seorang perempuan muslim yang sedang sibuk memperbaiki dirinya untuk lebih dekat dengan sang pencipta ,dan berusaha untuk memperdalam ilmu agama cita citanya sungguh besar ingin menjadi seorang Hafizah muda.bernama Madinah Humaira shakeella memiliki...
Sebelum membaca wajib follow akun wattpad syafira_hfz * * * * * Jangan lupa spam vote dan komen * * * * Maaf jika ada kesamaan dengan alur cerita dan kalau ada typo tandain ya
SUDAH DIREVISI✓
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
****
Kini gadis itu,melamun gadis itu tampak murung saat kejadian sore tadi, gadis itu tidak menyangka orang yg iya sayang kini meninggalkannya,gadis itu merasa gelisah merasa di dalam hatinya ada yg hilang.
Di dalam kamar yg sepi menatap langit yg mulai sore,sunyi hanya hebusan angin yg gadis itu rasakan senyuman di raut wajah gadis itu tidak ada sejak pulang dari rumah sakit ,dengan wajah yg sembab
"Kenapa kenapa tuhan kau tidak ambil nyawaku saja jangan orang yg kusayang"lirih batin madinah
Tidak ada respon dari gadis itu iya tampak murung menenggelamkan dirinya dilantai dengan air mata yg terus mengalir tidak terhenti
"Udah, ikhlaskan kepergian ayah,ayah pasti bahagia kalau putrinya bahagia ayah sudah di surganya Allah"ujar Abiyan menatap Madinah
"Hikss!!..Tuhan jahat kenapa dia ambil ayah aku nyusain ayah"ujar madinah
"Tuhan gak jahat,tetapi kita yg hidup di dunia ini akan merasakan kematian ikhlaskan saja jangan berlarut larut pasti ayah sedih kalau kamu sedih kalo kamu senang pasti ayah senang dia sana"ujar Abiyan memegang erat tangan Madinah
"Lo kenapa mau nikah sama gue padahal gue wanita fakir ilmu?"ujar madinah menatap langit
"Nggak tahu,hati ini tidak bisa nolak"ujar abiyan
"Apakah kamu menikahi ku bukan karena cinta tapi terpaksa?"ujar Madinah menatap Abiyan
" Nggak kok,Udah nggak usah di bahas,aku mau makan laper"ujar Abiyan dengan memegang perutnya yg keroncongan
Lalu Madinah turun ke bawah,tidak menghiraukan Abiyan dan meninggalkan Abiyan,gadis itu menuju dapur meski iya sangat sakit saat ini tetapi iya harus memenuhi kewajiban sebagai istri.setelah masak Madinah menyajikan makanan di meja makan
Abiyan turun ke bawah melihat Madinah,di meja makan dia duduk di meja makan menatap wajah sang istri yg terlihat matanya membengkak karena menangis lama.
Madinah pergi ke atas iya melihat suaminya sudah di ruang makan,lalu gadis itu pergi ke atas namun tangannya di cegah oleh Abiyan lalu Madinah balik kebelakang