Kini di pagi hari,mereka masih berada di kamarnya masing-masing,tidak lebih tepatnya berkumpul di kamar hotel seulgi dan jisoo
"Eomma bertanya kita ingin sarapan dengan apa?" Jisoo
"Dimana mereka?" Joy
"Mereka sedang berolahraga di bawah" Irene berucap dan diangguki oleh Joy
"Kenapa hanya diam,eomma menunggu jawaban dari kita,atau sarapan langsung di restoran dekat hotel?" Jisoo lagi-lagi bertanya
"Aniya,aku malas turun" Jennie
"Yasudah,pesankan apa saja,yang terpenting,makanan ringan, pagi-pagi seperti ini tidak baik memakan makanan berat" wendy membuat kedelapan saudaranya menatapnya heran
"Wah unnie, sekarang kau lebih bisa speak up banyak eoh,Daebak" Yeri
"Eoh,tidak seperti Lisa,dari kemarin hanya diam sambil menunjukan ekspresi datanya" ucap Joy sambil melirik sedikit salah satu adiknya itu
Lisa hanya menatapnya jengah lalu ingin beranjak tapi ditahan seulgi
"Kau mau kemana,Joy hanya bercanda" ucap seulgi sedikit terkekeh
"Aku ingin membersihkan badanku unnie" ucapnya
"Arasseo,jangan lama-lama gantian yang lainnya juga belum mandi" irene
"Mereka memang jarang mandi,lagipun kan bisa mandi dikamarnya masing-masing,jangan bilang kalian malas untuk beranjak dari situ,apa tidak sebaiknya kalian membeli alat-alat yang menuntun kalian kepada pekerjaan yang memalaskan?" Ucap Lisa,sekali berucap membuat semua orang terdiam
Lisa langsung pergi untuk mandi dan tersisa kedelapan putri Choi
"Itulah saudari kembarku,jika kalian mengira aku yang lebih sevage dibandingkan kembaranku itu salah,sekarang kalian mengerti kan?" Rosé ikut bergegas keluar kamar dan kembali ke kamarnya untuk ikut bersiap-siap
"Sebenarnya mereka itu sama saja,cuma tertutup dengan wajah polosnya jadi tidak terlihat sifatnya" Wendy membuat ke enam saudarinya mengangguk
~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Ada siapa didalam?" Tanya Sunmi
"Masuk saja eomma" ucap seseorang didalam kamar tersebut
"Ahh,Irene,seulgi,Wendy dan jisoo,ambilah sarapan kalian" Sunmi memberikan empat kotak makan untuk mereka berempat
"Gumawo eomma" Irene berucap
"Eomma akan memberikannya ke adik-adik kalian,selamat makan putri-putri ku" Sunmi tersenyum hangat lalu pergi menemui putrinya yang lain
Sunmi berada dikamar hotel milik Jennie dan Joy,didalam hanya terdapat Joy, rosé dan Yeri
"Ambillah, habiskan setelah itu kita jalan-jalan" ucapnya dan ketiganya mengangguk
"Eomma,apa sisanya untuk Jennie unnie dan Lisa unnie?" Tanya Yeri dan diangguki oleh Sunmi
"Mereka tidak ada dikamar manapun,mereka sedang keluar,simpanlah disini,nanti kami akan berikan" rosé dan Sunmi menatap Joy
"Kau harus pastikan Jennie makan dengan baik,dia memiliki gangguan lambung yang akan menyiksanya" ucapnya dan diangguki Joy
"Tidak usah khawatir,Jennie akan memakannya dia tidak ingin merusak liburan ini karena sakit yang dia miliki" Joy
"Baiklah makan dengan baik putri-putri eomma" ucapnya sambil tersenyum
"Eomma kembali kekamar,appa kalian sedang menunggu" lanjutnya
"Gumawo Sunmi eomma" mereka bertiga serentak berucap dan diangguki oleh Sunmi
~~~~~~~~~~~~~
