part ( 36 )

275 33 1
                                        



Gus gebriel dan zara sudah terbaring dikasur, kali ini zara tidur di kamar suaminya. Keduanya sudah menggunakan baju tidur, zara melirik ke arah gus gebriel yang sudah memejamkan mata.

Zara memikirkan kejadian malam ini.
gus gebriel tetap perhatian padanya namun setelah kejadian malam ini ia sangat pendiam. Sebelum tidur, keduanya berwudhu terlebih dahulu.

-

"Kenapa sayang ?"

Zara terkejut saat gus gebriel membuka matanya.

"Kenapa belum tidur ?" ucapnya sekali lagi.

Zara mengerjapkan matanya.
"Kakak nggk marah kan sama zara ?" tanya zara dengan raut wajah khawatirnya.

"Nggk kok sayang"

"Tapi kenapa kakak diam saja dari tadi ?"

Gus gebriel tersenyum simpul, lalu mendekatkan tubuhnya kearah zara.
"Kakak ngantuk" ucapnya. lalu memeluk zara, sembari mengelus lembut surai milik gadisnya.

"Tidur yah, biar cepat bangun tahajjud" titah gus gebriel dengan mata yang sudah ia pejamkan.

Akhirnya zara bisa tidur dengan tenang. Ia membalas pelukan gus gebriel dan memejamkan mata dengan bibirnya yang tersenyum.

Hanya butuh beberapa menit, dan akhirnya keduanya sudah berpindah ke alam mimpi.

Flashback on..

"Zara, zara yah ?"

"eh rizal ? Kamu ngapain disini ?"

"Aku kuliah di indonesia, karena aku bakalan urus perusahaan ayah yang ada di sini" jawab lelaki yang bernama rizal itu. Gus gebriel masih menyaksikan tanpa mengatakan sepatah katapun.

"Oh, udah lama di indo ?" ucap zara. ia melirik, menatap wajah suaminya yang terlihat datar.

"nggk zara, baru satu minggu" ucapnya tersenyum pada zara.

Zara melirik Suaminya.
"

Oh iya zal, perkenalkan ini suami aku" lanjut zara.

Ada ekspresi yang aneh dari lelaki itu, ia menatap tidak percaya.
"Haha, kamu bercanda ya zara, Itu pasti kakakmu kan ?"

"Aku serius, dia suami aku zal !" tegas zara, lalu terkekeh pelan.

"Kak, kenalin dia teman SMA zara waktu di singapura" ucap zara tersenyum kepada suaminya.

Gus gebriel melirik kearah lelaki itu yang sudah tersenyum sembari menyodorkan tangannya. "Kenalin nama gue rizal" ujarnya tersenyum penuh arti.

"Gebriel" jawab gus gebriel singkat, dan membalas jabat tangannya.

"Zara, udah lama nggk ketemu tambah cantik aja" ucap rizal tersenyum manis pada zara.
zara hanya membalas dengan senyuman paksa.

Tangan gus gebriel sudah mengepal, ingin ia layangkan pukulan ke wajah lelaki yang berani memuji istrinya itu, tapi ia nggk mau dianggap berlebihan.

Dear My Cold G. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang