"Hidup adalah pertanya'an, dan bagaimana kita menjalaninya
adalah sebuah jawaban"
~yuanel-zee~
•
•
•
Belum sempat zara menantang cewek-cewek yang ada dihadapannya.
Plaaaakk...
Zara menyentuh pipinya yang terasa nyeri akibat tamparan yang tak terduga. Sedangkan gus gebriel menatap tajam ke arah gadis yang menampar pipi zara, ia mengepalkan tangan dalam diamnya.
"Lo sengaja kan godain gus gebriel ?"
nyolot gadis tersebut. Zara masih membisu.
Detik demi detik sa'at zara ingin membalas tamparan tadi, tiba-tiba tangannya di tahan oleh gus gebriel. Cewek-cewek yang melihat hal itu tersenyum bangga.
Zara menatap lekat wajah suaminya, ia menggigit bibir bawahnya, mencoba untuk menahan air matanya. Ia sangat kesal, kecewa, dan benar-benar sakit hati. Ia menghempas kuat tangan gus gebriel dan segera pergi meninggalkan mereka semua.
Gus gebriel menatap sendu punggung istrinya. Sekarang, ia menatap tajam ke arah cewek yang menampar zara. Seketika senyuman mereka berubah menjadi ketakutan sa'at melihat
tatapan tajam dari gus gebriel.
"atas hak apa kalian menampar istri saya !" teriak gus gebriel.
"apa! i-istri ?" ucap gagap dari mereka.
"Ini bukan pertama kalinya kalian ganggu privasi saya, dulu saya selalu maklumi. tapi sekarang! berani- beraninya kalian nampar istri saya !"
Semuanya benar-benar membisu tanpa berani mengangkat wajah.
Seandainya mereka bukan perempuan, mereka tidak akan dibiarin begitu saja.
"ma--ma'afkan kami gus" ucap mereka serentak.
"Pergi kalian, dan besok datang kemari minta ma'af pada istri saya" titah gus gebriel.
"Kalau kalian nggk datang, orang tua kalian tidak akan berkerja lagi di tempat saya" lanjutnya.
"I-iya gus, jangan pecat orang tua kami" ucap mereka dengan nada yang bergetar, takut.
Semua orang yang ada di kota itu tau kalau gus gebriel memiliki pabrik sarung dan kaos yang bermerek.
ia juga sering di sapa dengan sebutan ceo muda atau tuan muda, karena dari umur 17 tahun ia sudah bisa mengelola pabrik dari usahanya sendiri, abah hanya membantu 40% Saja.
Gus gebriel menatap malas sembari memalingkan wajahnya, kemudian pergi meninggalkan mereka.
Sa'at gus gebriel sampai di dalam rumah. terlihat abah, ummah, syifa yang sedang duduk di ruang tamu.
"Kenapa terburu-buru sekali sayang ? mana zara ?" tanya ummah sa'at melihat gus gebriel yang terlihat kelimpungan, mencari seseorang.
"Al ke kamar dulu ya ummi" ucap gus gebriel sopan.
tanpa menunggu jawaban dari ummah, ia berlari menaiki anak tangga. Sa'at membukan pintu kamar, ternyata tidak ia temukan istrinya.
"zara -- zayang" gus gebriel berlari kesana kemari di lantai dua. Ia terdiam sejenak, dan berlari kedepan kamar syifa, kemudian membukanya. Ia masuk dan mencari keberada'an istrinya di dalam sana, tapi tidak ia temukan.
Namun sa'at ia membuka lebar tirai jendela. terlihat dari atas jendela, zara yang sedang duduk murung di kursi taman.
Lagi-lagi gus gebriel mengepalkan tangannya sa'at melihat siapa yang bersama zara. Ia masih memperhatikan gerak gerik saudaranya yang terlihat sangat mencemaskan zara, walau tak terdengar apa yang di bicarakan oleh kedua manusia di bawah sana.
~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear My Cold G.
Romancesemua orang punya caranya tersendiri dalam mengespresikan rasa cinta, lantas apa yang salah ? terlalu indah untuk di miliki, bahkan banyak hati yang harus tersakiti. hati yg sudah lama sakit akan rasa yg terpendam dan akhirnya, hanya bisa membisu ba...
