15

20.4K 1.6K 74
                                        

Hening.

Suasana makan malam sangat hening, bahkan terasa tegang saat wanita yang hampir kepala empat itu menatap datar Rose.

Abyan mengumpati Arsen dalam hati, si bodoh itu tak mendengarkan larangan nya, dan sekarang malah membawa Rose makan bersama, seperti nya mereka bosan hidup.

"Dimana suami mu?" tanya Mama, ia menatap Rose dingin. "Wanita hamil seharus nya dengan suami nya." lanjutnya.

Gresyia Mama Abyan, bukanlah wanita bodoh. Ia tahu Rose adalah selingkuhan Arsen, namun menantu nya sangat bodoh mengatakan bahwa Rose istri dari teman nya. Sungguh ironis nasib anak nya.

"Maaf, Nyonya suami saya sedang perjalanan bisnis." cetus Rose.

Gresyia mengangkat sebelah alis nya, ia mendengus.

"Sayang, masakan kamu semakin enak." Gresyia mengalihkan pembicaraan, ia sebal dengan Rose, bolehkah ia merobek wajah polos namun berjiwa jalang itu?

"Thanks mom." Abyan tersenyum senang.

"Arsen kau tahu putra ku ini, dulu sangat ingin memasakan makanan untukmu namun dia tak ber..."

"Dulu?" Arsen mengerutkan keningnya tak mengerti.

"Ah, jangan dengarkan ucapan Mama, terkadang Mama selalu salah tangkap." sela Abyan, ia tak ingin Arsen mengertahui hal memalukan, alasan dulu ia ingin belajar memasak.

Lagi-lagi Gresyia mendengus, apa-apaan Abyan ini, putra nya semakin dibutakan cinta.

"Mama selesai." Gresyia mengusap sudut bibir nya dengan tisu.

Abyan menghembuskan napas nya lega, ia menatap Arsen sengit.

Brak

Abyan menggeprak meja, setelah Mama nya pergi.

"Kalian cari mati." tekan Abyan, ia merotasikan matanya. "Jangan bertingkah bodoh, jika kalian ingin hidup damai." cetus Abyan.

"Rose tak mau ditinggalkan di hotel." bela Arsen.

"Kau sangat manja, jangan salahkan aku jika keluarga ku menghancurkan mu." Abyan menatap tajam Rose.

"Apa kau tak kasihan dengan baby?" ucap Rose seperti orang menyedihkan.

"Selain jalang kau juga bodoh, justru aku menyuruh mu tinggal di hotel, karena aku kasihan, kau tahu orang tua ku tak sebodoh kalian." tutur Abyan, ia meninggalkan keduanya dengan perasaan dongkol.

Arsen memijat pelipis nya merasa tertekan dengan ucapan Abyan, yang dikatakan suami nya itu ada benar nya, ia tak berpikir sejauh itu.

"Rose, jaga tingkah dan ucapan mu, mertua ku sangat pintar, aku takut kau dalam bahaya." celetuk Arsen.

"Kau tak mau bicara jujur saja pada mertua mu." ucap Rose tak tahu diri.

"Ku bilang jangan bertingkah bodoh." tekan Arsen, ia pusing dengan kelakuan Rose.

_________

Abyan sibuk dengan laptop nya, sesekali  memejamkan matanya.

Kret

Abyan menoleh saat pintu kamarnya terbuka, ia mengerutkan kening nya saat Arsen berdiri di ambang pintu.

"Aku akan tidur disini." ucap Arsen cuek, seakan tahu isi pikiran Abyan.

"Kau, candu tidur satu ranjang dengan ku?" ucap Abyan, yang mendapat decakan Arsen.

"Jangan terlalu percaya diri." ucap Arsen, Abyan mengidikan bahu nya acuh.

LUKA [Lengkap]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang