15

40 5 0
                                        

Disisi lain keluarga adimana terdiam mendengar ucapan rina apakah yang rina bilang itu benar mana mungkin gadis polos seperti melisa membunuh kakeknya mereka hanya memikirkan melisa mereka tidak tau rina sangat terpukul dengan kematian kakeknya selama ini saat kumpul keluarga hanya kakeknya yang sayang pada nya sedangkan yang lain hanya memperhatikan melisa

"Pa cari rina sekarang mama gak mau terpisah dari rina lagi"
"Tiro adriel rian kalian cari video cctv di rumah kakek cari rekaman video waktu kakek meninggal, setelah itu kalian cari rina sampai ketemu"perintah sang papa
tiro,rian kalian cari rina aku yang akan mencari rekaman cctv itu, entah kenapa aku merasa kita tidak akan bertemu rina lagi"
"Kak apa yang kau katakan rina pasti ketemu dia sekarang sedang ada diapertemen nya"ucap tiro
"Iya kak apa yang dibilang kak tiro benar, aku akan membawa pulang rina"
"Baiklah tolong bawa rina pulang aku percaya pada kalian"ucap Adriel lagi dia pergi meninggalkan kedua adiknya
"Ayo kak kita pergi kita pakai mobil saja"
"Baiklah"mereka menuju apartemen rina dan saat sampai mereka langsung menuju kamar unit rina sudah hampir 5 menit mereka menekan bel tapi tidak ada jawaban karena mendengar suara bel pintu disebelah unit rina terbuka
"Kalian mencari siapa dari tadi menekan bel terus menerus"
"Maaf kalau kami mengganggu anda tapi kami sedang mencari pemilik kamar ini apakah anda tau dia kemana"ucap rian
"Ouh kalau pemilik kamar itu tadi aku liat dia pergi dengan membawa koper dan bergumam kalau dia terlambat, aku tidak tahu dia kemana coba kalian tanya resepsionis siapa tau kalian dapat informasi disana"ucap tetangga rina
"Terima kasih informasinya,kami pergi dulu sekali lagi kami minta maaf karena sudah mengganggu"ucap tiro dan dibalas senyuman oleh orang itu
"Kak bagaimana ini rina pergi kemana kita harus mencarinya kemana"ucap rian dengan gelisah dia kira rina ada disini
"Pertama kita tanya resepsionis dulu nanti baru kita cari rina, semoga dia tidak pergi jauh"balas Tiro sebenarnya dia juga gelisah tapi dia mencoba untuk tetap tenang
"Maaf permisi saya mau bertanya penghuni kamar nomor 202 ada dimana ya, saya keluarganya"
"Sebentar saya cek dulu ya"
"Penghuni kamar 202 baru saja pergi menuju bandara tuan"
Tiro dan rian kaget bandara mau kemana rina tanpa basa basi mereka langsung menuju bandara, mereka ingin mencegah rina pergi



























Mereka sampai bandara dan langsung mencari keberadaan rina setelah mengelilingi bandara mereka tidak menemukan rina mereka bertanya pada petugas disana
"Apa kah ada perempuan bernama rina memesan tiket tadi"tanya tiro
"Bisa sebutkan ciri-ciri atau nama lengkapnya"
"Marina Larasati ada kah nama penumpang itu dan dia memesan tiket kemana apakah pesawat sudah berangkat"tanya rian bertubi tubi
"Untuk nama marina Larasati tidak ada kak adanya atas nama rina tujuan pesawat nya ke Inggris dan pesawat nya sudah berangkat 30 menit yang lalu"
Tiro dan adrian yang mendengar ucapan petugas itu seketika lemas, apa yang harus mereka katakan pada mamanya
Mereka berjalan pulang dengan lemas kemana mereka harus mencari rina sedangkan Inggris itu luas saat dimobil rian coba menelpon teman rina
"Lea apa kamu tau dimana rina sekarang"
"Aku gak tau rina dimana bukannya kalian keluarga nya ya kenapa malah tanya pada ku,atau kalian menyakiti rina lagi aku tidak akan membiarkan kalian bertemu rina kalau aku tau kalian menyakiti nya lagi"ucap lea dengan penuh amarah sebenarnya dia sudah membaca pesan dari rina tapi dia juga tidak diberitahu kemana rina pergi  walaupun ia tau dia akan tetap tidak memberitahu keluarga adimana
"Baiklah kalau kau tidak tau"balas rian
"Bagaimana apakah lea tau rina dimana"tanya tiro
"Dia juga tidak tau kak, lebih baik kita pulang dulu kita bicarakan dengan yang lain siapa tau nanti kita bisa melacak keberadaan rina dengan bantuan kak riel"
Jawab rian mereka pun pulang saat masuk gerbang ternyata Mama nata sudah menunggu di depan pintu bersama papa

transmigrasi gadis intovertTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang