10.Peristirahatan terakhir

1.4K 58 2
                                        

Sebelum membaca wajib follow akun wattpad  syafira_hfz
*
*
*
*
*
Jangan lupa spam vote dan komen
*
*
*
*
Maaf jika ada kesamaan dengan alur cerita dan kalau ada typo tandain ya

SUDAH DIREVISI✓

SUDAH DIREVISI✓

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

****

Kini gadis itu,melamun gadis itu tampak murung saat kejadian sore tadi, gadis itu tidak menyangka  orang yg iya sayang kini meninggalkannya,gadis itu merasa gelisah merasa di dalam hatinya ada yg hilang.

Di dalam kamar yg sepi menatap langit yg mulai sore,sunyi hanya hebusan angin yg gadis itu rasakan senyuman di raut wajah gadis itu tidak ada sejak pulang dari rumah sakit ,dengan wajah yg sembab

"Kenapa kenapa tuhan kau tidak ambil nyawaku saja jangan orang yg kusayang"lirih batin madinah

Ceklek!! Pintu kamar Madinah terbuka

"Assalamu'alaikum"ucap Abiyan, menghampiri Madianh

Tidak ada respon dari gadis itu iya tampak murung menenggelamkan dirinya dilantai dengan air mata yg terus mengalir tidak terhenti

"Udah, ikhlaskan kepergian ayah,ayah pasti bahagia kalau putrinya bahagia ayah sudah di surganya Allah"ujar Abiyan menatap Madinah

"Hikss!!..Tuhan jahat kenapa dia ambil ayah aku nyusain ayah"ujar madinah

"Tuhan gak jahat,tetapi kita yg hidup di dunia ini akan merasakan kematian ikhlaskan saja jangan berlarut larut pasti ayah sedih kalau kamu sedih kalo kamu senang pasti ayah senang dia sana"ujar Abiyan memegang erat tangan Madinah

"Lo kenapa mau nikah sama gue padahal gue wanita fakir ilmu?"ujar madinah menatap langit

"Nggak tahu,hati ini tidak bisa nolak"ujar abiyan

"Apakah kamu menikahi ku bukan karena cinta tapi terpaksa?"ujar Madinah menatap Abiyan

" Nggak kok,Udah nggak usah di bahas,aku mau makan laper"ujar Abiyan dengan memegang perutnya yg keroncongan

Lalu Madinah turun ke bawah,tidak menghiraukan Abiyan dan meninggalkan Abiyan,gadis itu menuju dapur meski  iya sangat sakit saat ini tetapi iya harus memenuhi kewajiban sebagai istri.setelah masak Madinah menyajikan makanan di meja makan

Abiyan turun ke bawah melihat Madinah,di meja makan dia duduk di meja makan menatap wajah sang istri yg  terlihat matanya membengkak karena menangis lama.

Madinah pergi ke atas iya melihat suaminya sudah di ruang makan,lalu gadis itu pergi ke atas namun tangannya di cegah oleh Abiyan lalu Madinah balik kebelakang

My Husband Gus Abiyan Is BadboyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang