"Gracia"panggilan Lembut itu Membuat Gracia menengok dan berhenti menangis
Mama Vania segera memeluk tubuh Menantunya
"Sayang maafin Sean Ya,Jangan di pikirin kamu tenang aja "mama Vania ikut memangis saat merasakan getaran Bahu Gracia
"M-mama Jangan nangis,Sean ga salah kok dia benar kok seharusnya Gracia sadar kalau gracia itu siapa"jawab Gracia sendu
"Enggak sayang,kamu itu sudah menjadi bagian keluarga kami lagian kamu juga sudah menjadi istri Sean nak"jelas mama Vania
Gracia hanya tersenyum tipis dan mengangguk kepalanya dengan Ragu
Sekarang Sean sedang menatap kepadatan kota Jakarta dari ketinggian Gedung perusahaan
'Dia hanya pura pura tulus,karena dia murahan' kalimat itu yang menghantui pikiran Sean
"CK! Kenapa saya harus Memikirkan jalang itu"
• • •
Pukul 22:00 Sean baru sampai Rumah Dengan bantuan Anton,Sean sudah sampai Depan pintu kamar Sean langsung membuka pintu kamar
Sean berfikir Sejenak Gimana Caranya dia untuk ke atas Ranjang
Dia melihat Pergerakan gelisah pada Gracia yang sedang tertidur di Sofa
Eughhh
Perlahan mata Gracia Terbuka,dia melihat Sean kebingungan
"Kamu baru pulang?"tanya Gracia berjalan ke Arah Sean dengan mata Sedikit tertutup karena Baru bangun
Sean hanya berdehem dengan Gumaman
"M-mau Aku Gracia bantu?"tanya Gracia ragu ragu
Sean Menaik alis Menatap Gracia tak mengerti
"Takut kamu ga Sudi"cicit Gracia
Sean diam mendengarkan Jawaban Kecil Dari Gracia dia tak percaya Omongan nya itu membekas di hatinya
"Kalau kamu mau Tidur ,aku panggilin Pak Anton buat bantuin kamu "Gracia hendak berjalan namun Tangannya di Cekal oleh Sean
"Anton sudah pulang,bantu saya sekarang"pinta Sean Dingin
2 Minggu sudah pernikahan Gracia dan Sean, bedanya mereka berdua sudah pindah rumah dengan Alasan yang ingin belajar mandiri
Walaupun sang mama melarang karena tau perilaku sang anak yang kejam kepada Gracia yang hanya bisa diam
Pagi inj Gracia langsung turun di bantu Anton menuju ruang makan,kenapa tidak dibantu Gracia? Karena Sean telah memisahkan kamar antara keduanya bahkan Gracia tidak boleh memasuki kamar itu kecuali Anton
Gracia yang melihat Sena mendekat segera menyiapkan makanannya dan pergi menuju dapur
Bahkan gracia hanya memakan bekas sisa milik Sean,bahkan dengan teganya Sean menghabiskan Semua makanan tak tersisa Agar Gracia tidak dapat makan
Gracia hanya bisa mengintip di dinding besar melihat Sean sudah berangkat bersama Anton,Gracia segera mendekat ke meja makan Mengambil sisa makanan yang tersisa Untuk dirinya makan
Gracia tadi menghabiskan waktunya bersama mama dengan Canda Tawa,dia ingin istirahat sejenak dari kehidupan Rumah Tangganya
Pukul 15:00 Gracia sudah sampai rumah dia Menganti baju dan langsung melakukan pekerjaan rumah,karena Sean sengaja tidak menyediakan satu pun pembantu
"Laper banget Deh"Gracia memegang perutnya yang dari tadi Ingin segera di isi
"Aku masih punya Simpanan ga ya"Gracia menuju kamar dia mencari Di Dompet nya
Gracia mencari cari uang di dompet ternyata hanya Ada seribu rupiah ,jangan Sean selalu memberikan uang atau nafkah kepada Gracia ,Gracia jajan saja harus menggunakan uangnya sendiri
"Kalau ambil telur sama Mie di dapur Sean bakal marah ga ya"gumam Gracia berfikir
"Aku coba deh"Gracia melangkah kedapur untuk memasak Mie dan telur
CEKLEK
pintu utama terbuka menampilkan Sean dengan Anton di belakang nya
"Tinggalkan saya sebentar"pinta Sean kepada Anton
"Sean"mata Gracia berkaca kaca saat hendak suapan pertama,mangkuk mienya diambil dan di banting oleh Sean
PYARR
"OHH,JADI INI KELAKUAN KAMU,KAMU GAK TAU DIRI BANGET YA JADI CEWEK,UDAH NIKAB KARENA UANG, NYUSAHIN,GA PERNAH BELI SENDIRI,DAN SEKARANG KAMU SEENAKNYA BIKIN MIE TANPA SEPENGETAHUAN SAYA! MURAHAN DAN GAK PUNYA MALU BANGET KAMU!"Bentak Sean
Sedangkan gracia menunduk dengan air mata yang sudah menetes
Sean segera pergi ke kamar
Dan Gracia memungut dan membersihkan pecahan mangkok yang ia tidak jadi makan
Santai baru awal okey Banyak Vote baru saya perpanjang ceritanya biar samaa sama Untung yekan
Sumpah Komen kalian mood banget ya Allah 😭
KAMU SEDANG MEMBACA
FATAMORGANA greshan
CasualeKita ada dua orang yang di pertemukan Dengan tujuan yang sama namun takdir tidak menuntun kita bersama?
