seorang perempuan muslim yang sedang sibuk memperbaiki dirinya untuk lebih dekat dengan sang pencipta ,dan berusaha untuk memperdalam ilmu agama cita citanya sungguh besar ingin menjadi seorang Hafizah muda.bernama Madinah Humaira shakeella memiliki...
Sebelum membaca cerita nya wajib follow akun wattpad penulis Maaf jika ada kesamaan dengan alur,tokoh,kalau ada typo maaf ya reades semoga suka dengan ceritannya ・
・
・
・
・
・
Mohon kebijakan dalam membaca, jangan baca aja kasih vote, follow akun author biar tambah semangat
・My Husband Gus Abiyan is badboy
follow akun Ig ananta_adisa
🔸🔸🔸🔸🔸
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
“Cintai makhluknya sewajarnya saja, tetapi mencintai seseorang itu membuatmu memiliki tekad untuk memilikinya, meskipun akhir dari cinta itu adalah luka”
“Aku kehilangan segalanya,tapi aku menemukan diriku”
~Jalaluddin rumi~
🔹🔹🔹🔹
Seorang perempuan menatap langit mengingat kenangan yang telah berlalu. tak menyangka bahwa takdir tuhan tapi bersyukur mungkin ini jalan terbaik, perempuan dengan wajah sendunya sekali kali meneteskan air matanya.
Akan teringat setiap hari dirinya disibukan dengan mendekatkan diri kepada Allah, perjalanan yang panjang akan teringat masa lalu yang begitu penuh dengan kesan buruk,tetapi perempuan itu sangat senang akan masa remajanya penuh cerita.
Hembusan angin yang menerpa wajahnya tatapan matanya kearah langit pagi seakan menceritakan semuanya.perempuan dengan abaya hitam pasmina coklat serta niqab berwarna hitam.begitu manis perempuan dibalik cadarnya.
“hiks...begitu panjang perjalananku hingga ada di titik ini,ya Allah jika sebenarnya. hikss... hamba ingin seperti yang lain merasakan masa masa remajanya mengejar prestasi,hamba ingin sekali ke Mesir untuk melanjutkan ilmuku di sana hikss..”tutur yah itu Madinah merenungkan impiannya.tanpa Madinah sadari di belakangnya ada sosok pria mendengarkan tutur katanya.seketika tangisnya pecah menangis tanpa suara menahan agar tak rapuh itu sangat menyakitkan
“saya juga tidak menyangka saya akan menikah muda,saya sama seperti kamu ingin melanjutkan impian sebagai seorang abdi negara.yah demi orang tua tersenyum saya menerimanya mungkin ini yang terbaik”tutur Abiyan berdiri di samping Madinah sembari menatap langit di balkon kamar.