Prolog

381 65 8
                                    


BlacknWhite Band Present

VOCALIST AUDITION

Show us your talent! 

Place: Ruang Serbaguna lv. 4

Time: November 15, 14:00 - end (after school)

Seorang gadis berseragam SMA sedang tertegun memandangi selebaran yang tertempel di mading sekolahnya. Mata hitam pekatnya tertuju pada satu-satunya tulisan yang mengalihkan semua fokusnya saat ini. Vocalist. BlacknWhite pula. 

If you want to know why, BlacknWhite merupakan band favorit Anna sejak ia masih menduduki bangku SMP. Berhubung mereka masih di sekolah yang sama, tentu mudah bagi Anna untuk mengikuti perkembangan band tersebut. Apalagi sekarang dia telah naik tingkat ke SMA. Akses tentu saja semakin terbuka lebar berhubung semua anggota band hanya 2 tingkat di atasnya. 

Memang sih mereka masih band sekolah. Namun meski masih muda, gaya bermusik mereka yang unik serta aransemen lagu yang memanjakan telinga menjadi hal utama yang Anna sukai dari grup band yang baru berusia 3 tahun ini. Selain paras mereka yang tampan bak dewa-dewa Yunani tentunya. Tidak salah bukan Anna menjadi salah satu fans nomor 1 mereka? Meski bukan garis keras sih. Intinya, Anna pasti punya alasan yang jelas jika ia sangat menyukai sesuatu. 

Namun menjadi vokalis? Ya Tuhan! Jujur Anna ingin sekali. Apalagi audisi ini tidak terbatas usia atau pun hal lainnya. As long as you can sing, right?

Tapi bagaimana ini? Apa Anna siap? Bagaimana pendapat sahabat-sahabatnya? Apa kata orang tuanya? Bagaimana dengan berbagai kegiatannya yang lain? 

"Na, ikut aja."

Suara seseorang mengagetkan Anna dari lamunannya dan mengalihkan pandanganya. Di sampingnya, Kylie, sang sahabat, juga ikut memandang poster di mading itu sambil menikmati mango gelato di tangannya. Tak lama pandangannya beralih kepada Anna dan senyum jenakanya mulai muncul. 

"You love singing, Na. And I can confirm how good your voice is. Daripada kerjaan lu cuma nyanyi di kamar mandi and ruang karaoke aja. Ya... if you're lucky, sesekali lu  nyanyi di acara ulang tahun keluarga lu. Mendingan lu coba aja ikut audisi ini."

"Tapi Kyle, gue ga yakin. Kalau ga lulus gimana?"

"Come on, Na! This is just an audition. Kalau lu ga masuk ya udah ga apa-apa. Yang penting kan lu coba. Tuh poster sudah lu lihatin selama 3 hari berturut - turut loh. Setiap kali kita ke kantin lu pasti pantengin dulu ini mading. So listen to me and join this audition. I believe you'll regret it if you never take this chance. Just like what you always told me."

Anna merenungkan perkataan Kylie sejenak. Memang tak ada salahnya mencoba. Anna hanya ingin menguji sampai mana kemampuannya. Anna dapat menjamin jika ia pasti akan menyesal keesokan harinya jika tidak menggunakan kesempatan ini. Lagipula talenta diberi untuk dikembangkan, bukan? 

"Lu yakin gue harus ikut, Kyle?", tanya Anna terakhir kali untuk memastikan. 

"Iyaa, zheyenkkk! Pokoknya gue temenin lu habis pulang sekolah." jawab Kylie dengan sambil mencubit kedua pipi Anna saking gemasnya. 

Hasilnya? Tentu warna merah seperti tomat yang terlihat di pipi Anna. Sambil menggosok kedua pipinya yang sedikit sakit, Anna pun bergumam."Gausah pake cubit - cubit juga kali, say!"

"Iya-iya.  Maaf yaa, zheyengku... Kamu buat aku geregetan sih.Yuk balik ke kelas! Sudah mau bel masuk." ajak Kylie sambil menggandeng tangan Anna. 

Sambil berjalan melewati lorong, Anna tersenyum tipis. Ia telah membuat keputusan. Sebuah keputusan yang ia tahu tidak akan pernah disesalinya. 

Entangled AgainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang