Setelah satu bulan, akhirnya member latihan untuk koreografi sebelum melakukan syuting untuk pembuatan MV mic drop. Kaki Seokjin masih belum sembuh, tetapi ia memaksakan diri untuk ikut latihan walaupun geraknya lambat dari yang lain. Dia hanya ingin menghafal gerakannya agar saat pembuatan MV tidak kaku.
Namjoon yang merasa lelah meminta untuk berhenti untuk istirahat.
“Boleh berhenti sebentar? Aku lelah,” katanya dengan napas terengah. Ia tidak sekuat biasanya.
“Kau pikir hanya kau yang lelah? Kami semua juga lelah, bahkan kaki Jin Hyung juga masih sakit. Apa kau dengar Jin Hyung mengeluh sepertimu, Hyung?” gerutu Jimin.
“Kau yang mau konser di majukan, kau yang mau rekaman segera dilakukan, dan kau juga yang mau agar MV cepat dibuat. Seharusnya kau tidak mengeluh sepertu sekarang agar semuanya cepat selesai,” imbuh Taehyung.
Namjoon mengangguk. “Aku hanya minta berhenti sebentar, bukan berhenti latihan untuk selamanya. Jadi tolong pengertiannya. Istirahat itu hal wajar, jadi jangan dijadikan masalah,” sahut Namjoon dengan santai. “Ayo, mulai lagi,” katanya yang tidak mau lagi berdebat.
Member hanya mengangguk, lalu kembali menari. Gerakan tampak kompak, tetapi lagi-lagi latihan terganggu karena kacamata yang dipakai Namjoon lepas dan jatuh sampai sang pemilik buru-buru mengambilnya.
“Bisa tidak lepas dulu kacamatamu, Hyung? Kita sedang latihan!” Omel Jimin yang sudah kesal.
“Dari tadi hanya kau yang bermasalah, Hyung,” imbuh Jungkook.
“Kau hanya minus, kan? Bukan buta,” kata Yoongi dengan dingin. “Bisa kau letakan dulu kacamatamu?” tambahnya dengan santai, tetapi terdengar menyakitkan.
Namjoon tidak bicara. Ia melepas kacamata dan meletakkannya di atas tas. Setelah itu, ia kembali ke posisinya untuk lanjut latihan. Masih melihat saja sudah menjadi masalah, bagaimana kalau aku buta? batin Namjoon dalam latihannya. Ia berusaha bersikap biasa walaupun hatinya terasa sakit dengan ucapan member.
Seokjin hanya memperhatikan tanpa bicara walaupun tahu Namjoon berusaha terlihat baik-baik saja.
“Selesai!” seru Hoseok dengan napas terengah.
Semua member senang karena akhirnya latihan selesai. Karena saat latihan direkam, mereka semua menonton hasil dari gerakannya.
“Gerakan kita sudah kompak, hanya Jin Hyung yang masih lambat dan kami mengerti itu.” Komentar Hoseok.
“Aku akan berusaha lebih keras lagi,” ucap Seokjin.
“Tidak perlu, kau sudah bekerja keras dengan kaki yang belum sembuh, Hyung,” sahut Jungkook dan disetujui oleh semuanya.
“Sepertinya kakiku bisa sembuh lebih cepat kalau aku menurut apa kata dokter,” kekeh Seokjin.
“Memang seharusnya begitu,” sahut Yoongi.
Namjoon hanya duduk menyandar dinding sembari melihat kakinya yang sedikit bengkak. “Aku harus ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisiku,” batinnya. Lalu melihat ke member.
“Guys, pembuatan MV akan dilakukan satu minggu lagi. Jadi, semangat ya,” ia tersenyum ketika member melihatnya.
“Kami sudah semangat, tapi jadi malas karena kau yang membuat kesalahan saat latihan,” sahut Hoseok.
“Aku akan berusaha tidak membuat kesalahan. Maaf karena aku sering melakukan kesalahan. Sepertinya aku lelah,” katanya dan hanya dangguki saja oleh mereka.
Setelah istirahat cukup, mereka akhirnya pulang ke dorm bersama-sama. Walaupun selama perjalanan tidak ada yang mengajak Namjoon ngobrol, tetapi tidak membuat Namjoon merasa tidak nyaman karena ia sibuk dengan pikirannya sendiri.
