Kepulangan Rose dan Arsen dari rumah sakit bagai angin lalu, tak dianggap sama sekali.
Bahkan Abyan hanya duduk santai, tak ingin bertegur sapa dengan kedua orang biadab itu.
Melihat wajah Arsen, mengingatkan nya bagaimana ia hampir meregang nyawa oleh tangan, sialan itu.
Keduanya bersi bobrok saling tatap, namun segera Abyan memutuskan terlebih dahulu.
Abyan menikmati melon yang di siapkan Lalisa, ia sungguh menyukai buah ini.
Sebenarnya cinta itu terbatas, mungkin saat ini ia mencintai Arsen tapi tak tahu dengan hari esok bisa saja Abyan menggugat pria itu.
Ingat, Abyan bukan orang yang mudah di perdaya. Memikirkan dirinya yang di cekik hampir mati saja, rasanya Abyan ingin membakar Arsen.
Abyan berniat menguburkan cinta nya dalam-dalam, ia akan berhenti, namun dengan cara meratakan dendam nya.
Ia tak mau setelah ia tidak mencintai Arsen, kemudian akan timbul rasa dendam.
Karena ia tahu, ia bisa melakukan hal yang mungkin membuat Arsen hancur dan membuat dirinya rugi.
___________
Siang ini, matahari sangat terasa terik dan membakar kulit.
Abyan memutuskan untuk berdiam diri di ruang kerja nya, ia malas untuk pergi ke kantor tak peduli jika saat ini ada rapat dengan dewan direksi.
"Abyan."
Sang empu melirik, melihat siapa yang memanggil dirinya.
"Aku ingin bicara." Arsen menghampiri Abyan.
"Apa?" ucap Abyan dingin, ia malas bertemu suami nya ini.
"Soal kemarin aku ingin meminta maaf, aku..."
"Oh ayolah itu sudah lewat, dan aku tak butuh permintaan maaf mu." dengus Abyan memotong ucapan Arsen.
"Kau tahu? Jika aku mati kemarin, jangankan minta maaf kau tidak bisa berbuat apapun dan ya, simpan permintaan maaf mu itu, karena banyak nya kesalahan yang kau perbuat." tutur Abyan.
Arsen menghembuskan napas nya, meminta maaf pada Abyan lebih sulit dibanding memenangkan hati rekan bisnisnya.
"Setidak nya aku sadar, perbuatan ku tempo hari sangat keterlaluan." ucap Arsen.
"Lalu apa yang bisa kau lakukan?" tanya Abyan, membuat Arsen mengerutkan kening. "Bukan leher ku saja yang sakit tapi hati ku, kau ingin membunuh ku karena jalang itu, padahal aku tak menyentuh nya sama sekali, bayi kalian hampir mati, itu karena ulah kalian." tutur Abyan.
Arsen hanya diam membiarkan Abyan agar terus bicara.
"Aku sudah memberi mu pilihan, tapi lihat, sampai saat ini kau belum memilih. Besok aku akan menggugat mu." Abyan berdiri dari duduk nya. "Putuskan nanti malam, jika kau masih belum memilih, maka bersiap lah untuk menghadiri sidang perpisahan kita." ucapnya.
Abyan melangkah pergi keluar, suasana hati nya menjadi buruk untuk bekerja, ia lebih memilih pergi ke kamarnya.
Arsen mengepalkan tangan nya, dari siang sampai malam bukanlah waktu yang lama, dan Arsen tidak bisa memutuskan secepat itu.
Jika ia dan Abyan berpisah bukan hanya kehilangan perusahaan nya, namun ia juga harus bersiap menerima amukan orang tua nya.
Arsen segera menemui Rose, ia akan membicarakan ini.
Rose tengah bersantai, kaki nya di pijat oleh beberapa maid.
"Rose, aku ingin bicara sesuatu." Arsen menghampiri Rose.
"Baiklah. Kalian pergilah." titah Rose pada maid yang memijat nya.
"Rose, dengarkan aku, jangan memotong ucapan ku." Arsen duduk disamping Rose, namun tubuh nya menghadap kekasih nya. Rose mengangguk, mengerti.
"Abyan memberi ku pilihan, antara bercerai dengan nya atau berpisah dengan mu." ucap Arsen. "Kau tahu kan, jika aku dan Abyan berpisah maka otomatis perusahaan ku akan gulung tikar, dan orang tua ku akan marah besar, jadi..."
