Star idol
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Ruang tamu
Masih dengan suasana yang cukup tegang di ruangan itu. takemichi tak ingin mengalah, ia merasa ia sudah bisa berdiri dengan kakinya sendiri, ia tak perlu dukungan kakanya untuk saat ini. dan untuk bahaya yang dibicarakan kakanya, ia akan mencoba mengevaluasi nya agar bahaya itu tak terjadi.
" hanagaki Takemichi kau tau apa yang kau katakan itu " suara tegas m/n kembali mengisi ruangan itu dengan ketegangan.
" Aku cukup tau kak dan lagi apa yang Kaka lakukan untukku selama ini sudah cukup aku ingin mencoba menerimanya sendiri " ucap takemichi yakin.
" Kau terlalu sombong ingat baik baik perkataanmu " setelah mengucapkan hal itu m/n pergi dari apartemen takemichi.
Sebenarnya m/n juga hanya ingin melihat, sudah seberapa dewasa adiknya itu, dalam mengahadapi masalah yang akan datang menerpanya. karena m/n cukup sadar ia juga tak bisa terus menerus melindungi adiknya, atau itu hanya akan menjadi bumerang untuk takemichi kedepannya.
M/n mengendarai mobilnya menjauh dan menjauh dari apartemen takemichi.
Sementara itu takemichi sendiri merasakan perasaan kesal, apa kakanya hanya akan terus menganggapnya anak kecil.
Tak mau terlarut dalam pikirannya, takemichi mengambil ponselnya dan menghubungi sebuah nomer yang tak bernama. sambungan telpon mulai menyambung, dengan pemilik nomer di sebrang.
'.......'
' hallo juga lama tak menghubungimu bisa kau melacak sesuatu untukku?'
'........'
' kau tenang sajah aku akan membayarnya seperti biasa kau hanya perlu menunggu sebentar '
'........'
' aku tak sedang ingin menipumu kembali oh yaholah tipuan yang diulang tak akan mempan untuk kedua kalinya kan ' kekeh takemichi.
Dan seseorang di seberang telpon cukup senang akan tawaran dari si cantik hanagaki itu. tanpa pikir panjang ia menerimanya, tentu sajah dengan bayaran yang tak murah dan berharga. namun yang membuatnya sedikit kesal, ia harus menunggu, ditambah ia pernah kecolongan akibat tipuan si cantik hanagaki, cukup melukai harga dirinya.
Setelah berbicara sedikit lama, akhirnya sambungan terputus duluan oleh takemichi.
Merasa dirinya sudah cape akan hari yang melelahkan, takemichi memutuskan untuk membersihkan diri dan melangkah menuju kamarnya, untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Tak terasa pagi sudah berlalu menjadi siang, apartemen bertingkat 10 lantai dengan nomer 35. masih sangat sunyi, tak ada tanda tanda penghuninya akan melakukan sebuah aktivitas.
Sinar matahari memulai memaksa masuk, melalui celah yang ditinggalkan di antara tirai tirai berwarna sky blue.
Tampak terasa cahaya itu mengenai wajah pemuda cantik yang masih asik mengarungi mimpinya. kening pemuda itu mengeryit, karena merasa terganggu akan panasnya cahaya sang Surya.
KAMU SEDANG MEMBACA
star idol
Randomtakemichi cukup putus asa akan semua hal yang terjadi, perlahan ia mulai memikirkan untuk mundur dari semua yang terjadi. setelah bertahun tahun hanagaki takemichi di katakan menghilang bagai di telan bumi, siapa yang tau takemichi muncul kembali s...