Setelah sampai dorm. Semua masuk ke kamar untuk membersihkan diri. Begitu juga dengan Namjoon yang langsung mandi begitu sampai kamar.
“Aku harus menemui dokter Han,” katanya setelah menyisir rambut.
Tanpa sepengetahuan member, Namjoon pergi diam-diam ke rumah sakit untuk menemui Dokter Han.
****
Setibanya di rumah sakit. Namjoon lebih dulu bertemu dengan Dokter Hwang untuk berkonsultasi mengenai matanya. Anjuran dokter tetap sama, operasi dan ia tidak mau melakukannya dan hanya meminta obat saja. Setelah mengetahui kondisi mata dan mendapatkan obat, Namjoon baru menemui Dokter Han karena sudah membuat janji sebelumnya.
Pemeriksaan dilakukan baik fisik maupun penunjang, bahkan pemeriksaan Usg abdomen dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal. Cukup lama menunggu hasil keluar, tetapi ia tetap sabar menunggu hasil sambil mengobrol dengan dokter.
“Bagaimana dengan matamu? Apa kau sudah berobat?” tanya Dokter Han.
“Sudah, dan sudah mendapat obat juga. Dosis lebih tinggi dari sebelumnya,” jawab Namjoon dengan santai.
“Kenapa kau tidak lakukan operasi?”
“Tidak, kegagalan bisa membuatku buta lebih cepat.”
“Kenapa kau berpikir seperti itu? Seharusnya tingkat keberhasilan yang lebih kau pikirkan, bukan malah kegagalannya,” nasihat Dokter Han.
Namjoon hanya tersenyum saja, seolah tidak mau membahas lebih lanjut lagi masalah matanya. Beruntung, hasil laboratorium dan Usg abdomen sudah keluar, jadi pembahasan beralih ke yang lain.
Dokter membaca dengan serius kedua hasil tersebut sebelum menjelaskan ke pasiennya. Sementara itu, Namjoon menunggu dengan hati tak tenang.
“Bagaimana, Dokter?” akhirnya ia menanyakan lebih dulu sebelum dijelaskan karena tidak sabar.
“Dari hasil lab diketahui untuk pemeriksaan fungsi ginjal semuanya tinggi, melebihi batas normal. Sementara hasil usg abdomen terdapat ukuran ginjal yang mengecil dan adanya kerusakan struktur ginjal. Untuk itu tindakan yang dilakukan adalah cuci darah. Seperti yang sudah ku katakan, ginjalmu sudah tidak berfungsi dengan baik dan harus melakukan cuci darah.” Jelas Dokter Han seraya menatap pasiennya yang menghela napas setelah mendengar kata cuci darah.
“Sampai kapan aku harus melakukan cuci darah?” tanyanya dengan raut sedih.
“Cuci darah tidak ada batas waktu. Tindakan akan terus dilakukan, kecuali mendapatkan donor ginjal.”
Namjoon terkekeh getir mendengar jawaban Dokter Han. “Jadi, seumur hidup aku harus melakukan cuci darah. Menyedihkan sekali,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
“Kau bisa melakukan cuci darah mulai hari ini, dan aku akan menjadwalkan satu bulan sekali untuk cuci darah.” Jelas Dokter sambil membuatkan form pengantar untuk cuci darah.
Namjoon hanya mengangguk saja. Setelah itu, ia mengambil amplop putih bercap rumah sakit dari tangan Dokter Han, lalu pergi ke ruang hemodialisa untuk melakukan cuci darah sesuai instruksinya.
“Kanker, gagal ginjal. Tidak pernah kusangka aku akan hidup dengan kedua penyakit ini. Aku … sekarat, tapi masih saja punya banyak keinginan,” air matanya jatuh membasahi wajahnya. Ia mengatur napas sekaligus menghapus air matanya.
Setelah itu, ia masuk ke ruang hemodialisa untuk bertemu perawat dan memberikan form pengantar dari Dokter Han.
Hari ini, untuk pertama kalinya Namjoon melakukan cuci darah untuk bertahan hidup.
BERSAMBUNG
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Okay. (Kim Namjoon) ✔
FanfictionDi balik senyumku, aku menyembunyikan rasa sakit yang tak terucapkan. (Kim Namjoon) Idol life, drama idol.
