Disaat keluarga adimana mencari informasi tentang daftar penumpang pesawat itu, dan ternyata memang benar ada seseorang yang bernama rina tapi mereka belum tahu dia rina yang mereka cari atau bukan sayangnya orang itu masih belum ditemukan, keluarga adimana terpaksa harus menunggu informasi lanjutan dari pihak petugas bandara, mereka berharap itu memang rina dan mereka juga berharap rina baik baik saja
Arin membuka matanya yang dia lihat hanya ada langit biru dia berfikir apakah dia sudah mati tapi kalau pun dia mati seharusnya dia bertemu dengan jiwa rina tapi dia tidak melihat rina dimana pun, saat melihat disebelahnya ternyata ada seseorang karena penasaran rina pun coba untuk membalik tubuh orang itu saat melihat orang itu rina ingat kalo dia orang yang duduk di sebelahnya dan orang itu juga yang menarik paksa arin untuk terjun dari pesawat ingin rasanya arin membunuh orang disebelah tapi kalau bukan karena orang ini dia pasti sudah mati, sambil menunggu orang itu bangun arin mencoba melihat keseluruhan tempat itu ternyata dia terdampar di pulau arin pun berjalan menyusuri pulau itu arin juga mencari sesuatu untuk dimakan karena waktu sebelum naik pesawat dia belum makan apapun karena terlalu terburu-buru, setelah memutari pulau itu rina hanya menemukan pisang dan kelapa karena tidak bisa membawa semuanya rina hanya membawa beberapa pisang dan kelapa dan dia berjalan kembali ketempat orang yang tadi dia tinggalkan saat sampai dia melihat orang itu sudah terbangun rina menyodorkan kelapa untuk orang itu minum karena tidak ada lagi yang bisa mereka minum selain kelapa, orang itu pun melihat rina dengan wajah Heran bukannya panik dia malah santai "terima kasih, tapi kenapa kau tidak panik" tanya pria itu "untuk apa panik, nanti juga ada yang akan mencari karena kalau dilihat lihat kau pasti orang penting" rina sangat santai saat mengatakan itu "ouh iya kenalin aku riano desla"
"Salam kenal aku rina" "namamu rina saja tanpa marga" "iya hanya rina"
"Baiklah kita hanya perlu menunggu sebentar lagi karena bawahan ku pasti sedang dalam perjalanan kesini"
"ya santai saja" setelah rina mengatakan itu mereka terhanyut dalam pikiran masing-masing tak lama terdengar suara kapal mendekat dapat rina lihat banyak orang berbaju hitam dikapal itu "apa itu orang mu ano" tanya rina "hah apa iya " riano sempat kaget mendengar rina memanggil nya ano orang yang rina lihat langsung menghampiri mereka" tuan akhirnya kami menemukan mu, bagaimana keadaan Anda kita harus cepat pulang ke mansion karena keluarga Anda sudah menunggu" ucap salah satu dari mereka rian langsung mengajak rina untuk ikut dengannya mereka pun menuju kediaman keluarga desla tak lama mereka sampai disana sudah ada orang tua rian yang menunggu nya
"Ya ampun sayang akhirnya kamu kembali dengan selamat momy sangat cemas padamu"ucap nyonya desla
"Mom aku baik baik saja jadi kalian tidak perlu khawatir" kata riano tiba-tiba ada orang yang menarik kuping nya "kamu ini wajar saja kalau orang tua khawatir anaknya tiba-tiba hilang" ucap dady nya
" Aduh dad sakit tau, lagi pula kan aku selamat jadi kalian tidak perlu khawatir lagi" saat mereka akan membalas ucapan anak nakal itu tiba-tiba terdengar suara imut nan lucu dan setelah suara itu menghilang muncul lah gadis cantik dan imut dari belakang anak mereka "hm maaf permisi maaf mengganggu keharmonisan keluarga ini tapi apa saya bisa pergi sekarang" "ya ampun kenapa kau malah menculik anak imut ini, dasar anak nakal memangnya kau ingin jadi pedofil apa" "aku tidak menculiknya mom tapi dia juga salah satu penumpang pesawat yang jatuh dan kebetulan dia terdampar di pulau terpencil bersama ku jadi aku bawa kesini" ucap rian karena dia tidak mau dianggap telah menculik arin "apakah itu benar nak pasti kau sangat kesusahan saat bersama anak nakal ini, terimakasih sudah menjaga anak kami" ucap momy rian "apa kau ingin kami antar kerumah mu nak pasti keluarga mu sedang mencarimu " ucap dady rian
"Saya tidak punya keluarga tuan kalau anda berkenan bisakah anda memesankan tiket pesawat untuk saya karena tas ku hilang entah kemana, saya harus bertemu dengan kenalan saya disana dia pasti sudah menunggu saya"
KAMU SEDANG MEMBACA
transmigrasi gadis intovert
Randomarina dwi Cantika adalah gadis intovert dia tidak suka keramaian bahkan dia menutup diri dari semua orang termasuk keluarga nya Marina Larasati adalah gadis yang periang tapi semenjak peristiwa itu dia menjadi pendiam bahkan dia acuhkan oleh keluarg...
