•
•
•
Zara mendorong kuat tubuh gus gebriel ke belakang, sampai suaminya itu meringis kesakitan. Bukanya kasihan, zara malah menatapnya malas.
Jantung zara berdebar tak karuan, namun ia berlagak sok santai didepan suaminya.
Bisa-bisanya lelaki itu terlihat biasa saja setelah menciumnya. eits Ralat, lebih tepatnya tak sengaja menciumnya.
detik demi detik zara menatap tajam wajah suaminya, sembari tangan mungil berisi-nya memukul dada bidang lelaki yang sudah menjadi suaminya beberapa hari yang lalu.
Gus gebriel meringis kesakitan.
"Aww zara"
Zara beralih menjadi khawatir, suaminya benar-benar merasakan kesakitan. Apakah sekuat itu tangan zara! Sampai sampai bisa menyakiti tubuh tegap nan gagah milik suaminya ?
"Kak--kakak nggk papa ?" zara perlahan naik ke atas kasur, dan mendekati gus gebriel.
Gus gebriel menatap hangat manik mata zara.
"Nggk papa zara" ia menangkap lembut tangan zara. sa'at gadis itu ingin memeriksa dadanya yang tadi bekas ia pukul.
Lagi-lagi zara dibuat ngelang oleh aksi gus gebriel. "dasar modus !" dengus zara kesal sa'at dirinya sudah ditarik Kedalam pelukan suaminya.
Zara berusaha melepaskan diri dari pelukan gus gebriel.
"Diam, atau aku cium lagi, mau ?" spontan zara membeku, tak ingin memberontak lagi.
Zara menikmati pelukan itu. Gus gebriel mengukir senyum di bibirnya, sangat tipis hampir tak terlihat.
Ia menautkan dagunya di ubun-ubun zara dan menikmati aroma strobery dari rambut gadisnya.
Tak terasa, zara ketiduran di pelukan gus gebriel. Begitu nyaman dan hangat, bahkan ia lupa untuk memarahi suaminya lagi.
dengan telaten Gus gebriel meletakan kepala zara di bantal, kemudian ia membaringkan tubuhnya disamping zara. Berbagi ranjang dong..xixixi>.<
Gus gebriel tersenyum menatap wajah zara yang terlihat sangat gemoy sa'at terlelap. Detik demi detik ia pun ikut terlelap dengan tangannya yang melingkar di perut ramping milik zara.
°°°
"Hooaamm"
Rasanya tak ingin bangun dari tempat tidur dan masih ingin menikmati hangat-nya selimut dan kasur milik sang suami, terlebih lagi diluar terlihat rintikan hujan.
Zara mengeliat, mengucek-ngucek pelan mata dan wajahnya. Menatap kearah luar jendela, tirai yang sudah di buka lebar, matahari yang belum juga menampakan diri di balik indahnya awan dan langit biru pekat.
Pandangan zara teralih sa'at pintu kamar mandi terbuka..
"Aaakkhhhhwww" teriak zara dengan tangan yang menutupi kedua matanya.
Gus gebriel menatap bingung ke arah zara, sembari mendekatinya.
" hey, kesurupan ?" gus gebriel meraih kedua tangan zara. Zara membuka matanya dan menatap wajah suaminya.
"Kakak kok nggk pakai baju ?"
Siapapun tolong culik zara agar mata polos-nya terhindar dari tubuh indah lelaki di depannya ini>.<
"Aku lupa bawa baju ke kamar mandi, kenapa kamu pakai acara teriak segala ?" pertanyaan-nya ini mampu membuat zara berdecak kesal. Bagaimana mungkin tidak teriak karena kaget! Suaminya hanya menggunakan celana trening panjang dan bertelanjang dada.
"Ck! Nggk ada" zara memutar bola matanya malas.
"Udah baca do'a bangun tidur
belum ?" gus gebriel tersenyum simpul dan mengusap lembut puncak kepala zara.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dear My Cold G.
Romancesemua orang punya caranya tersendiri dalam mengespresikan rasa cinta, lantas apa yang salah ? terlalu indah untuk di miliki, bahkan banyak hati yang harus tersakiti. hati yg sudah lama sakit akan rasa yg terpendam dan akhirnya, hanya bisa membisu ba...
