part ( 32 )

316 40 5
                                        




"I--za--hwvyt" 

Mata zara seketika berbinar, senyuman di bibirnya mengembang dikala ia mendengar racauan kecil dari mulut suaminya.

"Kak, tunggu ya aku panggil dokter" ucap zara semangat.

"Dokter--- dokter" panggil zara sedikit berteriak saat melihat punggung dokter yang berjalan membelakanginnya.

Dokter itu menoleh.
"Iyaa ?" menghampiri zara.

"Suami saya sudah sadar" ucap zara ngosngosan seraya tersenyum.

Dokter itu ikut senang melihat betapa semangatnya zara. "Ayook silahkan" ucapnya mempersilahkan zara berjalan terlebih dahulu.

-

"Gimana dok ?"  tanya zara saat melihat dokter itu sudah selesai memeriksa gus gebriel.

"Suami saya nggk kenapa-kenapa kan dok ? Kenapa dia tidur lagi ?" lanjut zara, sakarang raut wajahnya terlihat sangat khawatir.

"Nggk papa nona, Alhamdulillah jantungnya sudah mulai normal kembali, ini adalah hal yang wajar tubuhnya masih lemah setelah dia sadar dari koma yang cukup panjang ini" ujar dokter itu tersenyum sopan pada zara.

"Saya sangat salut sama nona dan termaksud tuan muda gebriel"

"Apakah dokter pernah kenal suami saya sebelum ini ?" tanya zara hati-hati tapi pasti.

"Kita bertemu lagi nona setelah beberapa bulan yang lalu" ucap dokter muda itu tersenyum.

Zara menaiki alisnya, tanda tak paham. "Maksud dokter ?"

"Suami nona ini pernah kecelakaan dua tahun yang lalu, dan beberapa bulan yang lalu nona dan sekeluarga yang mengantarnya" jelas dokter itu. Seketika zara ingat saat pertama kali ia bertemu gus gebriel setelah sekian lama, walaupun liwat kecelakaan yang dibuat oleh ayahnya. Tapi zara penasaran dengan kecelakaan suaminya dua tahun yang lalu.

"Kalau boleh tau, dua tahun yang lalu suami saya kecelakaan karena kenapa ya ?" tanya zara hati-hati tapi pasti.

"Menurut konsultasi teman-temannya,  tubuhnya terkena sayatan pisau dan tembakan karena menolong gadis yang hampir dilecehkan" 

Reflek zara menutup mulutnya mendengar tutur dari dokter. ia baru ingat saat ia melihat tubuh indah suaminya yang dipenuhi luka lama dan luka baru.

luka lama ada kaitannya dengan cerita si dokter dan luka baru pada saat ia berkelahi, ingin menyelamatkan zara dari cengkraman glend malam itu.

"Terimakasih banyak dok infonya" ucap zara sopan. Dokter tersenyum ngangguk lalu keluar dari ruangan.

°°°

(Malam. RS 09:10)

Setelah sholat isya' yang panjang disebuah mushola rumah sakit.
Sedari magrib syifa yang menjaga gus gebriel karena syifa lagi libur sholat.
Ummah dan abah baru muncul lagi dirumah sakit setelah selesai sholat isya' di masjid.

Terlihat zara yang menunduk keluar dari pintu mushola, ia menyusuri koridor rumah sakit hanya beberapa perawat yang berlalu lalang disekitar.

Dear My Cold G. Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang