part ( 37 )

335 29 1
                                        



(Bandara. 07:30 pagi)

Ada tangis haru menyelimuti orang yang berada dibandara. Tidak terkecuali  keluarga gus alan maupun gus maulana, semuanya mengantar kepergian mereka berdua.

"Abang.." lirih gus alan menatap gus gebriel, lalu berjalan mendekatinya.

"Jaga diri baik-baik disana, gue bakalan nyusul kok" ucap gus gebriel memeluk gus alan sembari menepuk-nepuk pelan pundak saudaranya itu.

Sama halnya dengan gus alan, gus maulana juga memeluk gus gebriel dan gus zaid. Mereka saling berpelukan satu sama lain. pelukan ala laki-laki pada umumnya.

Air mata syifa, ummah dan orang tua gus maulana tidak bisa dibendung  lagi. Bedahalnya dengan para lelaki yang masih terlihat tegar.
Bahkan zizah juga ikut berada diantara mereka.

"Zara, gue minta maaf" ucap gus alan. Walaupun zara tidak tahu maksud dari ucapan maaf gus alan, namun ia tetap tersenyum ngangguk.

"Syifa, jaga diri baik-baik ya" ucap gus alan, lalu memeluk saudari kembaran itu. Syifa menangis sejadi-jadinya dipelukan gus alan.

"Udah sayang, pesawatnya bentar lagi lepas landas" ucap ummah melarai pelukan keduanya sembari menyekar air matanya.

"Alan-- Ula berangkat dulu, Assalamualaikum" ucap gus alan dan gus maulan bersamaan.

Sebelum benar-benar naik pesawat.. "tunggu aku syifa" gumam gus maulana hampir tak terdengar.

"Maaf abang, karena masih nyimpan perasaan pada istri lo" lirih gus alan.

-

"Sayang, tunggu disini sebentar yah kakak mau bicara sesuatu sama ummi" ucap gus gebriel. zara terdiam sejenak lalu mengangguk.

Gus gebriel berjalan menuju tempat ummah berada. "Ummi Al bisa bicara sebentar ?" ucap gus gebriel yang sudah merangkul lembut lengan ummah.

"Boleh sayang" ummah tersenyum tulus pada putranya itu.

"zizah tunggu aja dimobil ya sama syifa dan abah" titah ummah pada zizah. Zizah langsung menyetujuinya dengan mengangguk sopan.

"Ada apa sayang ?"

Gus gebriel membisikan sesuatu ditelinga ummah yang terbalut jilbab lebar. Cukup lama, zara yang melihat dari kejauhan ikut penasaran dengan apa yang di bicarakan oleh anak dan ibu tersebut.

"Siap sayang" ucap bunda tersenyum sembari mengacukan jempolnya.

"Jazakumullah ummi" ucap gus gebriel tersenyum lega.

"AL langsung pulang ya, kasihan zara nungguin" lanjutnya, yang langsung dibalas anggukan dari ummah.

"Semangat sayang, harus cepat kasih ummi sama abi cucu, yang banyak" ucap ummah sedikit teriak saat putranya itu sudah menjauh.

Gus gebriel tersenyum penuh arti. mengangkat jempolnya dari belakang, sangat cold. Ummah hanya bisa  tersenyum geleng-geleng.

"Ayoook sayang kita pulang"

"Apa yang kakak dan ummi bicarain ?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 25, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dear My Cold G. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang