14

42 5 0
                                        

Malam pun tiba sementara arin masih tertidur lelap sampai pintu kamarnya terbuka seseorang yang membukanya adalah papanya dia ingin membangunkan putrinya,dia pun mendekati arin dan mengelus kepalanya"adek ayok bangun ini sudah malam kamu dari siang belum makan nanti kamu sakit"ucap sang papa dengan lembut arin yang merasa seseorang mengelus kepalanya dan mendengar suara pun membuka matanya yang pertama dia lihat adalah wajah papa yang sedang tersenyum lembut kepadanya untuk sesaat dia merasa tersentuh tapi dia tepis pikiran itu dia belum puas membalas dendam keluarga ini harus merasakan apa yang arin alami selama ini papa ian yang melihat putrinya yang sudah terbangun merasa heran kenapa arin melamun dia pun menepuk pundak putrinya"kamu kenapa sayang ada yang sakit kalo ada masalah kamu bisa bilang ke papa, sekarang kamu mandi dulu habis itu turun kebawah semua sudah menunggu kamu untuk makan malam bersama"sang papa yang tidak mendapat respon dari arin menghela nafas pasrah dia memilih meninggalkan arin sendiri sedangkan arin hanya memandang papa nya setelah papanya pergi dia pun beranjak dari kasur untuk mandi dia bankan lupa kalau terakhir kali dia tertidur dia taman belakang


























Dibawah semua keluarga sudah ada disana mereka menunggu arin turun tak berapa lama arin turun dengan menggunakan baju tidur keluarga nya menatap arin dengan gemas ingin rasanya mereka mengurung arin tapi mereka sadar arin bahkan belum memaafkan mereka,arin menghiraukan tatapan keluarga nya dia memilih duduk disebelah rian Mama nata yang melihat arin
Sudah duduk mengambilkan keluarga nya satu persatu saat selesai papa memimpin doa mereka makan dengan tenang walaupun mereka mencuri pandang ke rina
Karena merasa makanannya sudah habis rina yang akan kembali kekamar dihentikan saat mendengar perkataan papanya yang menyuruh mereka berkumpul di ruang keluarga sebenarnya arin bisa menolak tapi karena dia sedang malas berdebat akhirnya dia ikut dan memilih duduk di samping adriel, papa yang melihat semua sudah berkumpul akhirnya pun bertanya"tadi papa dengar dari mama rina pulang dengan keadaan lemas dan sedang di gendong rian ada yang bisa menjelaskan kenapa adek kalian bisa begitu"ucap papa dengan tegas, sedangkan orang yang sedang dibicarakan malah diam saja mau tak mau tiro menjelaskan kejadian sebenarnya"jadi tadi waktu istirahat aku dan rian membuat adek kesal jadi dia pergi entah kemana dan saat pulang teman rina datang ke kelas ku dan bilang kalau rina belum kembali kekelas setelah istirahat jadi aku dan temanku pergi mencarinya,kami mencari keseluruh tempat tapi tak menemukan rina dan saat melewati taman belakang sekolah kami melihat seseorang sedang tidur jadi kami menghampirinya dan ternyata itu rina saat dibangunkan adek gak bangun jadi aku gendong saja tapi karena aku mau parkirin mobil di garasi jadi rina dibawa masuk sama rian dan dia masih tertidur"tiro menjelaskan panjang lebar yang lain hanya mendengarkan rian juga baru tau ternyata adiknya sempat hilang
"Baiklah karena rina tidak terluka papa akan memberi tahu kalian sepupu kalian akan pulang dari luar negeri, jadi papa minta untuk kamu rina supaya kamu bisa jaga sikap jangan sampai kejadian waktu itu terulang lagi"semua yang ada di ruangan itu terdiam rina yang awalnya menghiraukan omongan mereka pun bersuara"apa maksud papa" tanya rina saat papa akan menjawab terpotong oleh tiro"maksud papa kamu jangan mengganggu melisa lagi jangan berani2 kamu mencoba melukai melisa lagi, sebenarnya apa salah melisa pada mu"jawab tiro dengan sinis,rina tersentak saat mendengar ucapan tiro dia kira keluarga nya sudah berubah ternyata mereka masih menganggap rina sebagai penjahat"apa kau tau tiro aku tidak pernah melukai atau mencoba menyakiti kesayangan kalian itu selama ini aku lah yang difitnah oleh dia,apa kalian tau sebenarnya dia yang membunuh kakek bukan aku" plak papa nya menampar rina
"Apa maksud perkataan mu rina beraninya kamu menuduh melisa,jelas2 kami melihat kamu yang mendorong kakek beraninya kamu memfitnah orang lain"semua keluarga terkejut saat papa menampar rina begitu juga papa dia menyesali perbuatannya tadi, sedangkan rina yang baru saja ditampar menatap papa dengan tatapan kosong"aku kira kalian sudah menyesal ternyata tidak, Tidak tau kah kalian selama ini aku tersiksa bukan hanya fisik tapi batin juga kenapa kalian selalu menyalahkan aku apa kalian tidak berfikir bahwa aku sangat sayang pada kakek mana mungkin aku sanggup untuk membunuhnya,kalau kalian masih menganggap aku sebagai pembunuh kakek lebih baik aku keluar dari rumah ini aku sudah muak awal nya aku kira kita bisa kembali seperti dulu tapi apa mulai sekarang aku memutuskan hubungan dengan keluarga adimana aku tidak akan pernah kembali ke sini, dan aku akan membuktikan bahwa bukan aku pembunuh kakek" rina berjalan keluar saat akan membuka pintu terdengar suara mamanya" tidak rina jangan pergi maaf kan kami, jangan tinggalkan mama lagi" kata mama sambil menangis rina menoleh"aku tidak akan kembali lagi dan satu lagi aku membenci kalian, tunggulah nanti kebenaran pasti akan terungkap dan saat itu aku dan kalian tidak ada hubungan lagi"
Rina pergi ke apartemen nya dia mengunci pintunya takut nanti tiro dan rian menyusul rina menangis ternyata hidup rina sangat berat karena tidak ingin bertemu dengan keluarga nya rina memutuskan untuk pindah ke luar negeri dia pun menyiapkan barang yang akan dia barang yang akan ia bawa semua barangnya sudah siap dia memutuskan untuk naik taksi tak lama taksinya sampai rina buru2 turun saat sudah di taksi dia meminta sopir nya langsung jalan menuju bandara, sambil menunggu sampai ke bandara dia mengabari lea kalau dia ingin pergi sebentar untuk menenangkan diri rina tidak menyebutkan dia ingin kemana takutnya nanti lea dipaksa untuk memberi tahu keberadaan nya, sampai di bandara dia langsung memesan tiket saat semua proses sudah selesai dia pun naik ke pesawat
Selamat tinggal Indonesia

Dibawah semua keluarga sudah ada disana mereka menunggu arin turun tak berapa lama arin turun dengan menggunakan baju tidur keluarga nya menatap arin dengan gemas ingin rasanya mereka mengurung arin tapi mereka sadar arin bahkan belum memaafkan me...

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

#aku mutusin untuk pake nama rina aja ribet kalo pake arin














Terima kasih udah baca cerita 😘😘😘😘

transmigrasi gadis intovertTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang