Sering kali kualami kejadian, "aku menemukanmu" atau "aku bisa menemukanmu".
Itu adalah semacam hasil yang didapat dari radar bawaan milik INFJ yang dapat difungsikan untuk menemukan seseorang melalui perasaan terkuat milik orang tersebut.
~ Oke, kita pause dulu sebelum masuk ke cerita. Aku akan memberi sedikit selingan. ~
Untuk yang kali ini aku tidak terlalu yakin jikalau semua INFJ merasa seperti ini, tapi seharusnya sih iya. Sebab, ini masih termasuk pada pengembangan kemampuan feeling dan intuition, jadi menurutku ini sudah pasti salah satu keahlian khas INFJ. Tapi, tidak menutup kemungkinan mbti yang lain juga memiliki kemampuan ini. Karena kembali lagi, itu tergantung tingkat kepekaan kita.
Jujur saja, keahlian-keahlian khas INFJ membuat seorang INFJ terlihat seperti dukun karena sangat diluar nalar. Bahkan aku sering diinterogasi oleh temanku karena terlihat serba tahu. Padahal, nyatanya bagi seorang INFJ sendiri, hal itu sudah seperti makanan sehari-harinya. Misalnya untuk mengetahui keadaan psikologis orang lain, sifat orang lain, dan kecenderungan orang lain dalam menghadapi suatu hal, seorang INFJ biasanya justru lebih mengetahuinya daripada orang itu sendiri. Itulah mengapa kusebut "makanan sehari-hari".
Tapi, biasanya, dan faktanya juga, aku sebagai INFJ tidak terlalu suka mengumbar pengetahuan yang kumiliki tentang diri orang lain. Meskipun aku sudah tau seluk-beluk terdalamnya sekali pun, bukan merupakan hobiku untuk memaparkan tentang diri seseorang di khalayak umum. Ada banyak alasannya, yang pasti aku tidak berniat membahas di part 2 ini. Mungkin nanti, entah kapan, kalau aku senggang.
~Mari kembali ke part 2~
Langsung saja kita masuk ke kisah nyata.
Di suatu waktu, ketika aku berada di tempat umum, tempat yang sangat ramai dan jumlah orangnya sudah tak dapat dihitung lagi dengan jari, aku bisa merasakan panggilan di alam bawah sadarku.
Karena itu di alam bawah sadar, tentu saja tubuhku akan bergerak langsung tanpa kusadari dan tahu-tahu aku sudah memergoki orang lain yang tengah memperhatikanku.
Tidak sekali dua kali hal ini terjadi. Saat aku bersama orang lain, entah itu temanku atau kerabatku, aku bisa menemukan orang-orang yang suka memperhatikan kami meski orang yang bersamaku tidak sadar bahwa dia sedang diperhatikan. Jika aku sudah memergoki orang lain yang memperhatikan kami, aku akan langsung mengeluarkan tatapan tajamku. Bisa terlihat dari ekspresi yang aku tampakkan bahwa dalam hati aku berkata, "Berani liat-liat?! Gua tandain lu."
Tentu saja, siapa yang tidak kaget kalau sedang memperhatikan diam-diam lantas langsung ketahuan, bahkan ketahuan oleh orang yang diperhatikannya sendiri. Apa rasanya tidak malu, kaget, dan panik?
Seringnya, aku menemukan orang yang penuh dengan emosi negatif saat memperhatikanku. Mungkin karena itu adalah emosi negatif, jadi aku lebih cepat dan mudah dalam mendeteksinya.
Aku tidak tahu salahku apa saat berada di tempat umum, tapi ada saja orang yang memiliki emosi negatif saat melihatku. Mungkin ini juga terjadi pada semua orang, tapi yang pasti, aku merasakannya pada diriku dan ini cerita tentang diriku sebagai INFJ. Jadi kembali lagi kepadaku.
Mungkin saja karena aku orangnya cuek dan independen. Aku terlalu pede melakukan hal-hal yang kumau bahkan di tempat umum sekali pun. Yang mana, biasanya orang-orang lebih jaim saat berada di tempat umum, berbeda denganku yang dimanapun aku berada, aku akan bersikap seperti biasanya. Mungkin itulah yang kadang membuat orang-orang "ngedumel" atau berkomentar jelek dalam hati mereka saat melihatku. Tentu saja, dengan perasaan negatif yang seperti itu, aku sangat mudah menemukan siapa mereka dan dimana lokasinya.
