Arc ini adalah lanjutan dari episode 4
Hakoz baelz dan Satrio terpaksa mengikuti kemauan nona Noel di mana Noel Berniat untuk membantu bae dan Satrio dengan cara memberikan mereka tumpangan rumah, di perjalanan mereka menuju mansion Noel ada beberapa prajurit yang sedang berpatroli di sekitar mereka, para prajurit yang melihat Noel langsung memberikan hormat dan menyapa nya,
"Slamat siang Nona Noel kami prajurit dari devisi 4 ingin melaporkan jika tidak ada kerusuhan di wilayah kumuh"
"oho slamat siang juga, jika begitu pergi lah ke gerbang kota, hari ini adalah tugasmu untuk berjaga"
"baik perintah di Terima, kalo begitu kami permisi nona Noel"
Satrio bertanya,
"eeh maap nona Noel memang nya ada apa dengan wilayah kumuh?"
Noel pun membalas pertanyaan Satrio,
" sekarang ini banyak perampokan di kota Satrio-san(tuan) dan daerah kumuh adalah daerah yang bar² yang banyak dari mereka menjadi perampokan dan alasan kalian tadi di curigai oleh bawahan ku karena masalah ini jadi berhati-hati lah"
"Begitu ya"
" Sialan prajurit tadi itu, mereka kira aku dan bae ini perampok tapi tidak buruk juga sih aku berhasil mencoba teknik bae yang aku tiru wkwk" ucap Satrio di dalam hatinya
Tak lama kemudian mereka berdua telah sampai di mansion Noel yang berada di pinggir kota, Satrio tak bisa berkata kata untuk pertama kalinya ia melihat bangunan besar yang berunsur fantasi lalu Satrio pun bertanya,
" hey nona Noel apakah kita telah sampai "
" iya kita telah sampai dan slamat datang di mansion ku anggap saja ini seperti rumah anda "
gerbang pun di buka oleh Para pelayan mansion lalu secara mengejutkan ada seorang gadis mungil yang memanggil Satrio dengan sebutan Arthur, gadis itu langsung berlari dari pintu menuju ke depan gerbang,
" Kak Arthur apakah itu kamu "
"Haa Nona Noel siapa gadis itu kenapa tiba-tiba dia berlari menuju ke sini sambil mengucapkan nama Arthur, dan Arthur itu siapa" kata Satrio
" Oh itu " tak sempat Noel menyelesaikan perkataan nya gadis yang memanggil nama Arthur itu langsung memeluk Satrio.
" Nonaa Noelll tolong aku"
Bae yang melihat itu langsung menghina Satrio,
"Oi Satrio kamu itu Lolicon ya, Apakah kamu tidak puas dengan diriku ini" ucap bae dengan nada bercanda
"Oh ayolah bae kau itu salah faham, lagian jangan mengucapkan kata-kata yang bisa membuat salah faham"
Noel dengan cepat langsung menarik gadis itu,
" Nona Rushia Kenapa tiba-tiba anda memeluk tamu kita?, apakah Nona kenal dengan dia "
" Lepaskan aku Noel-Chan aku ingin memeluk kakak ku, Aku yakin dia kakakku "
" Nona Rushia coba anda lihat lagi mungkin anda salah orang, orang yang anda maksud itu tuan Satrio dia itu pengelana "
Rushia pun melunak dan mencoba melihat wajah Satrio, ia terkejut karena wajah yang ia lihat sangat asing baginya lalu ia pun membuat wajah yang begitu merah karena malu,
"Anuu eee maafkan perbuatan ku barusan tuan"
" Tidak apa apa kok, aku hanya sedikit terkejut tadi " kata Satrio
" Noel-Chan kenapa kamu diam saja, cepat ajak mereka ke dalam"
" Baik baik, lagian siapa yang mengacau tadi " ucap Noel di dalam hatinya sambil menahan kekesalannya

mereka berdua pun masuk ke dalam mansion yang di mana mereka di sapa dengan ramah oleh para pelayan Noel, di lain sisi di mana di dalam pikiran gadis yang memeluk Satrio(Rushia), bertanya tanya siapa laki laki itu(Satrio) mengapa Energy(mana), Jiwa, dan aura nya mirip dengan orang yang ia kenal dahulu(Arthur) ia terus memikirkan nya hingga tak berasa ia sampai di ruang tamu, karena gadis itu melamun Noel pun memanggil nya,
KAMU SEDANG MEMBACA
Waktu Yang Terlupakan
Fantasyseorang anak remaja yang bertemu dengan gadis misterius di mimpinya dia sangat penasaran dengan gadis misterius itu dan mencoba untuk mencari tau indentitas nya, dalam pencarian nya anak remaja itu mengalami hal hal supranatural Alternative Rute Ho...
