Dahulu aku melihat ketulusanmu
Cintamu hanya untukku
Perhatianmu
Dan bahkan kamu selalu menjadi suport terbaikku
Saat ku lelah
Kamu tempat pulangku
Dan saat itu, kamu rela menahan kantuk hanya untuk datang dan menunggu acara dirumahku hingga selesai.
Aku salut padamu
Saat itu juga cintaku berlabuh juga padamu
Tapi sayang,
Berjalannya waktu
Kenapa kamu mulai berubah
Tak ada lagi perhatianmu padaku
Dan tidak ada lagi notifmu sesering dulu
Bahkan kamu masih aktif namun notif di hpku masih centang abu abu
Begitukan caramu menjauh
Bahkan tak memberikan penjelasan padaku
Ada apa dengan kita?
Apa kamu memiliki yang baru?
Bahkan saat ini
Setiap pertanyaanku hanya separuh yang kamu jawab.
Tolong jelaskan padaku
Biar aku mundur dan tidak berlarut dalam menahan sakit ini.
_Azizahdelviana
KAMU SEDANG MEMBACA
Dibalik Sastra
Puisi(Selesai) Tak berani diucap bukan berarti tak berani di ungkap. Walau melewati tulisan, yang penting maknanya tersampaikan. Bersama tulisan ini, aku merenungi perjalanan lika-liku kehidupan.
