Hanya cerita tentangmu dan beberapa karakter di serial anime 'One Piece'.
Seluruh karakter yang saya gunakan disini milik Eiichiro Oda selaku mangaka dari 'One Piece', disini saya hanya meminjam karakter untuk membuat cerita dengan menggunakan beber...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bajak laut Big Mom baru saja menginjakkan kaki di Wano. Setelah Luffy dan Sanji berhasil kabur dari Whole Cake Island beberapa bulan lalu Big Mom merencanakan sesuatu dengan Kaido untuk beraliansi dengan tujuan menghancurkan bajak laut Topi Jerami- Luffy.
Beberapa anggota keluarga Charlotte termasuk [Name] ikut berlayar ke Wano untuk mendampingi mama. Kini [Name] telah resmi menjadi salah satu menantu keluarga Charlotte karena menikahi dan dinikahi oleh putra kedua Big Mom, Charlotte Katakuri, pada tahun lalu. Pernikahan mereka berdua benar benar didasari oleh cinta, bukan karena pernikahan politik seperti Pudding dan Sanji.
[Name] dan Katakuri tengah berjalan jalan mengelilingi salah satu wilayah Wano Kuni yang letaknya cukup jauh dari ibukota bunga. Mereka pergi ke pusat perbelanjaan milik kota tersebut untuk membeli beberapa makanan khas. Setelah membeli mereka memutuskan untuk segera kembali ke ibukota bunga.
Ditempat itu terlihat seorang gadis kecil berambut ungu tengah memberontak karena diminta agar ia memberikan uang dan beras yang baru saja ia beli. Ternyata bawahan Kaido dan Queen. [Name] menghampiri mereka dan mencoba merebut kembali barang itu.
"Kembalikan itu kepadanya! Apakah kalian tidak punya hati merampok seorang gadis kecil yang tak bersalah?"
"Begitulah pekerjaan kami. Apa masalahmu? Kau ini juga siapa menyuruh nyuruh kami?"
"Dia istriku." Tubuh tinggi Katakuri berdiri tepat disamping [Name].
"Ck bajak laut Big Mom. Cepat kembali."
Kedua orang bawahan Queen yang melihat Katakuri langsung melempar begitu saja uang dan beras tadi hingga jatuh berserakan, mereka langsung melarikan diri. Ya, antara jangan membuat masalah dengan calon anggota aliansi dan takut melawan Katakuri sih. Kekuatan mereka jelas terpaut jauh daripada Katakuri. Sekali tonjok bisa langsung mati.
"Baiklah ini uangmu, gadis manis. Beras ini tidak usah dipunguti biarku belikan yang baru ya?" [Name] mencoba menenangkan. Gadis itu tersenyum dan mengangguk. Mengusap sedikit air matanya.
"Uhm- terima kasih banyak ya, kakak kakak baik hati." "Hahahaha bukan masalah. Omong-omong siapa namamu? Kau sangat lucu."
"Namaku O-tama. Salam kenal! Nama kakak sendiri dan kakak besar itu siapa?"
"Namaku Charlotte [Name] dan dia adalah Charlotte Katakuri. Salam kenal juga ya, Tama."
"Wah! Marga kalian sama, apakah kalian saudara?"
"Bukan. Kami adalah suami istri." [Name] mengucapkan dengan tersipu, begitu juga dengan Katakuri yang menutup wajahnya dengan tangan agar mereka tidak melihat wajahnya yang memerah karena melihat lucunya [Name] dan anak kecil bernama Tama itu saat berinteraksi.
––––———–––––—––––——–
Kini mereka sedang berada dirumah sederhana milik Tama. Mereka bertiga sudah seperti keluarga kecil bahagia saja. Keadaan rumah Tama begitu sepi dan terlihat sedikit kumuh, beberapa bagian rumahnya sudah tidak layak lagi. Apakah orang tuanya tidak mengurusinya? Dasar.