Style 7. tiba - tiba

838 55 10
                                        


Happy Reading, Guys....




Deynara terlihat tengah melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Raut terkejut seketika terlihat jelas pada wajahnya. Deynara menghela nafas kasar dan memilih mengabaikan akan kehadiran laki - laki yang sedang duduk di sofa ruang tamu.

Deynara melangkah melewati ruang tamu begitu saja, tanpa melirik sedikit pun pada laki - laki itu. Sedangkan laki - laki itu terlihat menghela nafas kasar dan segera melangkah menyusul Deynara.

Deynara menghentikan langkahnya saat pergelangan tangannya di tahan oleh laki - laki itu. "Apa?" tanyanya menatap pada laki - laki itu.

"Ganti baju," ucapnya datar.

Deynara mengangkat salah satu alisnya. "Mau ngapain?"

"Kita keluar."

Deynara menghentakkan tangganya. "Males."

Saat Deynara akan kembali melangkah, laki - laki itu kembali menahan Deynara. Namun, kali ini laki - laki itu menahan dengan menyentuh lengan tangan Deynara.

Laki - laki itu menatap intens kedua mata Deynara. "Mau gue gantikan atau lo ganti sendiri?"

Deynara juga balas menatap intens kedua mata laki - laki itu. "Lo siapa, sih? Gak usah maksa. Gue enggak suka!'

Laki - laki itu memilih diam. Namun, melirik tubuh Deynara dengan maksud untuk segera berganti pakaian.

Deynara menjauhkan tangan laki - laki itu dari lengan tangannya. "Gue enggak kenal lo, serius, deh. Oke, kita emang enggak sengaja kissing di club. Tapi, kalau gue tau lo itu teman si Genta, gue enggak akan melakukan hal itu."

"15 menit. Gue tunggu di sini." Kemudian laki - laki itu kembali duduk.

Deynara menatap tidak percaya pada laki - laki itu. "Aish! Ngeselin banget!" Kemudian dirinya segera melangkahkan kaki pergi menuju kamarnya.

Laki - laki itu terlihat menghela nafas kasar menatap kepergian Deynara.

Deynara yang sudah berada di dalam kamarnya, terlihat tengah duduk di atas tempat tidurnya. Deynara melirik kesal pada pintu kamarnya yang sudah tertutup.

"15 menit," ucap Deynara dengan suara yang menyebalkan. "Dih, siapa lo ngantur dan minta ke gue untuk melakukan hal itu. Males banget gue. Mending tidur siang." Kemudian Deynara segera membaringkan tubuhnya.

Saat Deynara akan memejamkan kedua matanya, Deynara seketika kembali duduk dengan menatap pada pintu kamarnya. "Kalau Genta datang, bisa - bisa ada perang. Aish!"

Deynara segera beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju walk in closet-nya. "Pake baju apa, ya? Bersih - bersih dulu ajalah, mandi." Deynara memutuskan untuk keluar dan menuju kamar mandi.

Setelah hampir setengah jam lamanya, kini Deynara terlihat sudah selesai dengan pakaian serta wangi parfum yang menempel pada tubuhnya.

Deynara tersenyum manis, menatap pantulan dirinya pada kaca. "Perfect. Sudah wangi juga gue." Kemudian dirinya menatap pada jam yang berada di pergelangan tangan. "Biarlah dia nunggu lama. Siapa suruh." Deynara tersenyum tipis.

Style  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang