(About Salsa Thalisa)

16 3 0
                                        







Salsa Thalisa, si anak tunggal yang hidup nya dulu serba serbi dengan kemewahan dan kebahagiaan. Siapa sangka memiliki ayah yang gila kerja membuat sang ibu kekurangan waktu bersama suaminya.

Perdebatan setiap hari antara kedua orangtuanya buat Salsa dipenuhi tangis, malamnya dipenuhi ketakutan. Akan tetapi seiring berjalan nya waktu hal itu jadi makanan sehari-hari untuk Salsa bahkan menjelang hari cerai kedua orangtuanya Salsa di iming-iming akan dibelikan tiket konser idol Korea impian Salsa.

Bukan tidak sedih, hanya saja Salsa sudah bingung bagaimana cara menyatukan kedua orangtuanya. Kini Salsa benar-benar sendiri.
Si anak tunggal yang dulunya disayang kedua orangtuanya didalam satu rumah penuh kehangatan, kini Salsa bingung bagaimana caranya mendapat kesenangan itu lagi dalam waktu bersamaan.

Salsa benci lelaki yang memiliki harta tanpa memiliki tanggung jawab kepada keluarga. Bertemu Jovan di zaman sekolah salah satu hal yang beruntung, harusnya. Tapi siapa sangka kalau ternyata status Jovan sebagai satu-satunya Putera pebisnis nomor satu dikotanya mampu membuat Salsa harus menghapus rasa itu jauh-jauh. Salsa takut dimasa depan dirinya dan Jovan akan menjadi gambaran orangtuanya. Salsa tau betul rasanya kesepian, tidak ada adik ataupun kakak yang menjadi tempat Salsa untuk sekedar berbisik tentang bagaimana harinya. Ditambah dengan perpisahan kedua orangtuanya dimasa sekolahnya. Kalau bukan karena Jovan, Salsa tau akan seperti apa hancurnya kehidupan nya. Namun akan lebih hancur lagi ia kalau semakin jatuh pada sosok Jovan tanpa tau akhirnya bagaimana. Dirinya dan Jovan ibarat Siang dan malam yang tidak akan pernah bertemu pada satu titik. Kalaupun itu senja, maka hadirnya hanya sesaat sekalipun indah.

Maka biarlah demikian, Salsa yang sudah tau bagaimana Jovan dan perasaan yang dimilikinya untuk Salsa, dan Salsa dengan pendirian nya tidak akan pernah mau bersama dengan Jovan karena menurutnya percuma jika diakhir ditentang keras oleh keluarga Jovan.

Hidup yang manis menurut Salsa tidak melulu tentang pacar, terkadang pertemanan akan jauh lebih manis dengan segala kesederhanaan nya saling ada dan melengkapi.

Rumah menurut Salsa tidak melulu soal bangunan karena diberi lima saudara lebih hangat hadirnya dibanding pulang kerumah berbentuk bangunan itu. Sejak kehadiran Agatha dan yang lain nya Salsa jadi tau bagaimana rasanya berbagi, tau rasanya berbisik sekedar berucap lelah, tau rasanya mengadu sekedar bilang aku tertawa tetapi hatiku menangis, sekedar memberi tau tadi malam begitu dingin sampai-sampai dirinya harus menangis. Itulah Salsa Thalisa dengan segala beban yang ia pikul sendirian tetapi masih saja ada yang berucap ingin sekali menjadi dirinya. Andai Salsa orang jahat maka dia akan berucap kembali, setidaknya kita bertukar satu hari saja agar kau tau betapa banyaknya paku dalam sepatuku.

Salsa Thalisa, si anak tunggal dengan segala haha hihi nya yang palsu.

PELITATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang