Happy Reading
Langit mengulurkan tangannya untuk membantu Almyra turun dari mobil. Dress panjang yang dia kenakan tampaknya membuat ia kesulitan untuk turun dari mobil. Namun dibalik kesusahannya gadis itu dengan dressnya, Langit akui bahwa Almyra terlihat begitu cantik nan menawan malam ini. Dua kali lipat lebih cantik.
Dengan senyum yang mengembang dibibirnya, Almyra menerima dengan hangat uluran tangan yang Langit berikan untuknya.
Almyra pun berhasil turun dari mobil, mata gadis itu pun menatap takjub restoran yang mereka datangi malam ini dengan senyum yang merekah. lalu matanya menoleh ke samping. Menatap Langit dengan senyum yang terus mengembang. ia juga meraih tangan Pria itu untuk digandengnya.
Almyra cukup kaget ketika ia diminta pulang kerja lebih awal oleh Langit. Bahkan, biasanya Langit yang menjemput, tapi pria itu malah mengirim sopir untuk menjemputnya. Belum sampai disitu, ketika ia sampai di rumah, ia dikejutkan dengan dress berwarna merah maroon yang menggantung indah di kamarnya. Hingga terdengar ketukkan pada pintu kamarnya dan kemunculan Langit menjawab semua kebingungannya. Langit menyuruh Almyra mengenakan dress itu karena Langit akan mengajaknya dinner malam ini. Satu hal yang sangat baru bagi Almyra.
Dan malam ini, disinilah mereka berada. Duduk saling berhadapan di sebuah restoran bernuansa Eropa. Tempat yang cocok sekali untuk melakukan makan malam romantis. Almyra tak henti-hentinya menatap sekeliling. Restoran ini begitu mewah, dan Almyra yakin bahwa menu di sini juga sama mewahnya dengan view roomnya.
Langit meraih tangan Almyra yang terletak bebas di atas meja. Almyra yang awalnya masih sibuk menatap beberapa interior yang ia sukai di sini teralihkan karena sentuhan lembut tangan Langit pada punggung tangannya.
Almyra menunggu dengan gugup apa yang akan Langit lakukan dengan tangannya. Langit memegangnya dan ibu jari pria itu mengelus lembut punggung tangannya. Ketika Almyra memberanikan diri untuk menatap wajah pria itu, ternyata Langit sudah terlebih dahulu menatapnya, dengan tatapan penuh memuja.
"You're so beautiful," Pujinya ketika melihat penampilan Almyra yang tidak seperti biasanya. Jarinya terus mengelus punggung tangan Almyra.
Hingga seperkian detik, Akhirnya pesanan mereka datang. Sedikit tidak rela, karena Langit harus menyudahi adegan itu demi mengisi perut mereka yang sengaja belum diisi sejak tadi. Almyra terkekeh ketika melihat betapa kesalnya wajah pria di depannya.
"Selamat makan," ucapnya dengan wajah ceria pada Almyra yang sudah duduk cantik di hadapannya.
"Selamat makan," Balas Almyra tersenyum anggun.
Keadaan hening sejenak, keduanya fokus pada hidangan mereka masing-masing.
"By the way, ada cerita apa hari ini? Sampai kamu ngajak aku makan di restoran semewah ini,"tanyanya membuka obrolan malam itu.
Pandangan Almyra beredar ke seluruh penjuru restoran. Beberapa kali ia berdecak kagum melihat desain interior di sini. Elegan, mewah, namun juga ada kesan klasik. Sungguh Almyra bingung mendeskripsikan ruangan ini dengan gaya bahasa yang seperti apa.
Langit meletakkan sendoknya di atas piring, tangannya kembali menyentuh tangan Almyra. Mungkin ini saatnya bagi Langit untuk mengungkapkan apa yang sejak beberapa jam tadi ia tahan.
Langit mengeluarkan kotak berukuran persegi berwarna biru merah, senada dengan warna baju gadis itu. Langit membuka kota itu dan memperlihatkan cincin dengan permata yang mengkilap di tengahnya. Almyra menutup mulut dengan tangannya. perasaan kaget dan juga kagum berpadu menjadi satu. Apalagi ketika ia melihat betapa indah cincin yang Langit perlihatkan padanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LANGIT SABIT (Selesai)
Romancesebuah Rasa yang tak seharusnya ter-asah. Cover by : pinterest