Jennie dan Lisa berada di taman hotel,tadi Jennie meminta ditemani untuk menghangatkan badan nya diluar dan Lisa mengiyakan lalu sekarang mereka sedang berdiri di bawah matahari pagi yang cukup terik
"Kau suka udaranya atau pemandangan nya Lisa-ya?" Tanya Jennie dan Lisa hanya diam saja sambil menikmati udara disekitar nya tanpa menggubris kakaknya itu
"Lisa-ya,apakah kamu masih kecewa kepada kami?" Jennie berucap lirih
"Mianhe joungmal,kami masih sangat merasa bersalah dengan kalian" Jennie menundukkan kepalanya lalu mengangkat kepalanya lagi dan menatap keatas,atensinya teralihkan dengan segerombolan burung yang terbang
"Lihatlah burung itu lisa-ya,burung yang paling belakang itu selalu tertinggal sendiri tanpa ada yang menemaninya tapi dia berusaha mengejar burung-burung yang lain agar dia bisa mencapai tujuannya tanpa takut sendiri" Jennie
"Begitupun dengan kami,Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa meluluhkan hati kamu, diantara kalian berempat tinggal kamu yang belum bisa menerima takdir yang sudah direncanakan,aku harap kau secepatnya bisa menerima dengan tangan terbuka" Jennie menatap Lisa teduh
Lisa beranjak dari tempatnya dan menghampiri kakaknya itu yang sedang berada di ayunan lalu Lisa mengayunkan pelan sang kakak
"Unnie,aku sudah menerima kalian dengan sepenuh hati, tapi soal Sunmi eomma...." Lisa menjeda kalimatnya
"Sudah berapa kali kami bilang,Suzy eomma tidak akan bisa kami gantikan,Sunmi eomma hanya ibu yang membesarkan kita,sampai kapanpun Suzy eomma tetap ibu yang sudah melahirkan kita"
"Belajar pelan-pelan lisa-ya,yang kau lakukan sekarang itu bukan ingin menerimanya tapi menjauhinya " Jennie
"Jebal,unnie memohon kepadamu,kami sangat membutuhkan Lisa yang Wendy unnie, rosé dan Yeri lihat selama belasan tahun bukan Lisa yang sekarang" Jennie berucap lirih
Lisa mengangguk,lalu mengulurkan tangannya sambil menatap Jennie
"Aku akan coba berusaha tidak menghindarinya unnie,kau akan selalu ada di sampingku bukan?" Tanya Lisa dan Jennie mengangguk lalu menerima uluran tangan Lisa sambil tersenyum
"Kajja,mereka pasti menunggu kita" Jennie dan Lisa kembali menuju kamar hotelnya sambil bergandengan tangan
Mungkin jika orang yang tidak dikenalnya mengira bahwa mereka sepasang kekasih karena wajah Jennie yang memerah seperti salah tingkah
~~~~~~~~~~~~~~
"Kenapa harus sekarang" ucapnya
"Jebal,jangan merusak liburan keluargaku~~~~Hiks" sambil memegang dadanya yang sangat sakit dan tiba tiba hidungnya mengeluarkan darah
"Dimana obat itu" mencari obat yang tidak ia temukan
"Sepertinya tertinggal di tas ku,aku harus mengambilnya" bergegas mengambil obat itu,tanpa obat rasa nyeri nya akan semakin bertambah,dia tidak bisa jauh dari obat itu
Bekasi,15 Maret 2023
Yang kemarin menanyakan Lisa ,aku kasih dehhh,part nya paling banyak dan dikasih bumbu jenlisa sedikit
Xixixixi~~~~~~~~~~~~~~
KAMU SEDANG MEMBACA
separated Sister
Fantasiakesembilan saudara yang terpisah karena kedua orang tua yang cerai setelah enam belas tahun lamanya,akhirnya mereka bertemu kembali bagaimana nasib mereka sebelum bertemu
