Nama nya Dirgantara Bhayanaka Diraja, anak tunggal kaya raya yang mengidap penyakit jantung sedari lahir. Keadaan keluarga yang mementingkan pekerjaan membuatnya nekat kabur dari rumah dan memilih hidup sederhana.
Sesaat kemudian hidup nya te...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Perlu aku dan kamu untuk jadi kita"
Amelia menatap Bangku kosong di samping nya dengan perasaan sedih, ini adalah Hari kedua Dirga di rumah sakit dan rasa nya begitu hampa sekali
"Hy mel" Sapa Shaka sembari mendudukkan dirinya di samping Amelia membuat Cewek itu kesal sekali, ingat dia masih Marah pada Cowok di samping nya itu
"Gue boleh duduk di sini kan?" Amelia menoleh ke arah nya kemudian menatap nya dengan tatapan tajam
"Nggak boleh, pergi Lo" kesal Amelia, Shaka hendak meraih tangan nya tapi seseorang menarik kerah baju belakang nya dan menyeret nya
"Apaan sih Gus?" Yap, yang menarik nya adalah Agus
"Nggak usah gangguin Temen gue" Maki Agus dan Amelia langsung tersenyum melihat Agus yang tengah melindungi nya
Amelia Berdiri dari duduk nya, dari pada di ganggu oleh Shaka mending dia membolos untuk ke rumah sakit dan bertemu dengan Dirga
Setibanya di rumah sakit Amelia mendapati Dirga yang sedang tertidur pulas dalam posisi setengah berbaring serta Baju piyama yang dia biarkan terbuka. Apa cowok itu kepanasan? Kenapa sampai harus membuka baju, bagaimana jika suster Terpesona
Amelia mendekati nya dan duduk di kursi yang tersedia di sana, perlahan ia genggam tangan cowok itu. Meski Kabel-kabel dan Nasal kanula telah terlepas dari Dirga tapi tetap saja Amelia sedih melihat kondisi cowok itu yang terlihat begitu lemah
Tiba-tiba tangan yang Amelia genggam bergerak di susul pejaman mata itu terbuka dan menyorot Amelia begitu lembut
"Hy" Sapa Dirga pelan
"Maaf, aku membangunkan mu yah?" Sesal Amelia, ia menarik tangan nya tapi Dirga buru-buru menggenggam tangan yang tadi menggenggam tangan nya
"Tidak, aku udah tidur dari tadi" Amelia mengangguk paham kemudian ia ikut menggenggam tangan yang berhias infus itu dengan hati-hati agar tak menyakiti si sosok Terkasih
"Kamu bolos?" Tatapan Dirga menjadi tajam saat melirik jam masih menunjukkan pukul 11.47 siang, sang tersangka menyengir tanpa dosa kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Aku malas di sekolah, Shaka ganggu aku mulu" Adu nya