"Kau memilih nya?" potong Rose, pipi nya sudah memerah tak terima.
"Tidak." Arsen berucap tegas, ia menarik tangan Rose untuk di genggam. "Mari berhubungan di belakang Abyan, aku akan mengatakan jika aku memilih nya, namun percayalah kau, hanya kau yang aku pikirkan saat ini, dan kita akan bertemu secara diam-diam tanpa sepengetahuan Abyan." jelas Arsen, katakanlah jika ia bajingan, namun hanya cara ini yang ia pikirkan.
Ia tak bisa melepas tanggung jawab nya pada Rose, dan ia juga tak bisa membiarkan Abyan pergi.
Ia belum sanggup untuk kehilangan Abyan, karena dengan berpisah dengan Abyan sama saja ia melempar kan diri nya kedalam api membara.
"Tapi, apa kau yakin dengan cara ini?" tanya Rose.
Arsen mengangguk. "Percayalah, aku akan membuat nya semakin mencintai ku, dan membuatnya percaya padaku." tutur Arsen. "Setelah dia percaya padaku, dan dia jatuh sepenuh nya padaku, itu akan mempermudah kita." lanjutnya.
Rose tersenyum senang, benar juga semua orang akan menjadi bodoh jika sudah percaya dan juga jatuh cinta.
Abyan mungkin mencintai Arsen namun saat ini ia belum percaya pada Arsen.
Maka dari itu Arsen akan memperdaya Abyan dengan membuat suami nya itu percaya padanya.
Arsen yakin kelemahan Abyan adalah sebuah kepercayaan, Arsen akan menipu nya dengan cinta ilusi, ia akan berpura-pura mencintai Abyan.
____________
Tak biasanya Abyan merasa sangat malas, ia bergelung di selimut nya malas untuk keluar kamar.
Bahkan untuk makan pun Lalisa mengantarkan ke kamar nya.
Entah kenapa ia tak mau melihat Rose, kebencian benar-benar sudah di puncak. Ia awal nya berniat mengusir wanita itu, namun entah kenapa hati nurani nya tak membiarkan.
Mau bagaimanapun Rose tengah mengandung, jika ia mengusir nya, Rose mungkin akan menjadi gelandangan.
Abyan memainkan ponsel nya, ia sesekali melihat akun instagram Rose, disana terdapat foto Arsen.
Abyan mendengus saat ia melihat foto yang dimana Arsen tengah mencium pipi Rose.
"Dia sangat manis sekali pada jalang itu, sedangkan pada ku, aku di cekik hingga hampir mati." desis Abyan tak terima.
Abyan melempar ponsel nya ke sembarang tempat, ia menjadi sakit hati sendiri melihat postingan yang seperti nya saat awal mereka pacaran.
Se umur hidup Abyan belum pernah menjalin kasih, jangan kan untuk mempunyai kekasih, sampai saat ini ia belum bisa melupakan Arsen.
Abyan merutuki dirinya, mengapa dulu harus pernah satu sekolah dengan Arsen.
Oh ayolah, Arsen saat masa sekolah begitu menarik.
Sudah pintar, tampan, jago main basket juga. Abyan yang tak bisa melakukan hal-hal seperti itu merasa kagum pada Arsen yang bebas.
Namun seperti nya saat ini Abyan menyesal, Arsen tak sebaik yang ia kira, selain playboy suami nya itu begitu bajingan yang tak tahu malu.
Arsen menumpang hidup padanya, dan jangan lupakan kehadiran Rose yang kerap kali membuat Abyan naik darah. Abyan sebenarnya mau-mau saja membiayai hidup Rose, asal dengan syarat wanita itu menjauh dari kehidupan pernikahan nya.
_____________
Gue comeback, sebenarnya gue sakit tapi gak tahu kenapa pengen up.
Udah beberapa hari gak up ngebuat gue stress sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
LUKA [Lengkap]
Romanceaku menyerah, aku tak bisa lagi bertahan. _Abyan Alanzo_ aku percaya menyesal, adalah hal terburuk di dunia. _Arsen Alejandro_ Start_09 desember 2022 END _24 desember 2022
![LUKA [Lengkap]](https://img.wattpad.com/cover/328502240-64-k429058.jpg)