"Ketika kamu ikhlas menerima kekecewaan hidup,
maka allah akan membayar
tuntas kecewamu dengan
beribu-ribu kebaikan"
~Yuanel-zee~
•
•
•
(Arena balap)
Sore hari setelah selesai sholat ashar berjama'ah di masjid, semua genk Gsix langsung berangkat ke arena balap, dengan menggunakan motor mereka masing-masing.
Sedangkan zara dan syifa nyusul dibelakang menggunakan mobil yang diantar oleh supirnya.
genk Gsix ngumpul disebuah tenda yang memang sudah dipersiapkan, sama halnya dengan genk Gramez yang sudah berada di tenda sebelah.
Ditengah asiknya mereka berbincang-bincang muncul lah mobil yang dinaiki oleh zara dan syifa.
banyak mata memandang ke arah zara dan syifa, layaknya seorang putri kembar yang turun dari mobil.
Orang-orang didalam dua tenda bisa melihat ke arah luar, namun gus gebriel masih fokus dengan handphonenya. tanpa menunggu lama glend tersenyum cerah dan segera menghampiri zara.
Syifa merangkul lengan zara, dan memeluknya. Ia trauma melihat wajah glend, zara yang menyadari hal itu menatap tajam wajah glend yang sudah berada tepat di depannya.
"hay zara, apa kabar ?" ucap glend tersenyum cerah.
zara bergidik ngeri sembari memutar bola matanya malas. "Baik" jawabnya acuh.
"Lebih baik sekarang lo sama gue zara, udah dipastikan dia akan kalah"
Ucap glend percaya diri, zara yang paham arah tujuan dari ucapan glend berdecak kesal.
"Ck! Jangan mimpi" tegas zara. Namun glend tersenyum miring.
Gus alan, dan gus maulana masih memperhatikan gerak gerik glend.
Akhirnya, mereka berdua berniat menghampiri mereka.
"Al, istri lo tuh digangguin" ucap gus zaid seraya menyolek tubuh gus gebriel.
Gus gebriel reflek menatap wajah gus zaid, lalu kemudian menatap kedepan pintu tenda. Ia langsung disuguhkan oleh pemandangan yang mencekam.
Di samping kiri zara ada glend dan di samping kanan ada gus alan yang terlihat sedang berbincang dengan glend, sedangkan syifa terlihat di belakang punggu gus maulana.
Gus gebriel berdiri, lalu berjalan menghampiri mereka. Sa'at ia sampai, ia menarik lembut tangan zara sedangkan tangan kirinya menarik tangan syifa dan berlalu menjauhi mereka.
"Sini duduk di tenda" gus gebriel masih menggenggam kedua tangan itu. Semua tidak ada lagi yang berbicara, mereka hanya fokus pada gus gebriel.
Dengan sigap anggota Gsix menyiapkan kursi untuk zara dan syifa, semuanya langsung berdiri tegap seraya tersenyum sopan.
"Silahkan ibu bos dan nona syifa" ucap mereka masih tersenyum dan tak lupa dengan canda'an recehnya.
"Ibu ?" zara mengerutkan alisnya tidak terima. Mereka yang melihat hal itu langsung terkekeh dibuatnya, gus gebriel juga ikut terhibur, ia tersenyum melihat wajah menggemaskan istrinya.
"kan emang calon ibu" bisik gus gebriel tepat ditelinga zara.
"eeh nggk. punya anak aja belum, udah di panggil ibu aja" tukas zara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear My Cold G.
Roman d'amoursemua orang punya caranya tersendiri dalam mengespresikan rasa cinta, lantas apa yang salah ? terlalu indah untuk di miliki, bahkan banyak hati yang harus tersakiti. hati yg sudah lama sakit akan rasa yg terpendam dan akhirnya, hanya bisa membisu ba...
