Raina sudah sadar, namun sampai saat ini masih belum bicara.
Kekecewaan nya sangat mendalam, sampai rasanya ia ingin sekali menenggelam kan diri di laut lepas.
Apalagi saat Gresyia membesuk nya, besan nya sangat ramah dan baik.
"Makan lah, aku membawa buah tak baik jika orang sakit mengosongkan perut nya." ucap Gresyia, ia memotong-motong buah apel. "Bicaralah besan, kau ini sakit jantung bukan bisu." celetuk Gresyia.
Raina memaklumi ucapan itu, teman semasa kuliah nya memang memiliki mulut tajam.
"Aku meminta ma..."
"Jangan bahas itu, jika mendengar nya aku ingin sekali menghajar putra mu." sela Gresyia. "Sekarang makan lah apel ini, aku susah payah mengupas dan memotong nya." lanjutnya.
Raina tersenyum getir, ia mengambil satu potongan apel lalu memakan nya.
Raina malu, bagaimana bisa teman nya ini masih bisa sesantai dan sebaik ini.
"Kenapa kau sebaik ini Gres?" ucap Raina.
"Lalu kau mau aku membakar putra mu, di hadapan mu." sahut Gresyia. "Ayolah, kita sudah tua biarkan saja mereka menyelesaikan masalah nya sendiri. Namun jika putra mu bertingkah lebih jauh lagi, aku benar-benar akan menghajar nya." tutur Gresyia.
Raina terkekeh mendengar nya, ia mengerti perasaan Gresyia ibu mana yang rela anak nya di sakiti.
"Terima kasih sudah menerima putra ku Gres." Raina menggenggam tangan Gresyia yang terasa dingin.
"Tentu kau harus bersyukur, walaupun sebenarnya aku merasa menyesal menerima nya, namun putra ku tersayang sangat mencintai putra bajingan mu." celetuk Gresyia.
Teman nya tak pernah berubah, Raina sampai menggeleng kan kepala nya dengan sikap narsistik dan juga ke angkuhan Gresyia.
____________
Abyan berniat masuk ke ruangan mertua nya, namun tangan nya di tarik paksa oleh Arsen.
"Bisakah sekali saja, kau bersikap lembut, jika kau seperti ini terus, pergelengan tangan ku akan lecet." cerocos Abyan.
Arsen melepas cekalan nya. "Kau tak punya pikiran, bagaimana bisa kau berkencan saat mertua sakit karena kau." celetuk Arsen.
Abyan merotasikan matanya, lama-lama ia akan memanggang Arsen di api unggun.
"Kau pikir aku harus duduk menunggu ibu mu, hey aku butuh asupan makan." cetus Abyan.
"Setidak nya kau bisa memesan makanan, tak perlu makan dengan pria itu." tekan Arsen. Abyan tertawa kecil mendengar nya, ini terlalu lucu.
"Jadi kau cemburu?" Abyan menaikkan sebelah alis nya.
"Kau terlalu percaya diri." elak Arsen tak terima.
"Jujur saja Tuan, kau cemburu pada Lucas karena kita tak pernah berkencan." ucap Abyan. "Namun jangan salahkan aku, kau terlalu banyak menghabiskan waktu mu dengan jalang itu." lanjutnya.
Arsen menekan pelipis nya, sampai kapan ia harus berdebat dengan Abyan.
"Daripada kau cemnburu tak jelas, lebih baik kau pulang, urus dirimu segera makan dan lihat keadaan kekasih manja mu, aku takut dia mati menahan rindu." Setelah mengatakan itu, Abyan melangkah pergi, melanjutkan tujuan nya untuk masuk ke ruang inap mertua nya.
Abyan membuka pintu dengan hati-hati.
"Wah anak kesayangan ku akhir nya masuk." Gresyia berucap sumringah.
"Apa Mama sudah tidak apa-apa?" tanya Abyan pada Raina, yang mendapat anggukan kecil.
"Aku sudah baik." Raina berucap.
"Aw..apa ini, kau mengabaikan ku demi mertua mu." ucap Gresyia.
"Berhentilah Ma, kau seperti seorang wanita pencemburu." ucap Abyan ia duduk disamping Gresyia.
"Dia memang pencemburu, kau tahu dulu saja Papa mu hampir mati karena di hajar oleh nya, karena ada rumor Papa mu main belakang." Raina menyahut dengan suara parau.