Entahlah bagaimana caranya aku menemukan mereka semudah itu. Yang pasti emosi-emosi yang tertuju padaku selalu menarikku, seperti black hole, untuk membuatku memperhatikan ke arah sumber emosi itu berasal. Yah.. biasanya, karena aku sudah terlanjur menyadari emosi negatif seseorang kepadaku, aku akan to the point saja ke orang tersebut. Aku akan tatap saja mereka dengan ekspresi "Apaan lu?!" yang dibumbui dengan penuh rasa angkuh yang berlebihan karena aku merasa kesal, hahaha. Lagian, siapa sih yang tidak kesal pada orang yang suka mengomentari sikap orang, padahal sikap orang tersebut belum tentu melukai, merendahkan atau bahkan menghinakannya. Sejatinya itu hanya hatinya saja yang suka merasa lebih baik dan mudah tersinggung. (Aduh curcol..) 😤
Yaa.. begitulah kisah kali ini. Jadi teorinya, INFJ bisa menemukan orang lain lewat emosi yang dirasakan orang tersebut. Pada dasarnya, hal yang paling mendasari dari kemampuan ini adalah karena INFJ sendiri bisa merasakan emosi-emosi yang melayang di udara suatu ruangan karena INFJ sangat sensitif dengan perasaan orang lain. Dan biasanya, emosi negatif lebih cenderung menghisap INFJ untuk mendekatinya, seperti black hole, itulah kenapa mudah bagi INFJ untuk menyadari suatu emosi, terutama yang negatif.
Bagi INFJ sepertiku, untuk mengetahui keadaan emosi seseorang, tak perlu melihat ekspresi langsung orang tersebut. Bahkan lewat pola napasnya saja aku bisa tahu. Tapi, bisa saja tidak semua INFJ bisa sangat peka sepertiku. Hahaha, jujur aku memang meragukannya. Aku berkata begitu karena aku memang mengalami tingkat kepekaan seperti itu.
Selain itu, kurasa para INFJ juga memiliki kepekaan hampir setingkat itu. Ya, mungkin tidak se-ekstrim tahu lewat pola napas (Atau ada diantara para pembaca yang sama sepertiku? Hahaha.. aku tidak yakin. Jika memang ada tolong tinggalkan komentar agar aku tidak merasa sendirian 😅).
Yang paling sering kujumpai, para INFJ bisa tahu cukup lewat tatapan mata, atau ucapan orang lain. Aku yakin mereka (INFJ) bisa mengetahui keadaan emosi seseorang lewat hal itu. Sebenarnya, jika itu lewat ucapan, maka tidak hanya keadaan emosi saja yang bisa diketahui oleh seorang INFJ. Normalnya INFJ bisa tahu sampai kepada kepribadian orang tersebut dan kecenderungannya hanya lewat pembicaraan sekilas.
Oke kembali lagi..
Atau.. adakah dari pembaca sekalian yang bisa tahu emosi seseorang hanya dengan bersentuhan dengannya? Hahaha.. benar-benar terlihat seperti dukun. Namun, iya, aku juga tipe yang bisa seperti itu. Tapi memang jarang kulakukan dan jarang juga ada kesempatan yang seperti itu. Asal kalian tahu saja, beberapa waktu lalu terjadi pandemi, tidak mungkin kan aku asal main sentuh-sentuh orang gak jelas cuma buat tahu keadaan emosinya. Toh.. masih bisa lewat pola napasnya sebagai alternatif 😂.
Kurasa, aku bisa menggunakan teknik sentuhan ini hanya kepada orang yang sangat ahli dalam menyembunyikan keadaan emosinya. Saat ini aku sedang berkuliah, jadi tidak banyak kujumpai orang-orang yang ahli menyembunyikan emosi. Mungkin nanti, saat aku sudah bekerja, kemampuan ini akan sangat bermanfaat untukku.
Ngomong-ngomong, apa kalian tertarik untuk membahas secara detail bagaimana otak INFJ memproses data tentang gerak-gerik seseorang, sehingga sampailah menjadi suatu kesimpulan tentang keadaan psikologis seseorang, atau bahkan sampai kepada kepribadian orang tersebut? Yang pasti itu sangat rumit jika harus dijelaskan. Kalian tahu sendiri, INFJ adalah overthinker.. Pengetahuan-pengetahuan yang mereka dapat itu tidak lain dan tidak bukan adalah hasil dari otak mereka yang bekerja tanpa henti hingga akhirnya terbiasa dengan hal itu. Jadi jangan heran jika INFJ bisa sampai aneh seperti ini dan tidak bisa menjelaskan dengan baik bagaimana keanehan itu bisa terjadi.
Yang pasti, INFJ masih bisa salah dalam menebak kondisi batin orang lain. Tapi, semakin banyak data, semakin tepat tebakannya.
- INFJ 6w7
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang INFJ
Ciencia FicciónSuatu kumpulan kalimat yang berasal dari seorang INFJ, yang menceritakan tentang apa yang dirasakannya dan dipikirkannya sebagai INFJ. Tidak banyak yang bisa mengerti perasaan seperti ini jika dia bukan benar-benar INFJ. Hal utama yang bermain dala...
