.
.
.
.
Sorry For Typo
Dirga merenung, menatap keluar jendela yang menampilkan suasana malam yang gelap tanpa bintang bahkan Bulan pun terlihat tertutupi oleh gelap nya malam.
Dirga masih diam di sana, memikirkan kejadian kemarin yang nyaris sekali untuk nya. Axel dan temannya yang lain sudah mengetahui posisi nya saat ini dan tak menutup kemungkinan hari esok mereka menemukan Dirga
"Kenapa kebahagiaan begitu sulit datang ke gue sih?" Dirga mengerang tertahan, ia mengacak asal rambut nya hingga berantakan
"Gue cuman mau bahagia, apa Gue seberdosa itu sampai gue nggak berhak bahagia tuhan?" Dirga menengadahkan kepalanya menatap langit yang tiba tiba menjatuhkan rinai hujan yang cukup deras
Dirga terdiam lagi dan lagi, ia merutuki Ucapan nya yang seolah menyalahkan tuhan,
"nggak ini bukan salah Tuhan gue aja yang suka lalai dan lupa kepadanya" Batin Dirga, raga nya memberontak keras kala gejolak batin nya menjerit, meminta ia buru buru mengingat sang pencipta
Dirga harus nya Lebih mendekatkan diri bukan malah lalai dan lupa, apa lagi Dirga ingat waktu hidup nya tidak ada yang tahu bahkan diri nya sekali pun
Dirga tersenyum meneduhkan kemudian memasuki kamar mandi untuk mengambil air wudhu, Dirga itu muslim tapi suka lalai sama yang di perintahkan tuhan
orang tua Dirga tak sedikit pun pernah mengajarkan Dirga tentang agama karena terlalu sibuk pada pekerjaan mereka, Dirga tidak menyalahkan mereka kendati hati nya selalu bersuara jika ia begitu ingin belajar dari orang tua nya langsung
Meski begitu Dirga mendapat pelajaran agama dari Bi asih yang selalu mengingat kan nya tentang sholat
Ia membuka lemari pakaian nya dan mengambil sajadah, Sarung dan kopiah hitam pemberian Bi asih waktu ulang tahun nya yang ke 16 tahun
Ia rentangkan sajadah berwarna hitam itu lalu berbisik dalam hati nya
"Aku berserah diri kepada mu ya Allah" bibir nya bergetar, hati nya mendadak Hangat saat Ia menyebutkan nama sang pencipta nya
"Allahuakbar" Suara Dirga mengalun merdu, Dirga melaksanakan sholat Isya
.... Dirgamelia....
Dirga berjalan di koridor sekolah seorang diri, tak ayal banyak bisikan siswi yang mengagumi ketampanan Dirga tapi hal membuat Dirga risih sendiri
Dirga memasuki kelas dan tatapan nya langsung terkunci pada sosok Amelia yang asik mengobrol dengan Shaka, memilih masa bodoh, Dirga kini melangkah kearah bangku nya
"Dirga" Amelia menyapa nya tapi cowok itu hanya menatap sekilas dan kemudian kembali sibuk menatap arah jendela yang menampilkan awan gelap siap hujan
"Lo Napa dah?" Heran Agus melihat Dirga yang melamun, sama hal nya Agus amelia pun di buat Bingung dengan Dirga
Tapi Amelia tak ambil pusing, Dirga lagi ada masalah mungkin- pikir Amelia

KAMU SEDANG MEMBACA
Dirgamelia
JugendliteraturNama nya Dirgantara Bhayanaka Diraja, anak tunggal kaya raya yang mengidap penyakit jantung sedari lahir. Keadaan keluarga yang mementingkan pekerjaan membuatnya nekat kabur dari rumah dan memilih hidup sederhana. Sesaat kemudian hidup nya te...