Abyan terkekeh ibu nya memang segalak itu.
"Kau galak sekali Mom." ucap Abyan menggoda Gresyia.
"Ah Raina, jangan menceritakan hal-hal yang membawa negatif pada putra ku." ucap Gresyia.
Raina hanya tertawa kecil. Abyan menggenggam tangan Raina.
"Maafkan aku, seharus nya aku tak memberi tahu ku, mungkin saat ini kau tak perlu berbaring disini, jika aku diam." ucap Abyan. Suasana yang awal nya ceria entah kenapa menjadi mendung, karena Abyan yang berkata lirih dengan ketulusan.
"Aku kuat, kau tak perlu menyalahkan diri mu, lagipula kalau bukan kau, siapa lagi yang akan memberi tahu ku, suami ku saja diam saja." jelas Raina, ia mengusap tangan Abyan.
Abyan menghela napas nya, ia tulus meminta maaf walau sebenarnya ini memang rencana nya, namun Abyan juga tetap merasa bersalah.
"Cepatlah sembuh agar aku tak merasa bersalah lagi." tutur Abyan.
Raina mengangguk. Gresyia memalingkan wajah nya, ia tak suka dengan wajah merasa bersalah anak nya.
"Bisa kalian hentikan obrolan ini, sungguh aku tak suka suasana seperti ini." Gresyia berucap, ia memang tak suka suasana menyedihkan.
"Kau memang tak pernah merasa sedih ya." Raina berucap.
Gresyia merotasikan matanya. "Bukan tak pernah, tapi aku tak mengumbar nya." elak Gresyia, memang benar adanya.
___________
Seperti biasa Arsen akan membuatkan susu untuk Rose, kekasih nya ini mengadu kesepian karena dirinya yang tak pulang semalaman.
"Ini minumlah." Arsen memberikan segelas susu, yang di terima Rose.
"Terima kasih." ucap Rose, ia menyimpan susu nya di atas meja.
Keduanya duduk, diruang tengah. "Ibuku tidak mau bertemu dengan ku." Arsen mulai bercerita.
"Itu pasti karena ku kan, Abyan benar seharus nya aku pergi." lirih Rose, terlihat sangat menyedihkan.
"Sampai kapanpun aku tak akan meninggalkan mu Rose." sahut Arsen, Rose menggeleng pelan.
"Aku akan pergi, lagipula orang seperti ku tak pantas untuk mu." ucap Rose.
"Jangan dengarkan perkataan orang-orang yang membenci mu, kau hanya perlu mendengar kan ku." ucap Arsen.
"Bisa saja kau kelak mencintai Abyan, dan meninggalkan ku." ucap Rose. "Kemarin dia mengatakan itu." lanjutnya.
"Dia sedang menghibur diri nya, karena cinta nya bertepuk sebelah tangan, jadi jangan risau." jelas Arsen.
"Aku percaya padamu, jadi jangan tinggalkan aku." Rose beringsut memeluk Arsen.
Kau salah Abyan, dia sangat tergila-gila padaku, dan kau? Jangan berharap lebih.
Rose tersenyum menyeringai di pelukan Arsen, ia merasa sudah memenangkan kompetisi.
Meluluhkan Arsen itu tidak sulit, hanya perlu membuat cerita sedih kekasih nya akan merasa kasihan.
Dan Abyan tak ahli dalam hal itu, saingan nya itu terlalu angkuh dan terlalu mandiri maka dari itu Rose sangat dengan mudah mengalahkan nya.
Selama ia mengandung Rose tak perlu khawatir, karena ia akan memenangkan hati Arsen lewat anak nya.
Sungguh ironis nasib Abyan, dia kaya namun tak bahagia.
"Tenang lah Rose, aku akan memilih mu." ucap Arsen ia mengelus punggung Rose.
"Hmm..ku harap kau tak berubah." Rose berkata dengan lirih.
Keduanya saling memberikan kehangatan, Arsen sangat mencintai Rose, ia akan menerima resiko apapun ia akan memilih Rose.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA [Lengkap]
Romanceaku menyerah, aku tak bisa lagi bertahan. _Abyan Alanzo_ aku percaya menyesal, adalah hal terburuk di dunia. _Arsen Alejandro_ Start_09 desember 2022 END _24 desember 2022
![LUKA [Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/328502240-64-k429058.jpg)