyan berucap. "Rose mengandung, kemarin dia ditemukan pingsan saat kau keluar, akhirnya aku memanggil dokter, dan hahaha..kau akan menjadi seorang ayah." tutur Abyan dengan tersenyum getir.
"Apa kau becanda?" ucap Arsen tak percaya.
"Apa aku terlihat becanda?" tanya balik Abyan.
Arsen menghembuskan napasnya, ia menatap Abyan yang tengah menyantap sarapannya, sangat jelas wajah kecewa itu tertera.
Arsen tahu Abyan tidak baik-baik saja, pasti suami nya sangat sakit hati, keadaan ini makin mempersulit Arsen.
Abyan sebenarnya tak berselara makan, hati nya merasa ditusuk belati, namun ia tak mau terlihat lemah dihadapan Arsen, apalagi dihadapan Rose jika ia terlihat lemah mungkin Rose akan semakin menjadi, ia akan merasa bangga.
Abyan terus berusaha fokus pada makanan nya, walau jujur ini terasa sakit, apalagi saat Rose datang dan bergelayut manja pada Arsen.
"Sayang disini ada baby." Rose menuntun tangan Arsen untuk menyentuh perutnya.
Arsen tersenyum kaku, matanya masih menatap Abyan yang masih santai menyantap makanan nya.
"Kamu akan jadi Ayah." ucap Rose lagi.
Lalisa yang menyaksikan itu, merasa sakit hati, bagaimana bisa Rose dengan santai mengucapkan itu dihadapan Abyan, walau nyatanya Abyan sudah mengetahui nya namun tetap saja, itu akan lebih menyakiti Tuan nya.
"Aku selesai." Abyan mengusap sudut bibir nya dengan tisu. "Sarapan lah, aku membuat sayur katanya bagus untuk orang hamil." ucap Abyan yang terdengar lirih.
Abyan pergi meninggalkan meja makan yang terasa hampa.
"Sayang, kamu bener..."
"Iya, baby udah dua minggu ada disini, aku seneng banget." sela Rose antusias.
"Terus gimana karir kamu?" tanya Arsen.
Rose menggeleng. "Aku mau berhenti dulu, aku akan bilang ke manager kalau aku mau istirahat dulu." tutur Rose.
Entah kenapa mendengar nya Arsen merasa tak senang, perasaan bersalah terus menusuk hatinya.
Sedangkan Abyan, ia tengah meremas rambut nya frustasi.
Abyan merendam dirinya di bathtub, ia menyalakan keran agar suara isakan nya tak terdengar.
Tolong ijinkan kali ini saja ia menangis, ini terlalu menyakitkan.
Abyan telah kalah, ia kalah sebelum ia memberikan serangan utama pada lawan nya.
Abyan merengkuh tubuhnya sendiri, bibir nya bergetar menahan isakan.
Kekasih suami nya mengandung, suami nya akan menjadi Ayah dari saingan nya.
Harusnya Abyan sadar, ia mungkin bisa memberikan apapun pada Arsen, tapi tidak dengan keturunan.
Abyan merasa tertampar oleh kenyataan, bahwa dirinya bukanlah yang diinginkan. Ia kalah jauh dengan Rose, wanita itu dicintai bahkan saat ini tengah mengandung buah cinta dari suami nya.
Abyan ingin menyerah, ia ingin pulang kerumahnya, ingin mengadu atas segala kesakitan pada bahu yang selalu ia sandari.
Ia rindu Mama dan Papa nya, ia ingin mengatakan semuanya.
Namun jika itu terjadi, Arsen akan tidak baik-baik saja dan yang jelas bayi diperut Rose dalam bahaya.
Walaupun Arsen mengatakan ia tak punya hati, namun nyatanya Abyan sangat peduli pada bayi diperut Rose, bayi itu tak tahu apa-apa, dan yang jelas bayi itu darah daging Arsen.
Abyan memejamkan matanya, membiarkan air dalam bathtub mendinginkan kepalanya.
_____________
Arsen dan Rose baru saja selesai mengecek kandungan Rose, janin dua minggu itu membuat Arsen senang.
Ia akan meminta maaf pada Abyan, dan memohon pada Abyan untuk menerima Rose dan berhenti bertengkar dengan Rose, ia tak mau anak nya dalam bahaya.
Arsen melupakan fakta, bahwa disini pasangannya yang sah adalah Abyan, tak seharusnya ia berpikir Abyan akan menyakiti Rose.
Saat pulang ia mendapati Arsen tengah membaca majalah di depan televisi.
"Aku ingin bicara." ucap Arsen.
Abyan mendongak. "Bicaralah." ucapnya.
"Tidak disini, ayok ikut aku." Arsen menarik tangan Abyan. "Dan Rose tunggulah disini." ucapnya.
Arsen membawa Abyan ke taman belakang, ia memastikan tak ada seorang pun disana.
"Aku minta maaf atas apa yang terjadi, aku..."
"Harus nya kau berpesta saat akan menjadi Ayah, bukan meminta maaf." sela Abyan.
"Aku tahu aku telah menyakiti mu, tak seharus nya aku membuat Rose hamil, sedangkan kita adalah pasangan sah." tutur Arsen. "Tapi aku mohon padamu, berhentilah bertengkar dengan Rose, jangan menyakiti dia, dia sedang mengandung, tak baik jika dia stres." ucap Arsen.
Abyan terkekeh mendengar nya, ia pikir Arsen benar-benar meminta maaf namun nyatanya ia hanya takut bahwa dirinya akan menyakiti orang terkasih dan buah hatinya.
"Apa hanya itu yang ada diotak mu?" ucap Abyan. "Apa hanya Rose yang selalu kamu pikirkan perasaan nya?" kekeh Abyan.
Ia tersenyum miris, suami figuran memang sebutan cocok untuk dirinya.
"Kau tak usah khawatir, aku cukup waras untuk tidak melukai wanita, apalagi wanita itu tengah hamil." tutur Abyan. "Sudahlah, kau tak perlu takut, aku akan menjaga jarak dengan Rose." ucapnya.
Abyan melangkah pergi, luka yang masih menganga kembali dirobek hingga rasanya sangat menyakitkan.
Sebenarnya siapa orang ketiga dalam rumah tangga nya? Sebenarnya nama siapa yang tertera dalam sertifikat pernikahan.
Abyan sakit, Abyan tidak baik-baik saja, bahu siapa yang harus ia pinjam untuk ia bersandar saat ini? Ia bukan orang yang bisa berdiri sendiri dengan lama, ia juga butuh penyangga.
Nyatanya menahan tangis
Lebih menyakitkan
_Abyan_
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA [Lengkap]
Romansaaku menyerah, aku tak bisa lagi bertahan. _Abyan Alanzo_ aku percaya menyesal, adalah hal terburuk di dunia. _Arsen Alejandro_ Start_09 desember 2022 END _24 desember 2022
![LUKA [Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/328502240-64-k429058.jpg)